Mentan: Lupakan Masa Lalu Tatap Masa Depan Yang Lebih Baik

Mentan: Lupakan Masa Lalu Tatap Masa Depan Yang Lebih Baik

Oku Timur – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan dan  tanam perdana dalam kegiatan pencanangan IP 200 dan IP 300 di Desa Talang Giring Kecamatan Madang Suku Dua Kabupaten OKU Timur Sumatera Selatan, Senin (20/4).

Mentan dalam sambutannya mengapresiasi dan memuji Bupati Oku Timur sebagai pendekar yang telah mampu menyelesaikan persoalan pertanian di Kabupaten Oku Timur. "Kami mengapresiasi kegiatan pencanangan IP 200 dan IP 300. Itu agar OKU Timur dapat menjadi daerah terdepan mendukung swasembada beras nasional. Peningkatan IP harus didukung oleh perbaikan jaringan irigasi untuk menjamin ketersediaan air, ketersediaan alsintan yang cukup, benih dan pupuk," jelas Mentan.

Tidak lupa juga Mentan memberikan apresiasi kepada Pangdam dan TNI yang telah ikut membantu mendampingi petani. Ia lantas mengharapkan pemerintah daerah menyerahkan bantuan Kementerian Pertanian sesuai kebutuhan petani. "Tolong evaluasi bantuan agar sesuai dengan kebutuhan petani dan jumlahnya pun sesuai yang dibutuhkan oleh daerah," ujarnya.

Menteri Pertanian memberikan bantuan 280 alat mesin pertanian kepada petani Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Itu lebih 10 persen dari total 2.000 alsintan untuk Sumatera Selatan. Mentan menjelaskan bahwa bantuan alsintan untuk menambah semangat petani dan meningkatkan produktivitas pertanian. Diketahui OKU Timur ini merupakan daerah andalan untuk pertanian Sumatera Selatan. Sejauh ini telah diserahkan alsintan tahap pertama berupa 27 unit traktor roda dua, enam unit pemipil jagung, 31 pompa air dan enam unit alat panen. Sementara sisanya akan menyusul bertahap, ujarnya.

"Jika pelaksanaan IP 200 dan 300 berjalan dengan sukses, bantuan akan saya tambah yakni handtraktor sebanyak 206 unit. Karena bila program IP 200 dapat berjalan maksimal dan mendorong produksi beras hingga satu juta ton untuk Sumatera Selatan," ungkap Mentan.

Mentan juga menanggapi soal informasi harga gabah kering petani pada kisaran Rp3.300 hingga Rp3.500 per kilogram. Harga tersebut di bawah HPP yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp3.700 per kilogram. Rendahnya harga gabah tersebut disebabkan oleh melimpahnya pasokan pada saat panen raya dan serapan dari Bulog yang sedikit.

"Ini tidak sesuai dengan harga beras di pasaran yang tinggi, tetapi petani hanya mendapat untung sedikit," ujarnya.

Untuk itu, Mentan akan membicarakan masalah ini kepada Bulog dan Menteri BUMN, Rini Soemarno, untuk meningkatkan penyerapan beras oleh Bulog. Dengan begitu, tidak ada lagi harga gabah di tingkat petani yang tidak sesuai HPP.

Mentan juga berharap agar Bulog, Pusri, dan semua yang terkait dapat beperan aktif dalam menyelesaikan persoalan pertanian. Berikan yang terbaik untuk petani, jangan mengkhianati petani, sehingga persoalan pertanian di Indonesia menyangkut irigasi, pupuk, benih, alsintan, dan penyuluh dapat segera teratasi.

“Lupakan masa lalu tatap masa depan yang lebih baik. Tanggalkan baju kebesaran, mari bersatu menyatukan energi membangun sinergi, dan menjadi bagian dalam perjuangan petani”, tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati OKU Timur Herman Deru menambahkan, bahwa dari 500 ribu ton gabah kering yang dihasilkan oleh OKU Timur, Bulog hanya menyerap sekitar 35 ribu ton atau tak lebih dari 10 persen hasil produksi. Sisanya terpaksa berada di pasar bebas yang membuat harga gabah kering semakin rendah.

"Karena daya serap Bulog sedikit, tidak sampai 10 persen, terpaksa kami menjadi marketing sendiri menjualnya ke tengkulak beras," ungkap Deru.

Oleh karena itu, Deru berharap pemerintah pusat bisa membantu menciptakan stabilitas harga gabah kering di OKU Timur agar segala bantuan yang diberikan kepada petani benar-benar dirasakan manfaatnya.

"Kami sangat mengapresiasi memilih kabupaten ini sebagai kunjungan Menteri dan berterima kasih atas segala bantuan yang diberikan. Tapi, ada satu lagi ingin kami minta, yaitu stabiitas harga agar para petani di sini tetap semangat dalam meningkatkan produksinya. Kami akan berusaha menjadikan OKU Timur sebagai salah satu wilayah penghasil beras dan siap untuk menunjang kebutuhan pangan Indonesia. Dengan kedatangan Menteri ke daerah ini dapat menyemangati para petani untuk bersama-sama mencapai program swasembada beras yang dicanangkan oleh pemerintah, dan kami siap untuk mendukung itu," kata Herman.

Selain itu pupuk juga masih mengalami kekurangan. OKU Timur membutuhkan pupuk sebanyak 30 ribu ton sedangkan pihak Pusri hanya memberikan bantuan pupuk subsidi sebanyak 21 ribu ton yang tentunya masih minus. Maka kami berharap agar Bulog dan Pusri benar-benar ikut membantu petani dan memberikan bantuan yang terbaik bagi petani, lanjut Herman.

Ia lantas memaparkan, saat ini luas lahan pertanian di OKU Timur seluas 126.357 ha terdiri dari sawah 77.746 ha dimana tahun lalu mengasilkan 823 ribu ton gabah kering panen dan 500 ribu ton beras. Dengan dukungan padi jenis IP 200 dan IP 300, ditambah jaringan pengairan tersier seluas 6.021 ha yang berada di daerah Muncak Kabau di kabupaten OKU Timur, petani dapat menanam dua kali dalam setahun, sehingga jumlah produksinya pun mengalami peningkatan. Dengan program IP-200 dan IP-300, OKU Timur ditargetkan dapat menyumbang hingga 933.479 ton gabah kering panen pada tahun 2015,  paparnya.

Koordinator UPSUS Pending Dadih Permana menjelaskan kepada wartawan bahwa kunjungan Mentan saat ini mencanangkan tanam perdana IP 200 dengan luas tanam 6.021 Hektar dari 10 ribu hektar, sisa 4 ribu hektar akan terus dilanjutkan perbaikan irigasi sesuai dengan target wilayah Provinsi Sumsel 1 juta ton GKP.

Sejarah awal lokasi ini adalah tadah hujan (IP100). Seiring berjalannya waktu Pemerintah memberikan bantuan dan perbaikan saluran irigasi dari Bendungan Puncak Kabau Desa Talang Giring Kec. Madang Suku Dua. Alhamdulillah Petani bersemangat lokasi ini menjadi IP 200 dan IP 300, ini suatu bukti keseriusan Pemerintah untuk mencapai swasembada pangan, lanjutnya.

Menteri Pertanian  selain menuju lokasi tanam juga mengunjungi waduk Bendungan Aper jaya kumpring di Kab. Okut, irigasi terbesar di Sumatera Selatan.

Hadir pada kegiatan ini Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Iskandar M. Sahil, Bupati OKU Timur Herman Deru, Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian, Koordinator Upsus Dadih Pending Permana, Kepala Dinas Provinsi dan Asisten Daerah II Provinsi Sumatera Selatan, PT. Pusri, PT.SHS, PT.Pertani serta SKPD bidang pertanian Provinsi Sumatera Selatan. (Sumber: Subbag Hukum dan Humas Setdit TP/RR)

Sumber Berita: Dirjen Tanaman Pangan

 

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini1029
Hari kemarin2031
Minggu ini6631
Bulan ini34651
Jumlah Pengunjung858549
Online sekarang
31

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Mentan: Lupakan Masa Lalu Tatap Masa Depan Yang Lebih Baik

Mentan: Lupakan Masa Lalu Tatap Masa Depan Yang Lebih Baik

Oku Timur – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan dan  tanam perdana dalam kegiatan pencanangan IP 200 dan IP 300 di Desa Talang Giring Kecamatan Madang Suku Dua Kabupaten OKU Timur Sumatera Selatan, Senin (20/4).

Mentan dalam sambutannya mengapresiasi dan memuji Bupati Oku Timur sebagai pendekar yang telah mampu menyelesaikan persoalan pertanian di Kabupaten Oku Timur. "Kami mengapresiasi kegiatan pencanangan IP 200 dan IP 300. Itu agar OKU Timur dapat menjadi daerah terdepan mendukung swasembada beras nasional. Peningkatan IP harus didukung oleh perbaikan jaringan irigasi untuk menjamin ketersediaan air, ketersediaan alsintan yang cukup, benih dan pupuk," jelas Mentan.

Tidak lupa juga Mentan memberikan apresiasi kepada Pangdam dan TNI yang telah ikut membantu mendampingi petani. Ia lantas mengharapkan pemerintah daerah menyerahkan bantuan Kementerian Pertanian sesuai kebutuhan petani. "Tolong evaluasi bantuan agar sesuai dengan kebutuhan petani dan jumlahnya pun sesuai yang dibutuhkan oleh daerah," ujarnya.

Menteri Pertanian memberikan bantuan 280 alat mesin pertanian kepada petani Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Itu lebih 10 persen dari total 2.000 alsintan untuk Sumatera Selatan. Mentan menjelaskan bahwa bantuan alsintan untuk menambah semangat petani dan meningkatkan produktivitas pertanian. Diketahui OKU Timur ini merupakan daerah andalan untuk pertanian Sumatera Selatan. Sejauh ini telah diserahkan alsintan tahap pertama berupa 27 unit traktor roda dua, enam unit pemipil jagung, 31 pompa air dan enam unit alat panen. Sementara sisanya akan menyusul bertahap, ujarnya.

"Jika pelaksanaan IP 200 dan 300 berjalan dengan sukses, bantuan akan saya tambah yakni handtraktor sebanyak 206 unit. Karena bila program IP 200 dapat berjalan maksimal dan mendorong produksi beras hingga satu juta ton untuk Sumatera Selatan," ungkap Mentan.

Mentan juga menanggapi soal informasi harga gabah kering petani pada kisaran Rp3.300 hingga Rp3.500 per kilogram. Harga tersebut di bawah HPP yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp3.700 per kilogram. Rendahnya harga gabah tersebut disebabkan oleh melimpahnya pasokan pada saat panen raya dan serapan dari Bulog yang sedikit.

"Ini tidak sesuai dengan harga beras di pasaran yang tinggi, tetapi petani hanya mendapat untung sedikit," ujarnya.

Untuk itu, Mentan akan membicarakan masalah ini kepada Bulog dan Menteri BUMN, Rini Soemarno, untuk meningkatkan penyerapan beras oleh Bulog. Dengan begitu, tidak ada lagi harga gabah di tingkat petani yang tidak sesuai HPP.

Mentan juga berharap agar Bulog, Pusri, dan semua yang terkait dapat beperan aktif dalam menyelesaikan persoalan pertanian. Berikan yang terbaik untuk petani, jangan mengkhianati petani, sehingga persoalan pertanian di Indonesia menyangkut irigasi, pupuk, benih, alsintan, dan penyuluh dapat segera teratasi.

“Lupakan masa lalu tatap masa depan yang lebih baik. Tanggalkan baju kebesaran, mari bersatu menyatukan energi membangun sinergi, dan menjadi bagian dalam perjuangan petani”, tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati OKU Timur Herman Deru menambahkan, bahwa dari 500 ribu ton gabah kering yang dihasilkan oleh OKU Timur, Bulog hanya menyerap sekitar 35 ribu ton atau tak lebih dari 10 persen hasil produksi. Sisanya terpaksa berada di pasar bebas yang membuat harga gabah kering semakin rendah.

"Karena daya serap Bulog sedikit, tidak sampai 10 persen, terpaksa kami menjadi marketing sendiri menjualnya ke tengkulak beras," ungkap Deru.

Oleh karena itu, Deru berharap pemerintah pusat bisa membantu menciptakan stabilitas harga gabah kering di OKU Timur agar segala bantuan yang diberikan kepada petani benar-benar dirasakan manfaatnya.

"Kami sangat mengapresiasi memilih kabupaten ini sebagai kunjungan Menteri dan berterima kasih atas segala bantuan yang diberikan. Tapi, ada satu lagi ingin kami minta, yaitu stabiitas harga agar para petani di sini tetap semangat dalam meningkatkan produksinya. Kami akan berusaha menjadikan OKU Timur sebagai salah satu wilayah penghasil beras dan siap untuk menunjang kebutuhan pangan Indonesia. Dengan kedatangan Menteri ke daerah ini dapat menyemangati para petani untuk bersama-sama mencapai program swasembada beras yang dicanangkan oleh pemerintah, dan kami siap untuk mendukung itu," kata Herman.

Selain itu pupuk juga masih mengalami kekurangan. OKU Timur membutuhkan pupuk sebanyak 30 ribu ton sedangkan pihak Pusri hanya memberikan bantuan pupuk subsidi sebanyak 21 ribu ton yang tentunya masih minus. Maka kami berharap agar Bulog dan Pusri benar-benar ikut membantu petani dan memberikan bantuan yang terbaik bagi petani, lanjut Herman.

Ia lantas memaparkan, saat ini luas lahan pertanian di OKU Timur seluas 126.357 ha terdiri dari sawah 77.746 ha dimana tahun lalu mengasilkan 823 ribu ton gabah kering panen dan 500 ribu ton beras. Dengan dukungan padi jenis IP 200 dan IP 300, ditambah jaringan pengairan tersier seluas 6.021 ha yang berada di daerah Muncak Kabau di kabupaten OKU Timur, petani dapat menanam dua kali dalam setahun, sehingga jumlah produksinya pun mengalami peningkatan. Dengan program IP-200 dan IP-300, OKU Timur ditargetkan dapat menyumbang hingga 933.479 ton gabah kering panen pada tahun 2015,  paparnya.

Koordinator UPSUS Pending Dadih Permana menjelaskan kepada wartawan bahwa kunjungan Mentan saat ini mencanangkan tanam perdana IP 200 dengan luas tanam 6.021 Hektar dari 10 ribu hektar, sisa 4 ribu hektar akan terus dilanjutkan perbaikan irigasi sesuai dengan target wilayah Provinsi Sumsel 1 juta ton GKP.

Sejarah awal lokasi ini adalah tadah hujan (IP100). Seiring berjalannya waktu Pemerintah memberikan bantuan dan perbaikan saluran irigasi dari Bendungan Puncak Kabau Desa Talang Giring Kec. Madang Suku Dua. Alhamdulillah Petani bersemangat lokasi ini menjadi IP 200 dan IP 300, ini suatu bukti keseriusan Pemerintah untuk mencapai swasembada pangan, lanjutnya.

Menteri Pertanian  selain menuju lokasi tanam juga mengunjungi waduk Bendungan Aper jaya kumpring di Kab. Okut, irigasi terbesar di Sumatera Selatan.

Hadir pada kegiatan ini Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Iskandar M. Sahil, Bupati OKU Timur Herman Deru, Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian, Koordinator Upsus Dadih Pending Permana, Kepala Dinas Provinsi dan Asisten Daerah II Provinsi Sumatera Selatan, PT. Pusri, PT.SHS, PT.Pertani serta SKPD bidang pertanian Provinsi Sumatera Selatan. (Sumber: Subbag Hukum dan Humas Setdit TP/RR)

Sumber Berita: Dirjen Tanaman Pangan

 

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi