Bimtek Sebagai Media untuk Memediasi antara Pengguna dengan Penghasil Inovasi

Dalam rangka akselarasi sekaligus  mempercepat proses diseminasi hasil-hasil penelitian kepada petani, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian menyelenggarakan bimbingan teknis inovasi teknologi perbenihan dan budidaya padi kepada 100  petani di Desa Rahong, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Berdasarkan data Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Banten,  kontribusi nasional untuk lahan sawah wilayah Banten seluas 201.000 hektar (ha) dengan rata-rata produksi berkisar 6t/ha.

Sesuai hasil kajian, rendahnya provitas di provinsi Banten disebabkan beberapa hal yaitu: petani belum menggunakan varietas unggul baru produksi tinggi, kesuburan lahan yang tidak merata, sebagian petani belum menerapkan pemupukan sesuai rekomendasi, serta penggunaan alat mesin pertanian yang belum maksimal.

Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Dr. Priatna Sasmita dalam sambutan pembukaanya mengatakan "Kami datang ke Desa Rahong  ingin lebih mendekatkan inovasi hasil penelitian kepada petani disini, sekaligus minta umpan balik terkait kendala perpadian di Kecamatan Malimping pada umumnya", sambut Priatna di hadapan 100 petani peserta bimtek di Aula  PGRI Malimping.

Bimtek dihadiri wakil komisi VII DPR RI H Abdul Halim, SH, MM., Kasubdit Lemlitbang Daerah Kementistekdikti Rusmaniardini, SS, MM, peneliti BPTP Banten, dan jajaran pemerintah daerah dari mulai Kepala Desa,  Camat dan beberapa organisasi masyarakat.

Pelaksanaan bimtek ini merupakan kerjasama Badan Litbang Pertanian dan Pusat Unggulan Inovasi Daerah Kemenristekdikti serta dukungan dari DPR RI komisi VII setta pemerintah daerah Provinsi Banten.

Materi yang disampaikan dari narasumber BB Padi meliputi tiga aspek yaitu perbenihan dan sertifikasi,  teknologi budidaya padi, dan teknik pengendlaian hama penyakit padi.

Lebih lanjut Kepala BB Padi menambahkan "bahwa tingat produktivitas nasional saat ini berkisar 5,2 t/ha GKG, sehingga masih ada ketimpangan antara hasil inovasi dengan cara budidaya yang diterapkan petani. Untuk itu, bimtek ini sekaligus untuk memediasi antara pengguna dengan penghasil inovasi".

"Kami bersama-sama seluruh jajaran dari Kementan dan Kemenristekdikti memandang penting karena banyak sekali hasil-hasil penelitian yang bisa diterapkan oleh petani dilapangan dalam rangka untuk meningkatkan produktivitas. Khusus untuk wilayah Lebak Banten, pemilihan teknologi yg spesifik lokasi bisa menjadi bahan pertimbangan, pungkas Priatna.

Luas lahan sawah Kabupaten Lebak 49.677 ha, selama ini varietas yang ditanam varietas Cihetang. Untuk meningkatkan produksi dan pendapatan petani, BB padi memberikan bantuan benih varietas Inpari 32 kelas SS sebanyak 600 kg kepada petani peserta bimtek. Diharapkan dengan adanya benih baru tersebut  bisa segera diimplementasikan dilapangan dan menularkan ilmu kepada petani-petani lain di daerahnya masing2. (Shr)

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2018
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 1
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 2

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Keunggulan Varietas Tarabas
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini1371
Hari kemarin2851
Minggu ini6918
Bulan ini38280
Jumlah Pengunjung1810538
Online sekarang
47

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Bimtek Sebagai Media untuk Memediasi antara Pengguna dengan Penghasil Inovasi

Dalam rangka akselarasi sekaligus  mempercepat proses diseminasi hasil-hasil penelitian kepada petani, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian menyelenggarakan bimbingan teknis inovasi teknologi perbenihan dan budidaya padi kepada 100  petani di Desa Rahong, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Berdasarkan data Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Banten,  kontribusi nasional untuk lahan sawah wilayah Banten seluas 201.000 hektar (ha) dengan rata-rata produksi berkisar 6t/ha.

Sesuai hasil kajian, rendahnya provitas di provinsi Banten disebabkan beberapa hal yaitu: petani belum menggunakan varietas unggul baru produksi tinggi, kesuburan lahan yang tidak merata, sebagian petani belum menerapkan pemupukan sesuai rekomendasi, serta penggunaan alat mesin pertanian yang belum maksimal.

Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Dr. Priatna Sasmita dalam sambutan pembukaanya mengatakan "Kami datang ke Desa Rahong  ingin lebih mendekatkan inovasi hasil penelitian kepada petani disini, sekaligus minta umpan balik terkait kendala perpadian di Kecamatan Malimping pada umumnya", sambut Priatna di hadapan 100 petani peserta bimtek di Aula  PGRI Malimping.

Bimtek dihadiri wakil komisi VII DPR RI H Abdul Halim, SH, MM., Kasubdit Lemlitbang Daerah Kementistekdikti Rusmaniardini, SS, MM, peneliti BPTP Banten, dan jajaran pemerintah daerah dari mulai Kepala Desa,  Camat dan beberapa organisasi masyarakat.

Pelaksanaan bimtek ini merupakan kerjasama Badan Litbang Pertanian dan Pusat Unggulan Inovasi Daerah Kemenristekdikti serta dukungan dari DPR RI komisi VII setta pemerintah daerah Provinsi Banten.

Materi yang disampaikan dari narasumber BB Padi meliputi tiga aspek yaitu perbenihan dan sertifikasi,  teknologi budidaya padi, dan teknik pengendlaian hama penyakit padi.

Lebih lanjut Kepala BB Padi menambahkan "bahwa tingat produktivitas nasional saat ini berkisar 5,2 t/ha GKG, sehingga masih ada ketimpangan antara hasil inovasi dengan cara budidaya yang diterapkan petani. Untuk itu, bimtek ini sekaligus untuk memediasi antara pengguna dengan penghasil inovasi".

"Kami bersama-sama seluruh jajaran dari Kementan dan Kemenristekdikti memandang penting karena banyak sekali hasil-hasil penelitian yang bisa diterapkan oleh petani dilapangan dalam rangka untuk meningkatkan produktivitas. Khusus untuk wilayah Lebak Banten, pemilihan teknologi yg spesifik lokasi bisa menjadi bahan pertimbangan, pungkas Priatna.

Luas lahan sawah Kabupaten Lebak 49.677 ha, selama ini varietas yang ditanam varietas Cihetang. Untuk meningkatkan produksi dan pendapatan petani, BB padi memberikan bantuan benih varietas Inpari 32 kelas SS sebanyak 600 kg kepada petani peserta bimtek. Diharapkan dengan adanya benih baru tersebut  bisa segera diimplementasikan dilapangan dan menularkan ilmu kepada petani-petani lain di daerahnya masing2. (Shr)

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi