Jepang Sambut Baik Pengembangan Beras Tarabas di Indonesia

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian terus berupaya untuk menghasilkan inovasi pertanian untuk mendukung program pembangunan pertanian nasional. Salah satunya adalah menghasilkan padi varietasi khusus tipe Japonica.

Pada tahun 2017, Kementerian Pertanian telah melepas padi tipe Japonica varietas Tarabas, hasil kerjasama Badan Litbang Pertanian dengan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.

Dalam pertemuan informal terkait pengembangan padi Tarabas di Indonesai , pada Senin, (03/08) di ruang rapat Sekretariat Balitbangtan dihadiri wakil Kepala LIPI, Sekretaris Balitbangtan Dr. Prama Yufdi, Kepala Puslitbangtan, Kepala Puslitbanghorti, peneliti BB Padi dan Balitsa, serta pengusaha dari Jepang.

“Kehadiran varietas Tarabas, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik terhadap beras Japonica untuk mendukung program pemerintah dalam menekan impor beras khusus ke Indonesia”, ungkap Prama

Ditambahkan, terkait permintaan beras khusus saat ini cenderung meningkat hal ini disebabkan semakin meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. “volume impor beras khusus ke Indonesia cukup tinggi.untuk itu dalam rangka menekan impor beras khusus, dibutuhkan terobosan teknologi di dalam negeri yang mampu menghasilkan produk beras khusus. Tentu saja varietas tersebut harus didukung dengan teknik budadaya, pengendalian OPT, dan pasca panen yang baik, tambah Prama (Senin/03/08).

Pengusaha dari Jepang menyambut baik terobosan Balitbangtan yang telah menghasilkan varietas padi Tarabas dan mereka berminat untuk melihat langsung perkembangan penyebaran varietas tersebut di Indonesia.

Varietas Tarabas memiliki kadar amilosa yang rendah (17%) dan tergolong sebagai sticky rice sehingga nasinya dapat disantap dengan menggunakan sumpit. Keunggulan lain dari varietas ini adalahtahan terhadap beberapa ras penyakit blas dan agak tahan penyakit tungro, dua penyakit penting yang sering mengganggu pertanaman padi sawah. Namun demikian varietas ini juga masih memiliki kelemahan khususnya di ketahanannya terhadap wereng batang coklat dan hawar daun bakteri (kresek), sehingga pengendalian terhadap kedua OPT tersebut di pertanaman varietas Tarabas harus optimal. Badan Litbang Pertanian saat ini terus berupaya untuk memperbaiki ketahanan varietas Tarabas ini dengan menyilangkannya dengan varietas-varietas unggul lain yang lebih tahan. Karakter padi tarabas ini yaitu: hasil 4-5 t/ha, kadar amilosa 17,73%, dan tingkat kepulenan sangat pulen (tipe beras japonica).

Tarabas merupakan tipe Japonica yang berasal dari daerah subtropis dan dibudidayakan pada musim panas. Untuk itu pemilihan daerah kesesuaian budidaya Tarabas perlu mendapat pertimbangan yang intensif. (DH/Shr)

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2018
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 1
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 2

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Keunggulan Varietas Tarabas
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini783
Hari kemarin2387
Minggu ini5463
Bulan ini37235
Jumlah Pengunjung1747238
Online sekarang
57

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Jepang Sambut Baik Pengembangan Beras Tarabas di Indonesia

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian terus berupaya untuk menghasilkan inovasi pertanian untuk mendukung program pembangunan pertanian nasional. Salah satunya adalah menghasilkan padi varietasi khusus tipe Japonica.

Pada tahun 2017, Kementerian Pertanian telah melepas padi tipe Japonica varietas Tarabas, hasil kerjasama Badan Litbang Pertanian dengan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.

Dalam pertemuan informal terkait pengembangan padi Tarabas di Indonesai , pada Senin, (03/08) di ruang rapat Sekretariat Balitbangtan dihadiri wakil Kepala LIPI, Sekretaris Balitbangtan Dr. Prama Yufdi, Kepala Puslitbangtan, Kepala Puslitbanghorti, peneliti BB Padi dan Balitsa, serta pengusaha dari Jepang.

“Kehadiran varietas Tarabas, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik terhadap beras Japonica untuk mendukung program pemerintah dalam menekan impor beras khusus ke Indonesia”, ungkap Prama

Ditambahkan, terkait permintaan beras khusus saat ini cenderung meningkat hal ini disebabkan semakin meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. “volume impor beras khusus ke Indonesia cukup tinggi.untuk itu dalam rangka menekan impor beras khusus, dibutuhkan terobosan teknologi di dalam negeri yang mampu menghasilkan produk beras khusus. Tentu saja varietas tersebut harus didukung dengan teknik budadaya, pengendalian OPT, dan pasca panen yang baik, tambah Prama (Senin/03/08).

Pengusaha dari Jepang menyambut baik terobosan Balitbangtan yang telah menghasilkan varietas padi Tarabas dan mereka berminat untuk melihat langsung perkembangan penyebaran varietas tersebut di Indonesia.

Varietas Tarabas memiliki kadar amilosa yang rendah (17%) dan tergolong sebagai sticky rice sehingga nasinya dapat disantap dengan menggunakan sumpit. Keunggulan lain dari varietas ini adalahtahan terhadap beberapa ras penyakit blas dan agak tahan penyakit tungro, dua penyakit penting yang sering mengganggu pertanaman padi sawah. Namun demikian varietas ini juga masih memiliki kelemahan khususnya di ketahanannya terhadap wereng batang coklat dan hawar daun bakteri (kresek), sehingga pengendalian terhadap kedua OPT tersebut di pertanaman varietas Tarabas harus optimal. Badan Litbang Pertanian saat ini terus berupaya untuk memperbaiki ketahanan varietas Tarabas ini dengan menyilangkannya dengan varietas-varietas unggul lain yang lebih tahan. Karakter padi tarabas ini yaitu: hasil 4-5 t/ha, kadar amilosa 17,73%, dan tingkat kepulenan sangat pulen (tipe beras japonica).

Tarabas merupakan tipe Japonica yang berasal dari daerah subtropis dan dibudidayakan pada musim panas. Untuk itu pemilihan daerah kesesuaian budidaya Tarabas perlu mendapat pertimbangan yang intensif. (DH/Shr)

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi