LTT Babel: Bergerilya Memberdayakan Lahan Agar Produktif

Menyikapi mahalnya harga beras, sebagai  dampak belum tercukupinya kebutuhan beras oleh produksi sendiri, petani merespon positif program Upaya khusus  Peningkatan produksi Padi, Jagung dan Kedele (Upsus Pajale) di provinsi kepulauan Babel.

Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Juru Mudi yang berlokasi di Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka melakukan gerakan tanam bersama pada hamparan 153 ha sebagai bukti komitmen petani untuk bisa meningkatkan produksi padi dan pendapatan di lahannya.(29/8/2018)

Gerakan tanam bersama dihadiri oleh Pj Upsus Pusat untuk Babel Dr. Priatna Sasmita, Kepala BPTP Babel Dr. Wahyu Wibawa,  para peneliti BB Padi, peneliti dan penyuluh BPTP Babel,  serta poktan setempat.

Ketua Gapoktan, Rojani berharap, kawasan Gapoktan ini menjadi percontohan sawah modern di provinsi kepulauan Babel.

Petani di daerah ini bertanam di lahan bekas hutan yang dibuka tahun 2016. Secara alami, kesuburan tanah masih menjadi masalah dengan masih tingginya tingkat keracunan lahan oleh kandungan garam serta kemasaman tanah. Namun tekat petani untuk memberdayakan lahan agar selalu produktif harus terus didukung.

Berdasarkan data Upsus 2017,  produksi Gabah Kering Giling (GKG) Babel sebanyak 35.090 ton atau setara dengan 21.054 ton beras (rendemen 60%), dengan asumsi penduduk Babel 2017 sebanyak 1.400.000 jiwa dan kebutuhan beras per kapita pertahun 105 kg,  Babel membutuhkan beras sebanyak 147.000.000 kg (147.000 ton). Dengan demikian produksi beras Babel baru mencukupi sekitar 14,28% nya.

Peningkatan produksi beras untuk swasembada di Babel merupakan tantangan besar, mengingat luas lahan yang siap ditanami masih terbatas dan produktivitas masih rendah (< 3 t/ha). Untuk berswasembada Babel memerlukan sebanyak 147.000 ton beras atau setara 245.000 ton GKG. Dengan asumsi provitas 3 t/ha, maka babel memerlukan tanam padi seluas 82.000 ha.

Untuk itu strategi peningkatan produksi melalui peningkatan Luas Tambah Tanam dan produktivitas masih memerlukan kerja keras pemerintah bersama petani di Babel

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2018
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 1
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 2

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Keunggulan Varietas Tarabas
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini872
Hari kemarin2387
Minggu ini5552
Bulan ini37324
Jumlah Pengunjung1747327
Online sekarang
38

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

LTT Babel: Bergerilya Memberdayakan Lahan Agar Produktif

Menyikapi mahalnya harga beras, sebagai  dampak belum tercukupinya kebutuhan beras oleh produksi sendiri, petani merespon positif program Upaya khusus  Peningkatan produksi Padi, Jagung dan Kedele (Upsus Pajale) di provinsi kepulauan Babel.

Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Juru Mudi yang berlokasi di Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka melakukan gerakan tanam bersama pada hamparan 153 ha sebagai bukti komitmen petani untuk bisa meningkatkan produksi padi dan pendapatan di lahannya.(29/8/2018)

Gerakan tanam bersama dihadiri oleh Pj Upsus Pusat untuk Babel Dr. Priatna Sasmita, Kepala BPTP Babel Dr. Wahyu Wibawa,  para peneliti BB Padi, peneliti dan penyuluh BPTP Babel,  serta poktan setempat.

Ketua Gapoktan, Rojani berharap, kawasan Gapoktan ini menjadi percontohan sawah modern di provinsi kepulauan Babel.

Petani di daerah ini bertanam di lahan bekas hutan yang dibuka tahun 2016. Secara alami, kesuburan tanah masih menjadi masalah dengan masih tingginya tingkat keracunan lahan oleh kandungan garam serta kemasaman tanah. Namun tekat petani untuk memberdayakan lahan agar selalu produktif harus terus didukung.

Berdasarkan data Upsus 2017,  produksi Gabah Kering Giling (GKG) Babel sebanyak 35.090 ton atau setara dengan 21.054 ton beras (rendemen 60%), dengan asumsi penduduk Babel 2017 sebanyak 1.400.000 jiwa dan kebutuhan beras per kapita pertahun 105 kg,  Babel membutuhkan beras sebanyak 147.000.000 kg (147.000 ton). Dengan demikian produksi beras Babel baru mencukupi sekitar 14,28% nya.

Peningkatan produksi beras untuk swasembada di Babel merupakan tantangan besar, mengingat luas lahan yang siap ditanami masih terbatas dan produktivitas masih rendah (< 3 t/ha). Untuk berswasembada Babel memerlukan sebanyak 147.000 ton beras atau setara 245.000 ton GKG. Dengan asumsi provitas 3 t/ha, maka babel memerlukan tanam padi seluas 82.000 ha.

Untuk itu strategi peningkatan produksi melalui peningkatan Luas Tambah Tanam dan produktivitas masih memerlukan kerja keras pemerintah bersama petani di Babel

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi