Cilacap Sukses Panen Padi 10 Ton/Hektar

Wakil Menteri Pertanian, Dr. Rusman Heriawan mengapresiasi kinerja para petani di Kabupaten Cilacap, khususnya di   Desa Bojong, Kecamatan Kawunganten terkait dengan keberhasilan program Gerakan Tanam Serentak 1000 Hektar di Kawasan Ini.

Hari ini, saya sangat berbahagia, paling tidak bisa ikut memanen padi bersama Gubernur dan Bupati. Harus jujur kita mengatakan bahwa ini salah satu program penanaman padi yang sangat berhasil, katanya.

Sebagaimana diketahui, pada program Tanam Serentak ini, petani di Cilacap mampu memanen padi inpari hingga 10 – 11 ton per hektar. Hasil ini lebih tinggi dari rata – rata panen padi nasional yang hanya sebanya 5 ton/ hektar.  Apalagi kalai dilihat Kabupaten Cilacap memiliki lahan paling luas di Jawa Tengah yakni sekitar 63.000 hektar lebih. Jadi, kita sayang sekali dengan Cilacap karena turut berkontribusi dalam produksi beras, katanya.

Terkait dengan itu, pemerintah berupaya untuk menjadikan Cilacap sebagai sebagai kawasan percontohan dalam hal manajemen pertanian. Ini (Desa Bojong, red.) bersama Kabupaten Grobogan (Jateng) akan dijadikan percontohan manajemen karena modalnya sudah ada, gerakan tanam serentak, panen serentak. Nanti akan dikemas dalam manajemen yang sama, farming. Jadi, nantinya jika perlu bibit bisa bersama-sama, panen bersama-sama sehingga dalam penanganan persoalan seperti hama dapat dilakukan bersama-sama, katanya.

Wamentan menjelaskan hingga saat ini Jawa Tengah memiliki kontribusi luar biasa dalam memenuhi target-target produksi pertanian secara nasional. Bahkan produksi padinya paling tinggi karena hampir mendekati 9 persen, padahal nasional hanya 5 persen.

Ini konsisten dilakukan dalam lima tahun terakhir. Saya atas nama Kementerian Pertanian menyampaikan terima kasih kepada Jawa Tengah, katanya.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan bahwa kawasan Cilacap sangat cocok ditanami padi jenis inpari sehingga hasil padinya maksimal dimana dari hasil ubinan, dalam satu hektar mampu menghasilkan 10 – 11 ton padi. Kepada para petani di Cilacap mari kita manfaatkan lahan ini dengan sebaik – baiknya dengan menanam padi jenis inpari untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, katanya.

Sumber Berita : Sekretariat Jenderal

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini631
Hari kemarin2229
Minggu ini2860
Bulan ini19485
Jumlah Pengunjung1067832
Online sekarang
35

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Cilacap Sukses Panen Padi 10 Ton/Hektar

Wakil Menteri Pertanian, Dr. Rusman Heriawan mengapresiasi kinerja para petani di Kabupaten Cilacap, khususnya di   Desa Bojong, Kecamatan Kawunganten terkait dengan keberhasilan program Gerakan Tanam Serentak 1000 Hektar di Kawasan Ini.

Hari ini, saya sangat berbahagia, paling tidak bisa ikut memanen padi bersama Gubernur dan Bupati. Harus jujur kita mengatakan bahwa ini salah satu program penanaman padi yang sangat berhasil, katanya.

Sebagaimana diketahui, pada program Tanam Serentak ini, petani di Cilacap mampu memanen padi inpari hingga 10 – 11 ton per hektar. Hasil ini lebih tinggi dari rata – rata panen padi nasional yang hanya sebanya 5 ton/ hektar.  Apalagi kalai dilihat Kabupaten Cilacap memiliki lahan paling luas di Jawa Tengah yakni sekitar 63.000 hektar lebih. Jadi, kita sayang sekali dengan Cilacap karena turut berkontribusi dalam produksi beras, katanya.

Terkait dengan itu, pemerintah berupaya untuk menjadikan Cilacap sebagai sebagai kawasan percontohan dalam hal manajemen pertanian. Ini (Desa Bojong, red.) bersama Kabupaten Grobogan (Jateng) akan dijadikan percontohan manajemen karena modalnya sudah ada, gerakan tanam serentak, panen serentak. Nanti akan dikemas dalam manajemen yang sama, farming. Jadi, nantinya jika perlu bibit bisa bersama-sama, panen bersama-sama sehingga dalam penanganan persoalan seperti hama dapat dilakukan bersama-sama, katanya.

Wamentan menjelaskan hingga saat ini Jawa Tengah memiliki kontribusi luar biasa dalam memenuhi target-target produksi pertanian secara nasional. Bahkan produksi padinya paling tinggi karena hampir mendekati 9 persen, padahal nasional hanya 5 persen.

Ini konsisten dilakukan dalam lima tahun terakhir. Saya atas nama Kementerian Pertanian menyampaikan terima kasih kepada Jawa Tengah, katanya.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan bahwa kawasan Cilacap sangat cocok ditanami padi jenis inpari sehingga hasil padinya maksimal dimana dari hasil ubinan, dalam satu hektar mampu menghasilkan 10 – 11 ton padi. Kepada para petani di Cilacap mari kita manfaatkan lahan ini dengan sebaik – baiknya dengan menanam padi jenis inpari untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, katanya.

Sumber Berita : Sekretariat Jenderal

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi