SPOT STOP

MARI KITA LAKSANAKAN INPRES TENTANG GERAKAN MELAWAN HAMA

Balai Besar Penelitian Padi kembali menyelenggarakan Workshop Pembuatan Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk Pengendalian Wereng Cokelat dan Hama Penyakit Utama Padi yang ketiga di gedung Bhineka Korpri, Lamongan Jawa Timur, pada tanggal 20 April 2011. Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama Balai Besar Penelitian Padi dengan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Pemerintah Daerah Jawa Timur dan mitra kerjasama swasta. Workshop ini merupakan workshop terakhir yang dilaksanakan di wilayah Pulau Jawa.

Dirjen Tanaman Pangan, Ir. Udoro Kasih Anggoro, M.MT, mengemukakan bahwa Petani bersama pemerintah harus mempunyai semangat yang sama untuk menghentikan penyebaran wereng coklat dengan semboyan: "Spot Stop". Selanjutnya, Udoro Kasih juga menyampaikan bahwa untuk mempertahankan ketahanan pangan, perlu diterapkan 4 strategi. Pertama, perluasan areal tanam untuk meningkatkan produktifitas yang semula 5,1 menjadi 5,3. Kedua, pengamanan produksi dengan cara menurunkan serangan OPT dan menurunkan kehilangan hasil. Ketiga, penguatan kelembagaan petani dan pembiayaan untuk petani. Keempat,  penguatan produktifitas melalui varietas yang sesuai dengan kondisi lahan di wilayah setempat, sehingga mampu meningkatakan produksi sebesar 0,3 kwintal per hektar.

"Melalui strategi tersebut maka upaya surplus sebesar 70,6 Juta ton GKG akan menjadi kenyataan, sekaligus sebagai upaya terobosan awal dalam melaksanakan instruksi presiden tentang: Gerakan Lawan Hama. Mari kita terjemahkan dengan langkah nyata sebaik-baiknya," tegas Dirjen.

Kepala BB Padi, DR. Made Jana Mejaya, M.Sc., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan terakhir setelah sebelumnya telah dilaksanakan di Tegalgondo, Solo, Jawa Tengah, pada tanggal 31 Maret 2011. Kegiatan ini dihadiri 7 kabupaten/kota, perwakilan dari keresidenan Surakarta.  Kemudian kegiatan selanjutnya dilakasanakan di Sukamandi, pada tanggal 12 April 2011, yang dihadiri oleh 10 kabupaten dari Jawa Barat dan Banten.

Sedangkan kegiatan yang diselenggarakan di Lamongan dihadiri oleh 15 kabupaten Jawa Timur dimana kabupaten tersebut mengalami serangan hama wereng. Dipilihnya Lamongan sebagai tempat kegiatan, lanjut Made, karena Lamongan merupakan salah satu kabupaten yang wilayahnya cukup parah diserang oleh wereng coklat.

Respon atas RTL ini cukup baik, diantaranya ditunjukkan oleh Gubernur Jawa Tengah dengan menyuplai 40 ton bibit kepada petani. Dengan adanya RTL, kegiatan ini diharapkan  mampu bermanfaat bagi petani dan mampu mengamankan produksi beras nasional.

15 kabupaten yang dilibatkan dalam Rencana Tindak Lanjut (PRTL) ialah: Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Gresik, Kabupaten Jember, Kabupaten Kediri, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Tuban dan Kabupaten Tulungagung.

Dalam pemaparannya, Ir. Wibowo Eko Putro, M.MT, selaku Kepala Dinas Tanaman Pangan Provinsi Jawa Timur, berharap bisa melaksanakan Inpres No. 5 tahun 2011 tentang Bantuan Penanggulangan Padi Puso. Adanya laporan yang menyebutkan bahwa pada  tahun2010, sekitar 21 ribu ha mengalami puso. Penyebab kegagalan tersebut disebabkan oleh banjir dan kekeringan. Selanjutnya, Wibowo menyatakan bahwa peran Jawa Timur dalam pengadaan beras nasional yaitu sebesar 17%. Oleh karena itu, menurut para petani, Jawa Timur perlu survive dalam melawan organisme pengganggu tanaman (OPT).

"Dalam penerapan Kepres No. 5 tahun 2011, bukan penggantiannya yang diharapkan melainkan bagaimana melindungi petani dalam mempertahankan produksi pertanian," lanjut Wibowo. Penerapan ini dapat dilakasanakan, khususnya oleh Pemkab Lamongan sebagaimana disampaikan oleh Wakil Bupati Lamongan, Drs Amar Saifudin, MM.  Lamongan siap bersinergi dalam pelaksanaan RTL. Oleh karena itu, Pemkab Lamongan berusaha memperbaki infrastruktur pertanian berupa pembangunan jalan, perbaikan irigasi serta perbaikan sarana pertanian lainnya. Kegiatan ini dihadiri pula oleh Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Ir. Erma Budianto serta kepala dinas pertanian dari 15 kabupaten di Jatim beserta jajarannya dan mitra swasta.

 Prof. Dr. Baehaki Suherlan Effendi didampingi kepala BB Padi sedang menjelaskan  cara pengendalian hama wereng coklat kepada Dirjen Tanaman Pangan dan Wakil Bupati Lamongan

 

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1
Laporan Tahunan 2014

Booklet, Leaflet, Poster

Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015
Poster Inpari 13
Poster Inpari 10

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia
Teknologi Jarwo Super untuk Kedaulatan Pangan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini498
Hari kemarin839
Minggu ini2807
Bulan ini29879
Jumlah Pengunjung779519
Online sekarang
27

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

SPOT STOP

MARI KITA LAKSANAKAN INPRES TENTANG GERAKAN MELAWAN HAMA

Balai Besar Penelitian Padi kembali menyelenggarakan Workshop Pembuatan Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk Pengendalian Wereng Cokelat dan Hama Penyakit Utama Padi yang ketiga di gedung Bhineka Korpri, Lamongan Jawa Timur, pada tanggal 20 April 2011. Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama Balai Besar Penelitian Padi dengan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Pemerintah Daerah Jawa Timur dan mitra kerjasama swasta. Workshop ini merupakan workshop terakhir yang dilaksanakan di wilayah Pulau Jawa.

Dirjen Tanaman Pangan, Ir. Udoro Kasih Anggoro, M.MT, mengemukakan bahwa Petani bersama pemerintah harus mempunyai semangat yang sama untuk menghentikan penyebaran wereng coklat dengan semboyan: "Spot Stop". Selanjutnya, Udoro Kasih juga menyampaikan bahwa untuk mempertahankan ketahanan pangan, perlu diterapkan 4 strategi. Pertama, perluasan areal tanam untuk meningkatkan produktifitas yang semula 5,1 menjadi 5,3. Kedua, pengamanan produksi dengan cara menurunkan serangan OPT dan menurunkan kehilangan hasil. Ketiga, penguatan kelembagaan petani dan pembiayaan untuk petani. Keempat,  penguatan produktifitas melalui varietas yang sesuai dengan kondisi lahan di wilayah setempat, sehingga mampu meningkatakan produksi sebesar 0,3 kwintal per hektar.

"Melalui strategi tersebut maka upaya surplus sebesar 70,6 Juta ton GKG akan menjadi kenyataan, sekaligus sebagai upaya terobosan awal dalam melaksanakan instruksi presiden tentang: Gerakan Lawan Hama. Mari kita terjemahkan dengan langkah nyata sebaik-baiknya," tegas Dirjen.

Kepala BB Padi, DR. Made Jana Mejaya, M.Sc., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan terakhir setelah sebelumnya telah dilaksanakan di Tegalgondo, Solo, Jawa Tengah, pada tanggal 31 Maret 2011. Kegiatan ini dihadiri 7 kabupaten/kota, perwakilan dari keresidenan Surakarta.  Kemudian kegiatan selanjutnya dilakasanakan di Sukamandi, pada tanggal 12 April 2011, yang dihadiri oleh 10 kabupaten dari Jawa Barat dan Banten.

Sedangkan kegiatan yang diselenggarakan di Lamongan dihadiri oleh 15 kabupaten Jawa Timur dimana kabupaten tersebut mengalami serangan hama wereng. Dipilihnya Lamongan sebagai tempat kegiatan, lanjut Made, karena Lamongan merupakan salah satu kabupaten yang wilayahnya cukup parah diserang oleh wereng coklat.

Respon atas RTL ini cukup baik, diantaranya ditunjukkan oleh Gubernur Jawa Tengah dengan menyuplai 40 ton bibit kepada petani. Dengan adanya RTL, kegiatan ini diharapkan  mampu bermanfaat bagi petani dan mampu mengamankan produksi beras nasional.

15 kabupaten yang dilibatkan dalam Rencana Tindak Lanjut (PRTL) ialah: Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Gresik, Kabupaten Jember, Kabupaten Kediri, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Tuban dan Kabupaten Tulungagung.

Dalam pemaparannya, Ir. Wibowo Eko Putro, M.MT, selaku Kepala Dinas Tanaman Pangan Provinsi Jawa Timur, berharap bisa melaksanakan Inpres No. 5 tahun 2011 tentang Bantuan Penanggulangan Padi Puso. Adanya laporan yang menyebutkan bahwa pada  tahun2010, sekitar 21 ribu ha mengalami puso. Penyebab kegagalan tersebut disebabkan oleh banjir dan kekeringan. Selanjutnya, Wibowo menyatakan bahwa peran Jawa Timur dalam pengadaan beras nasional yaitu sebesar 17%. Oleh karena itu, menurut para petani, Jawa Timur perlu survive dalam melawan organisme pengganggu tanaman (OPT).

"Dalam penerapan Kepres No. 5 tahun 2011, bukan penggantiannya yang diharapkan melainkan bagaimana melindungi petani dalam mempertahankan produksi pertanian," lanjut Wibowo. Penerapan ini dapat dilakasanakan, khususnya oleh Pemkab Lamongan sebagaimana disampaikan oleh Wakil Bupati Lamongan, Drs Amar Saifudin, MM.  Lamongan siap bersinergi dalam pelaksanaan RTL. Oleh karena itu, Pemkab Lamongan berusaha memperbaki infrastruktur pertanian berupa pembangunan jalan, perbaikan irigasi serta perbaikan sarana pertanian lainnya. Kegiatan ini dihadiri pula oleh Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Ir. Erma Budianto serta kepala dinas pertanian dari 15 kabupaten di Jatim beserta jajarannya dan mitra swasta.

 Prof. Dr. Baehaki Suherlan Effendi didampingi kepala BB Padi sedang menjelaskan  cara pengendalian hama wereng coklat kepada Dirjen Tanaman Pangan dan Wakil Bupati Lamongan

 

Berita Terbaru

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Info Teknologi | 21-06-2017 | Hits:230

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Info Teknologi | 20-06-2017 | Hits:249

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Type Ketahanan Tanaman

Info Teknologi | 29-05-2017 | Hits:879

Type Ketahanan Tanaman

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi