Pompanisasi di Kebun Percobaan Pusakanagara

Kebun Percobaan (KP) Pusakanagara berlokasi  di Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, tidak jauh dari perbatasan antara Kabupaten Subang dengan Kabupaten Indramayu. Bernaung dibawah Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.  Kebun percobaan ini memiliki luas lahan 47 ha, yang terdiri dari 37,5 ha lahan sawah efektif dan sisanya  emplasemen,  bangunan kantor, lantai jemur, dan lain-lain.

Tugas pokok dan fungsi setiap kebun percobaan lingkup BB Padi hampir sama dan saat ini kebun percobaan  melaksanakan kegiatan penelitian, display varietas, diseminasi produksi benih sumber,  dan sistem integrasi padi ternak.

Kegiatan pertanaman  dilaksanakan  dua kali tanam dalam satu tahun dan  kendala saat musim kemarau selalu mengalami  kekurangan air.  Keterbatasan air irigasi tersebut dikarenakan ada sistem pembagian air secara bergiliran dari saluran sekunder  Perum Jasa Tirta dan air yang masuk ke areal tidak bisa terbagi secara merata.  Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah tersebut sejak lima tahun terakhir selalu melakukan sistem pompanisasi.

Menurut  Ir. Aman Rasna selaku Kepala KP. Pusakanagara, “saat musim kemarau tiba, semua tenaga kami kerahkan, pompanisasi tidak bisa kami hindari, dan kegiatan tanam seluas 37,5 ha tetap harus berjalan, selain itu pemerataan air seluruh lahan harus diatur dengan baik,  sehingga kami membangun jaringan irigasi seperti yg ada saat ini." kata Aman.

Sistem pompanisasi yang ada saat ini belum sempurna dan perlu pengembangan lebih lanjut agar jaringan air bisa lancar dan lebih memudahkan dalam pendistribusian air ke seluruh areal.

Mesin pompa yang ada saat ini sebanyak 3 unit yang terdiri dari satu unit pompa aksial yang dibiayai dari program SMARTD dan 2 unit mesin diesel.  Untuk menjaga agar mesin pompa tetap bekerja dengan baik, masing-masing pompa dioperasikan maksimal selama 8 jam nonstop pada siang hari dan dilanjutkan 8 jam pada malam hari.

Aman menambahkan. "Kemampuan dari ke 3 unit pompa tersebut sehari semalam dapat mengairi lahan seluas 3 ha jika kondisi lahan masih basah, tetapi apabila lahan sangat kering dan terlihat retak- retak kemampuan mengairi hanya 1 ha, jadi dapat dibayangkan berapa jam kami harus mengairi sawah dalam satu musim,” demikian tambah Aman Rasna.

Dengan memanfaatkan pompa yang ada dan terbatasya air, kondisi pertanaman saat ini umurnya beragam dan  varietas yang ditanam Inpari 30, Inpari 32, Inpari 33, Inpari 42, Tarabas dan Mekongga.  Monitoring dan pengendalian hama penyakit selalu dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi ledakan serangan hama penyakit.

Kegiatan display varietas unggul baru dilaksanakan setiap musim, hal ini untuk memudahkan para petani dan pengguna   mendapatkan informasi tentang perpadian hasil inovasi Balitbangtan.(Shr)

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini951
Hari kemarin1625
Minggu ini13370
Bulan ini29995
Jumlah Pengunjung1078342
Online sekarang
25

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Pompanisasi di Kebun Percobaan Pusakanagara

Kebun Percobaan (KP) Pusakanagara berlokasi  di Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, tidak jauh dari perbatasan antara Kabupaten Subang dengan Kabupaten Indramayu. Bernaung dibawah Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.  Kebun percobaan ini memiliki luas lahan 47 ha, yang terdiri dari 37,5 ha lahan sawah efektif dan sisanya  emplasemen,  bangunan kantor, lantai jemur, dan lain-lain.

Tugas pokok dan fungsi setiap kebun percobaan lingkup BB Padi hampir sama dan saat ini kebun percobaan  melaksanakan kegiatan penelitian, display varietas, diseminasi produksi benih sumber,  dan sistem integrasi padi ternak.

Kegiatan pertanaman  dilaksanakan  dua kali tanam dalam satu tahun dan  kendala saat musim kemarau selalu mengalami  kekurangan air.  Keterbatasan air irigasi tersebut dikarenakan ada sistem pembagian air secara bergiliran dari saluran sekunder  Perum Jasa Tirta dan air yang masuk ke areal tidak bisa terbagi secara merata.  Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah tersebut sejak lima tahun terakhir selalu melakukan sistem pompanisasi.

Menurut  Ir. Aman Rasna selaku Kepala KP. Pusakanagara, “saat musim kemarau tiba, semua tenaga kami kerahkan, pompanisasi tidak bisa kami hindari, dan kegiatan tanam seluas 37,5 ha tetap harus berjalan, selain itu pemerataan air seluruh lahan harus diatur dengan baik,  sehingga kami membangun jaringan irigasi seperti yg ada saat ini." kata Aman.

Sistem pompanisasi yang ada saat ini belum sempurna dan perlu pengembangan lebih lanjut agar jaringan air bisa lancar dan lebih memudahkan dalam pendistribusian air ke seluruh areal.

Mesin pompa yang ada saat ini sebanyak 3 unit yang terdiri dari satu unit pompa aksial yang dibiayai dari program SMARTD dan 2 unit mesin diesel.  Untuk menjaga agar mesin pompa tetap bekerja dengan baik, masing-masing pompa dioperasikan maksimal selama 8 jam nonstop pada siang hari dan dilanjutkan 8 jam pada malam hari.

Aman menambahkan. "Kemampuan dari ke 3 unit pompa tersebut sehari semalam dapat mengairi lahan seluas 3 ha jika kondisi lahan masih basah, tetapi apabila lahan sangat kering dan terlihat retak- retak kemampuan mengairi hanya 1 ha, jadi dapat dibayangkan berapa jam kami harus mengairi sawah dalam satu musim,” demikian tambah Aman Rasna.

Dengan memanfaatkan pompa yang ada dan terbatasya air, kondisi pertanaman saat ini umurnya beragam dan  varietas yang ditanam Inpari 30, Inpari 32, Inpari 33, Inpari 42, Tarabas dan Mekongga.  Monitoring dan pengendalian hama penyakit selalu dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi ledakan serangan hama penyakit.

Kegiatan display varietas unggul baru dilaksanakan setiap musim, hal ini untuk memudahkan para petani dan pengguna   mendapatkan informasi tentang perpadian hasil inovasi Balitbangtan.(Shr)

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi