Workshop Pengendalian Wereng coklat dan Hama Penyakit Utama Padi di BB Padi

Dr. Made Jana Mejaya - "Workshop wereng coklat ini harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh agar dapat menekan serangan WBC dan dapat mencapai target produksi padi nasional 70,6 juta Ton GKG"

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi pada Selasa, 12 April 2011 mengadakan workshop pengendalian wereng coklat dan hama penyakit utama padi, ini merupakan rencana tindak lanjut (RTL) penyelarasan data serangan hama dan penyakit serta fase pertumbuhan tanaman. Sebagai perwakilan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Ir. Erma Budianto, MS menyampaikan “ Harus dilaksanakan koordinasi dan kerjasama untuk mencapai target produksi padi nasional 70,6 Juta ton GKG pada 2011”. Hadir perwakilan lima kabupaten diantaranya Dinas Tanaman Pangan Cirebon, Subang, Purwakarta, Karawang, dan Indramayu. Dalam sambutannya Kepala BB Padi mengatakan “Workshop wereng coklat ini harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh agar dapat menekan serangan hama wereng coklat dan dapat mencapai target produksi padi nasional 70,6 Juta ton GKG pada 2011”. Selain itu Ka. Bid Tanaman Pangan Propinsi Jabar yang mewakili Kepala Dinas Pertanian Propinsi Jabar menyatakan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam workshop ini yaitu penerapan teknologi pangan di lapangan (pengairan, budidaya dan penanggulangan hama penyakit). Beliau berharap workshop ini dapat memberikan solusi untuk masalah pangan dan menjadi pendukung peningkatan produksi beras. Beliau juga menyampaikan perkembangan produksi pangan di Jawa Barat sangat banyak mengalami kemajuan. Sampai saat ini Jabar mempunyai nilai tertinggi dalam bidang tanaman pangan. Beliau menambahkan realisasi panen MT 2010/2011 sampai bulan Maret mencapai 822.000 kw/ha, dan rata-rata sudah mencapai 7 ton/ha.

Ir. Erma Budianto, MS mewakili Dirjen Tanaman Pangan menyampaikan bahwa tugas Dinas Tanaman Pangan ini sangat berat, dan oleh karena itu kita harus selalu berkoordinasi dan bekerjasama. dalam meningkatkan produksi beras di tahun 2011. Program peningkatan produksi beras harus dilakukan dengan penuh kesungguhan dengan meningkatkan teknologi untuk menangani hama penyakit utama padi. OPT (organisme penggangu tanaman) secara khusus dibahas dalam UU No. 5 tahun 2011 (yang ditandatangani pada tanggal 2 Maret 2011) tentang peningkatan produksi beras dan langkah-langkah kongkrit dalam penanganan anomali hama. Beliau menginformasikan bahwa pengamanan produksi beras menghadapi perubahan iklim ekstrim. Apabila petani gagal panen karena fenomena alam seperti banjir, OPT, atau kekeringan, pemerintah akan mengganti kerugian berupa benih, tenaga kerja, dan pupuk. Hal ini merupakan satu antisipasi pemerintah untuk petani yang gagal panen.

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1
Laporan Tahunan 2014

Booklet, Leaflet, Poster

Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015
Poster Inpari 13
Poster Inpari 10

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia
Teknologi Jarwo Super untuk Kedaulatan Pangan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini364
Hari kemarin687
Minggu ini1051
Bulan ini28123
Jumlah Pengunjung777763
Online sekarang
23

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Workshop Pengendalian Wereng coklat dan Hama Penyakit Utama Padi di BB Padi

Dr. Made Jana Mejaya - "Workshop wereng coklat ini harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh agar dapat menekan serangan WBC dan dapat mencapai target produksi padi nasional 70,6 juta Ton GKG"

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi pada Selasa, 12 April 2011 mengadakan workshop pengendalian wereng coklat dan hama penyakit utama padi, ini merupakan rencana tindak lanjut (RTL) penyelarasan data serangan hama dan penyakit serta fase pertumbuhan tanaman. Sebagai perwakilan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Ir. Erma Budianto, MS menyampaikan “ Harus dilaksanakan koordinasi dan kerjasama untuk mencapai target produksi padi nasional 70,6 Juta ton GKG pada 2011”. Hadir perwakilan lima kabupaten diantaranya Dinas Tanaman Pangan Cirebon, Subang, Purwakarta, Karawang, dan Indramayu. Dalam sambutannya Kepala BB Padi mengatakan “Workshop wereng coklat ini harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh agar dapat menekan serangan hama wereng coklat dan dapat mencapai target produksi padi nasional 70,6 Juta ton GKG pada 2011”. Selain itu Ka. Bid Tanaman Pangan Propinsi Jabar yang mewakili Kepala Dinas Pertanian Propinsi Jabar menyatakan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam workshop ini yaitu penerapan teknologi pangan di lapangan (pengairan, budidaya dan penanggulangan hama penyakit). Beliau berharap workshop ini dapat memberikan solusi untuk masalah pangan dan menjadi pendukung peningkatan produksi beras. Beliau juga menyampaikan perkembangan produksi pangan di Jawa Barat sangat banyak mengalami kemajuan. Sampai saat ini Jabar mempunyai nilai tertinggi dalam bidang tanaman pangan. Beliau menambahkan realisasi panen MT 2010/2011 sampai bulan Maret mencapai 822.000 kw/ha, dan rata-rata sudah mencapai 7 ton/ha.

Ir. Erma Budianto, MS mewakili Dirjen Tanaman Pangan menyampaikan bahwa tugas Dinas Tanaman Pangan ini sangat berat, dan oleh karena itu kita harus selalu berkoordinasi dan bekerjasama. dalam meningkatkan produksi beras di tahun 2011. Program peningkatan produksi beras harus dilakukan dengan penuh kesungguhan dengan meningkatkan teknologi untuk menangani hama penyakit utama padi. OPT (organisme penggangu tanaman) secara khusus dibahas dalam UU No. 5 tahun 2011 (yang ditandatangani pada tanggal 2 Maret 2011) tentang peningkatan produksi beras dan langkah-langkah kongkrit dalam penanganan anomali hama. Beliau menginformasikan bahwa pengamanan produksi beras menghadapi perubahan iklim ekstrim. Apabila petani gagal panen karena fenomena alam seperti banjir, OPT, atau kekeringan, pemerintah akan mengganti kerugian berupa benih, tenaga kerja, dan pupuk. Hal ini merupakan satu antisipasi pemerintah untuk petani yang gagal panen.

Berita Terbaru

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Info Teknologi | 21-06-2017 | Hits:214

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Info Teknologi | 20-06-2017 | Hits:223

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Type Ketahanan Tanaman

Info Teknologi | 29-05-2017 | Hits:861

Type Ketahanan Tanaman

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi