Kebun Percobaan Muara Bogor Full Mekanisasi

Kebun Percobaan (KP) Muara dibawah naungan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Badan Litbang Pertanian memiliki luas lahan 39,9 ha yang terdiri dari lahan sawah 22 ha, lahan kering 3 ha dan lainnya adalah implasemen.

Lahan seluas 25 ha dimanfaatkan sesuai dengan tupoksi kebun percobaan yaitu untuk penelitian, display varietas diseminasi hasil-hasil penelitian, produksi benih, agrowidyawisata, konservasi  tanaman dan ternak termasuk sistem integrasi padi ternak.

Keterbatasan tenaga kerja harian di KP Muara menjadi faktor utama sulitnya mencari tenaga kerja.

Kepala KP Dr. Agus Wahyana Anggara dalam wawancara melalui sambungan telpon mengatakan "KP Muara ini kebun yang ada di tengah kota Bogor sehingga sulit mencari tenaga kerja harian untuk bekerja sebagai buruh tani, sebagian masyarakat sekitar KP lebih tertarik ke industri rumahan membuat sendal dan sepatu, sopir angkutan online, dan lain-lain", demikian ungkap Agus

Ditambahkan bahwa sulitnya tenaga kerja ini menjadi alasan untuk bertani dengan cara modern yaitu mengganti tenaga kerja dengan alat mesin pertanian (alsin). Pada beberapa musim ini KP Muara melakukan uji coba dengan alsin pertanian dan terbukti lebih efektif. "Secara analisa usaha tani menggunakan alsin lebih menguntungkan", tambah Agus.

Awalnya perlu perjuangan yang cukup berat untuk melatih teknisi kebun menjadi operator alsin seperti penggunaan alat tanam transplanter, alat penyiang power weeder, alat panen mini combine harvester, dll. Namun berkat ketelatenan dan kesabaran, semua ini bisa berjalan dengan baik.

Hitung-hitungan kasar analisa usaha dengan alsin dari data setiap musim yg telah dilaksanakan, untuk tanam seluas 1 ha dengan transplanter cukup 1 hari dengan 1 operator dan 2 pembantu (angkut bibit dan sulam) jika dibanding dengan cara lama untuk luas lahan yang sama dibutuhkan 12 orang  selama  4 hari.

Sedangkan untuk panen seluas 1 ha dengan mini combine harvester tenaga kerja yang dibutuhkan  cukup 2 orang dengan rentang waktu 8-10 jam dan jika dibanding dengan cara konvensional dibutuhkan tenaga kerja sebanyak 12 orang selama 5 hari untuk luas lahan yang sama.

Pengendalian gulma dengan power weeder rutin dilakukan saat tanaman umur 7-10 hari.  Kegiatan di KP Muara saat ini yaitu panen MT 1 dan pengolahan tanah MT 2 untuk lahan sawah yang awalnya kurang dimanfaatkan secara maksimal.

Beberapa lembaga penelitian seperti BB Biogen, BB Pascapanen, BBSDLP, Balai Benih Induk, BALITKLIMAT, IPB, LIPI, BATAN, CIP (Lembaga Penelitian Ubijalar dan Kentang), dan BBMEKTAN melakukan penelitian di KP ini. (Shr)

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini279
Hari kemarin1841
Minggu ini279
Bulan ini48459
Jumlah Pengunjung966452
Online sekarang
29

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Kebun Percobaan Muara Bogor Full Mekanisasi

Kebun Percobaan (KP) Muara dibawah naungan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Badan Litbang Pertanian memiliki luas lahan 39,9 ha yang terdiri dari lahan sawah 22 ha, lahan kering 3 ha dan lainnya adalah implasemen.

Lahan seluas 25 ha dimanfaatkan sesuai dengan tupoksi kebun percobaan yaitu untuk penelitian, display varietas diseminasi hasil-hasil penelitian, produksi benih, agrowidyawisata, konservasi  tanaman dan ternak termasuk sistem integrasi padi ternak.

Keterbatasan tenaga kerja harian di KP Muara menjadi faktor utama sulitnya mencari tenaga kerja.

Kepala KP Dr. Agus Wahyana Anggara dalam wawancara melalui sambungan telpon mengatakan "KP Muara ini kebun yang ada di tengah kota Bogor sehingga sulit mencari tenaga kerja harian untuk bekerja sebagai buruh tani, sebagian masyarakat sekitar KP lebih tertarik ke industri rumahan membuat sendal dan sepatu, sopir angkutan online, dan lain-lain", demikian ungkap Agus

Ditambahkan bahwa sulitnya tenaga kerja ini menjadi alasan untuk bertani dengan cara modern yaitu mengganti tenaga kerja dengan alat mesin pertanian (alsin). Pada beberapa musim ini KP Muara melakukan uji coba dengan alsin pertanian dan terbukti lebih efektif. "Secara analisa usaha tani menggunakan alsin lebih menguntungkan", tambah Agus.

Awalnya perlu perjuangan yang cukup berat untuk melatih teknisi kebun menjadi operator alsin seperti penggunaan alat tanam transplanter, alat penyiang power weeder, alat panen mini combine harvester, dll. Namun berkat ketelatenan dan kesabaran, semua ini bisa berjalan dengan baik.

Hitung-hitungan kasar analisa usaha dengan alsin dari data setiap musim yg telah dilaksanakan, untuk tanam seluas 1 ha dengan transplanter cukup 1 hari dengan 1 operator dan 2 pembantu (angkut bibit dan sulam) jika dibanding dengan cara lama untuk luas lahan yang sama dibutuhkan 12 orang  selama  4 hari.

Sedangkan untuk panen seluas 1 ha dengan mini combine harvester tenaga kerja yang dibutuhkan  cukup 2 orang dengan rentang waktu 8-10 jam dan jika dibanding dengan cara konvensional dibutuhkan tenaga kerja sebanyak 12 orang selama 5 hari untuk luas lahan yang sama.

Pengendalian gulma dengan power weeder rutin dilakukan saat tanaman umur 7-10 hari.  Kegiatan di KP Muara saat ini yaitu panen MT 1 dan pengolahan tanah MT 2 untuk lahan sawah yang awalnya kurang dimanfaatkan secara maksimal.

Beberapa lembaga penelitian seperti BB Biogen, BB Pascapanen, BBSDLP, Balai Benih Induk, BALITKLIMAT, IPB, LIPI, BATAN, CIP (Lembaga Penelitian Ubijalar dan Kentang), dan BBMEKTAN melakukan penelitian di KP ini. (Shr)

Galeri Video

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi