Mensiasati Serangan Tungro di Lapangan dengan Tanam Serempak

Pemerintah mencanangkan program pemerintahnnya untuk mewujudkan swasembada pangan melalui Nawacita. Penjabaran nawacita diimplementasiken melalui kegiatan upaya khusus pencapaian swasembada pangan, mencanangkan kegiatan lebih terfokus, melalui perbaikan serta penciptaaan insfrastruktur pertanian serta pemberian bantuan kepada kelompok tani. 

Kegiatan upaya khusus pencapaian swasembada pangan yang saat ini dilaksanakan melalui kegiatan percepatan tanam serta luas tambah tanam (LTT) sejatinya merupakan usaha peningkatan produksi melalui perluasan jumlah tanam khususnya komoditas tanaman pangan strategis nasional yaitu padi, dengan harapan tambahan areal tanam memberikan kontribusi produksi yang signifikan. Luas tambah tanam atau petani lebih mengenal sebagai IP300 merupakan kegiatan pemerintah melalui kementerian pertanian yang menekankan kepada percepatan waktu tanam petani setelah panen langsung kembali menanam padi sehingga petani menanan padi dari sebelumnya dua kali dalam satu tahun menjadi tiga kali dalam setahun.

Kendala yang dihadapi dari kegiatan luas tambah tanam diantaranya yaitu serangan OPT yang sewaktu-waktu dapat menyerang pertanaman padi dikarenakan petani menanam diluar jadwal, ketika program luas tambah tanam digulirkan dimungkinkan adanya serangan hama dan penyakit sangat besar.

Kegiatan IP300 dilaksanakan sebagai upaya pemerintah mencapai swasembada pangan, konsekuensi dari adanya kegiatan tersebut yaitu serangan hama dan penyakit, oleh karena itu harus diantisipasi semaksimal mungkin salah satunya melalui penggunaan benih tahan serta tanama serempak. 

Tanam serempak mutlak dilakukan sebagai upaya meminimalisir dampak serangan hama/penyakit di pertanaman padi, dengan dilakukan tanam serempak dapat memutus rantai hidup serta makanan hama/ penyakit tanaman.  Umumnya hama penyakit menyerang pertanaman dan menularkan pada tanaman sekitar dikarenakan masih tersedia inang atau sumber penyakitnya. Pertanaman apabila diimbangi dengan pengendalian hama yang serentak maka rasio keberhasilan menekan populasi hama akan lebih tinggi.

Tanam serempak/serentak merupakan teknis budidaya terapan di petani sebagai upaya meminimalisir serangan hama penyakit tanaman. Kegiatan tenam serempak dilakukan dengan mengupayakan pertanaman ditanam seragam di lapangan dengan batas waktu tertentu.

Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 1
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Keunggulan Varietas Tarabas
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini2267
Hari kemarin2519
Minggu ini15898
Bulan ini57341
Jumlah Pengunjung1223944
Online sekarang
34

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Mensiasati Serangan Tungro di Lapangan dengan Tanam Serempak

Pemerintah mencanangkan program pemerintahnnya untuk mewujudkan swasembada pangan melalui Nawacita. Penjabaran nawacita diimplementasiken melalui kegiatan upaya khusus pencapaian swasembada pangan, mencanangkan kegiatan lebih terfokus, melalui perbaikan serta penciptaaan insfrastruktur pertanian serta pemberian bantuan kepada kelompok tani. 

Kegiatan upaya khusus pencapaian swasembada pangan yang saat ini dilaksanakan melalui kegiatan percepatan tanam serta luas tambah tanam (LTT) sejatinya merupakan usaha peningkatan produksi melalui perluasan jumlah tanam khususnya komoditas tanaman pangan strategis nasional yaitu padi, dengan harapan tambahan areal tanam memberikan kontribusi produksi yang signifikan. Luas tambah tanam atau petani lebih mengenal sebagai IP300 merupakan kegiatan pemerintah melalui kementerian pertanian yang menekankan kepada percepatan waktu tanam petani setelah panen langsung kembali menanam padi sehingga petani menanan padi dari sebelumnya dua kali dalam satu tahun menjadi tiga kali dalam setahun.

Kendala yang dihadapi dari kegiatan luas tambah tanam diantaranya yaitu serangan OPT yang sewaktu-waktu dapat menyerang pertanaman padi dikarenakan petani menanam diluar jadwal, ketika program luas tambah tanam digulirkan dimungkinkan adanya serangan hama dan penyakit sangat besar.

Kegiatan IP300 dilaksanakan sebagai upaya pemerintah mencapai swasembada pangan, konsekuensi dari adanya kegiatan tersebut yaitu serangan hama dan penyakit, oleh karena itu harus diantisipasi semaksimal mungkin salah satunya melalui penggunaan benih tahan serta tanama serempak. 

Tanam serempak mutlak dilakukan sebagai upaya meminimalisir dampak serangan hama/penyakit di pertanaman padi, dengan dilakukan tanam serempak dapat memutus rantai hidup serta makanan hama/ penyakit tanaman.  Umumnya hama penyakit menyerang pertanaman dan menularkan pada tanaman sekitar dikarenakan masih tersedia inang atau sumber penyakitnya. Pertanaman apabila diimbangi dengan pengendalian hama yang serentak maka rasio keberhasilan menekan populasi hama akan lebih tinggi.

Tanam serempak/serentak merupakan teknis budidaya terapan di petani sebagai upaya meminimalisir serangan hama penyakit tanaman. Kegiatan tenam serempak dilakukan dengan mengupayakan pertanaman ditanam seragam di lapangan dengan batas waktu tertentu.

Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Berita Terbaru

Dengan Inovasi, Lahan Kering Mampu Berproduksi Tinggi

Info Aktual | 01-02-2018 | Hits:983

Dengan Inovasi, Lahan Kering Mampu Berproduksi Tinggi

Padi Gogo Potensi Hasil Tinggi

Info Teknologi | 18-01-2018 | Hits:1515

Padi Gogo Potensi Hasil Tinggi

Padi  Lahan Kering Dataran Tinggi

Info Teknologi | 11-01-2018 | Hits:1520

Padi Lahan Kering Dataran Tinggi

Panen di Musim Paceklik

Berita Utama | 10-01-2018 | Hits:531

Panen di Musim Paceklik

Luas Panen Padi di Beberapa Wilayah

Berita Utama | 03-01-2018 | Hits:563

Luas Panen Padi di Beberapa Wilayah

Karakteristik Inpara 8 Agritan dan Inpara 9 Agritan

Info Teknologi | 02-01-2018 | Hits:611

Karakteristik Inpara 8 Agritan dan Inpara 9 Agritan

Inpara 8 dan Inpara 9, Dua Varietas Adaptif Rawa

Info Teknologi | 21-12-2017 | Hits:1116

Inpara 8 dan Inpara 9, Dua Varietas Adaptif Rawa

Menteri Pertanian Meluncurkan Varietas Unggul Baru

Info Aktual | 21-12-2017 | Hits:1452

Menteri Pertanian Meluncurkan Varietas Unggul Baru

Budidaya Organik dan Non-Organik Padi Terhadap Mutu

Info Teknologi | 16-12-2017 | Hits:1046

Budidaya Organik dan Non-Organik Padi Terhadap Mutu

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi