Minat Pengunjung Terhadap Benih Padi Yang di Tanam di Geltek Penas Sangat Tinggi

Penas XV yang diselenggarakan di Aceh pada tanggal 6-11 Mei 2017 membawa kesan tersendiri bagi penulis. Ditengah terik sinar matahari yang begitu panas, antusiasme pengunjung sangat tinggi. Mulai pagi hari sampai malam areal Gelar teknologi dan pameran di Stadion Harapan Bangsa selalu dipadati pengunjung.

Pengunjung Penas sangat beragam, tua muda semua menyatu di areal kegiatan Penas. Lokasi gelar teknologi (Geltek) Penas ke XV berada di sekitar Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, dengan elevasi 2 m dpl. Ada yang sengaja jalan-jalan sambil lihat-lihat pameran, ada yang hanya selfie-selfie di areal pertanaman. Namun tidak sedikit juga pengunjung yang datang dari berbagai propinsi untuk belajar mendapatkan ilmu baru tentang budidaya tanaman dan ternak.  Para penjual souvernir Penas ikut meramaikan kegiatan ini dengan menjajakan barang daganganya dipinggir sepanjang jalan. Tidak ada ruang kosong untuk berteduh, ada ruang sedikit teduh sudah dimanfaatkan para pedagang Kupi khas Aceh.

Segenggam malai padi akan kubawa dan tanam di tanah Papua

Siang setelah acara pembukaan berlangsung yang dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo, pengunjung semakin ramai berkunjung ke areal Gelar Teknologi. Pengunjung mencirikan antar rombongan kelompok tani dengan seragam baju batik, ID card dan kaos sesuai motif masing-masing daerah. Ditempat Penas inilah para petani, nelayan dari Sabang sampai Merauke menyatu diareal yang luasnya 10 - 12 ha.

Seluruh pengunjung diberi kemudahan untuk bertanya kepada petugas infoguide disetiap kluster. Ada kluster tanaman pangan, kluster peternakan, kluster hortikultura, dll. Setiap kluster telah disediakan saung yang cukup nyaman untuk diskusi sejenak sambil melepas lelah.

Antusiame pengunjung untuk belajar terlihat saat penulis berkunjung salah satu kluster yaitu dikluster tanaman pangan, tepatnya di areal pertanaman padi lahan kering. Pak Kasman Mukim atau yang lebih akrab dipanggil pak Kasman adalah anggota KTNA dari Belitung Timur dengan logat jawanya yang kental mengungkapkan bahwa “saya datang kesini dengan biaya yang mahal, kalau saya kesini ga belajar yang percumah. Kepada infoguide pak Kasman menanyakan ´Saya dengar ada tanaman padi ladang yang ditanam ditanah yang mengandung garam atau salinitas tinggi, apa bener tanamanya tumbuh?” ungkap Pak Kasman warga Transmigrasi yang telah menetap sebagai penduduk Belitung Timur ini selama 30 tahun. Perlu disampaikan bahwa lokasi geltek berdasarkan peta tanah tinjau NAD, jenis tanah Humaquepts. Jenis tanah tersebut umumnya terbentuk dari endapan baru pada wilayah dengan suhu panas, drainase buruk hingga sangat buruk, permukaan air tanah dangkal hingga kedalaman 50 cm, lapisan atas berwarna abu-abu hingga hitam, punya horizon histik (kaya bahan organik), dan kandungan Na pada lapisan atas rendah dengan kejenuhan Na <15%.

Sambil sedikit senyum dengan pertanyaan polos tersebut Agus Guswara sebagai petugas infoguide menjelaskan bahwa “Memang betul lahan yang digunakan untuk pertanaman seluruh komoditas disini adalah lahan sub optimal dengan kandungan salinitas tinggi sehingga perlu perlakuan serta penanganan khusus sesuai anjuran teknologi yang telah dirakit inovasi teknologinya dari Balitbangtan.  Sama halnya dengan lahan bekas tambang di wilayah Belitung yang banyak memanfaatkan lahan eks reklamasi bekas tambang, jika ingin berhasil dianjurkan untuk menggunakan teknologi anjuran dan perlakuan khusus” Berdasarkan karakteristik fisik dan kesuburan tanah tersebut maka pengelolaan tanah untuk tanaman padi perlu perhatian adalah: Saluran drainase , mengingat tekstur tanah laity dan permukaan air tanah dangkal sehingga berpeluang tergenang manakala terjadi hujan.  Penambahan pupuk kandang yang sudah terdekomposisi sdempurna.  Pupuk kandang selain untuk meningkatkan tanah, juga untuk memperbaiki struktur tanah agar aerasi tanah menjadi baik. Penambahan pupuk sebagai sumber N seprti Urea dan ZA, pupuk sumber P seperti SP 36 dan TSP, serta pupuk sumber K seperti KCL.  Dapat juga menggunakan pupuk majemuk NPK.  Menurunkan pH tanah, yang dapat dilakukan dengan penambahan belerang (S), maupun pupuk yang dalam reaksinya menyebabkan tanah menjadi masam, seperti ZA.  Penggunaan pupuk ZA, juga berfungsi untuk menurunkan pH tanah di daerah perakaran agar ketersediaan unsur mikro Zn dan Mn meningkat. Jenis tanah Humaquepts jarang yang mempunyai pH >7, padahal hasil analisis pH tanah 7,5. Adanya bahwa tanah terpengaruh garam.  Hasil pengukuran daya hantar listrik (DHL) di lapang pada 32 titik pengamatan menggunakan portable EC meter (merk Hanna) menunjukkan DHL tanah > 4 dS/m termasuk katagori tinggi, artinya kemungkinan tanah tersebut salin.  Masalah yang berpeluang terjadi pada DHL tanah tinggi adalah tanaman mengalami cekaman salinitas yang ditandai oleh pertumbuhan terhambat, gejala klorosis akibat kekahatan hara.  Salinitas yang tinggi umumnya diikuti oleh pH tanah tinggi, dan hal ini menyebabkan ketersediaan unsur N, P, S, serta unsur mikro Zn dan Mn rendah, efisiensi pemupukan N dan P juga rendah.  ungkap Agus. (Sabtu/6/5/17)

Hampir setiap jam para pengunjung selalu datang silih berganti dengan menanyakan teknologi budidaya padi sesuai lahan masing-masing daerah.  Rata-rata pengunjung ingin belajar langsung dengan harapan teknologi tersebut dapat dikembangkan didaerahnya dengan menanam benih unggul sesuai anjuran Kementerian Pertanian. Banyak yang tidak menyangka bahwa tanaman padi akan tumbuh subur didaerah yang kandungan salinnya tinggi seperti dilahan gelar teknologi Penas XV di Aceh ini. Balitbangtan telah membuktikan dengan keragaan pertanaman varietas unggul baru untuk lahan kering seperti varietas inpago 8, inpago 9, inpago 10 dan inpago 11 Agritan. Dan hasilnya bisa dilihat langsung dilokasi.  Adapun sistem tanam yang digelarkan adalah sistem tanam jajar legowo (Jarwo 2:1)

Saat ini seluruh pengunjung sudah tertarik dengan pertanaman dan varietas yang dianjurakan. Mudah-mudahan logistik benih yang banyak diminta dan diminati petani seluruh pengunjung segera bisa dipenuhi di masing-masing propinsi untuk dapat dikembangkan dalam sekala luas untuk mendongkrak peningkatan produksi padi secara nasional. (Shr)

Ilustrasi keragaan tanaman di lokasi Gelar Teknologi Padi di PENAS ke XV

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh &quot;Padi tumbuh subur dilahan suboptimal&quot;

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini1372
Hari kemarin2644
Minggu ini6334
Bulan ini39153
Jumlah Pengunjung957146
Online sekarang
27

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Minat Pengunjung Terhadap Benih Padi Yang di Tanam di Geltek Penas Sangat Tinggi

Penas XV yang diselenggarakan di Aceh pada tanggal 6-11 Mei 2017 membawa kesan tersendiri bagi penulis. Ditengah terik sinar matahari yang begitu panas, antusiasme pengunjung sangat tinggi. Mulai pagi hari sampai malam areal Gelar teknologi dan pameran di Stadion Harapan Bangsa selalu dipadati pengunjung.

Pengunjung Penas sangat beragam, tua muda semua menyatu di areal kegiatan Penas. Lokasi gelar teknologi (Geltek) Penas ke XV berada di sekitar Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, dengan elevasi 2 m dpl. Ada yang sengaja jalan-jalan sambil lihat-lihat pameran, ada yang hanya selfie-selfie di areal pertanaman. Namun tidak sedikit juga pengunjung yang datang dari berbagai propinsi untuk belajar mendapatkan ilmu baru tentang budidaya tanaman dan ternak.  Para penjual souvernir Penas ikut meramaikan kegiatan ini dengan menjajakan barang daganganya dipinggir sepanjang jalan. Tidak ada ruang kosong untuk berteduh, ada ruang sedikit teduh sudah dimanfaatkan para pedagang Kupi khas Aceh.

Segenggam malai padi akan kubawa dan tanam di tanah Papua

Siang setelah acara pembukaan berlangsung yang dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo, pengunjung semakin ramai berkunjung ke areal Gelar Teknologi. Pengunjung mencirikan antar rombongan kelompok tani dengan seragam baju batik, ID card dan kaos sesuai motif masing-masing daerah. Ditempat Penas inilah para petani, nelayan dari Sabang sampai Merauke menyatu diareal yang luasnya 10 - 12 ha.

Seluruh pengunjung diberi kemudahan untuk bertanya kepada petugas infoguide disetiap kluster. Ada kluster tanaman pangan, kluster peternakan, kluster hortikultura, dll. Setiap kluster telah disediakan saung yang cukup nyaman untuk diskusi sejenak sambil melepas lelah.

Antusiame pengunjung untuk belajar terlihat saat penulis berkunjung salah satu kluster yaitu dikluster tanaman pangan, tepatnya di areal pertanaman padi lahan kering. Pak Kasman Mukim atau yang lebih akrab dipanggil pak Kasman adalah anggota KTNA dari Belitung Timur dengan logat jawanya yang kental mengungkapkan bahwa “saya datang kesini dengan biaya yang mahal, kalau saya kesini ga belajar yang percumah. Kepada infoguide pak Kasman menanyakan ´Saya dengar ada tanaman padi ladang yang ditanam ditanah yang mengandung garam atau salinitas tinggi, apa bener tanamanya tumbuh?” ungkap Pak Kasman warga Transmigrasi yang telah menetap sebagai penduduk Belitung Timur ini selama 30 tahun. Perlu disampaikan bahwa lokasi geltek berdasarkan peta tanah tinjau NAD, jenis tanah Humaquepts. Jenis tanah tersebut umumnya terbentuk dari endapan baru pada wilayah dengan suhu panas, drainase buruk hingga sangat buruk, permukaan air tanah dangkal hingga kedalaman 50 cm, lapisan atas berwarna abu-abu hingga hitam, punya horizon histik (kaya bahan organik), dan kandungan Na pada lapisan atas rendah dengan kejenuhan Na <15%.

Sambil sedikit senyum dengan pertanyaan polos tersebut Agus Guswara sebagai petugas infoguide menjelaskan bahwa “Memang betul lahan yang digunakan untuk pertanaman seluruh komoditas disini adalah lahan sub optimal dengan kandungan salinitas tinggi sehingga perlu perlakuan serta penanganan khusus sesuai anjuran teknologi yang telah dirakit inovasi teknologinya dari Balitbangtan.  Sama halnya dengan lahan bekas tambang di wilayah Belitung yang banyak memanfaatkan lahan eks reklamasi bekas tambang, jika ingin berhasil dianjurkan untuk menggunakan teknologi anjuran dan perlakuan khusus” Berdasarkan karakteristik fisik dan kesuburan tanah tersebut maka pengelolaan tanah untuk tanaman padi perlu perhatian adalah: Saluran drainase , mengingat tekstur tanah laity dan permukaan air tanah dangkal sehingga berpeluang tergenang manakala terjadi hujan.  Penambahan pupuk kandang yang sudah terdekomposisi sdempurna.  Pupuk kandang selain untuk meningkatkan tanah, juga untuk memperbaiki struktur tanah agar aerasi tanah menjadi baik. Penambahan pupuk sebagai sumber N seprti Urea dan ZA, pupuk sumber P seperti SP 36 dan TSP, serta pupuk sumber K seperti KCL.  Dapat juga menggunakan pupuk majemuk NPK.  Menurunkan pH tanah, yang dapat dilakukan dengan penambahan belerang (S), maupun pupuk yang dalam reaksinya menyebabkan tanah menjadi masam, seperti ZA.  Penggunaan pupuk ZA, juga berfungsi untuk menurunkan pH tanah di daerah perakaran agar ketersediaan unsur mikro Zn dan Mn meningkat. Jenis tanah Humaquepts jarang yang mempunyai pH >7, padahal hasil analisis pH tanah 7,5. Adanya bahwa tanah terpengaruh garam.  Hasil pengukuran daya hantar listrik (DHL) di lapang pada 32 titik pengamatan menggunakan portable EC meter (merk Hanna) menunjukkan DHL tanah > 4 dS/m termasuk katagori tinggi, artinya kemungkinan tanah tersebut salin.  Masalah yang berpeluang terjadi pada DHL tanah tinggi adalah tanaman mengalami cekaman salinitas yang ditandai oleh pertumbuhan terhambat, gejala klorosis akibat kekahatan hara.  Salinitas yang tinggi umumnya diikuti oleh pH tanah tinggi, dan hal ini menyebabkan ketersediaan unsur N, P, S, serta unsur mikro Zn dan Mn rendah, efisiensi pemupukan N dan P juga rendah.  ungkap Agus. (Sabtu/6/5/17)

Hampir setiap jam para pengunjung selalu datang silih berganti dengan menanyakan teknologi budidaya padi sesuai lahan masing-masing daerah.  Rata-rata pengunjung ingin belajar langsung dengan harapan teknologi tersebut dapat dikembangkan didaerahnya dengan menanam benih unggul sesuai anjuran Kementerian Pertanian. Banyak yang tidak menyangka bahwa tanaman padi akan tumbuh subur didaerah yang kandungan salinnya tinggi seperti dilahan gelar teknologi Penas XV di Aceh ini. Balitbangtan telah membuktikan dengan keragaan pertanaman varietas unggul baru untuk lahan kering seperti varietas inpago 8, inpago 9, inpago 10 dan inpago 11 Agritan. Dan hasilnya bisa dilihat langsung dilokasi.  Adapun sistem tanam yang digelarkan adalah sistem tanam jajar legowo (Jarwo 2:1)

Saat ini seluruh pengunjung sudah tertarik dengan pertanaman dan varietas yang dianjurakan. Mudah-mudahan logistik benih yang banyak diminta dan diminati petani seluruh pengunjung segera bisa dipenuhi di masing-masing propinsi untuk dapat dikembangkan dalam sekala luas untuk mendongkrak peningkatan produksi padi secara nasional. (Shr)

Ilustrasi keragaan tanaman di lokasi Gelar Teknologi Padi di PENAS ke XV

Galeri Video

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi