Sistem Tata Kelola Air di Lahan Geltek PENAS Aceh

Gelar Teknologi (Geltek) padi gogo di Pekan Nasional (PENAS) Aceh merupakan suatu model pengembangan padi gogo yang mempunyai tujuan  membuat model optimasi sistem produksi padi di lahan kering.  

Varietas yang ditanam meliputi  Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, dan Inpago 11 Agritan dengan sistem tanam larikan gogo. Implementasi pengembangan model ini dilakukan dalam bentuk demonstrasi plot sebagai wahana diseminasi kepada pengguna khususnya petani. Sampai saat ini pertanaman padi gogo sudah berumur 40 hari setelah tugal.

Kondisi tanah lahan gelar teknologi rentan salinitas. Langkah paling tepat dan aman dalam memperlakukan kondisi lahan tersebut melalui pengendalian tinggi muka air saluran sesuai kebutuhan tanaman demikian ungkap Agus Guswara saat melakukan peninjauan kondisi pertanaman di Aceh (28/2/17).

Lebih lanjut Agus Guswara mengatakan bahwa permasalahan di lapangan yang terjadi adalah disaat turun hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi perlu pengendalian tinggi muka air. Langkah yang sudah ditempuh yaitu sistem tata kelola air/tata air mikro (TAM).  Menurut Agus Guswara, Sistem tata kelola tersebut dianggap pilihan paling tepat, ungkapnya (28/2/17).

Teknik pengairannya sebagai berikut: air disalurkan ke area tanaman melalui caren-caren kecil. Dari caren tersebut air akan meresap ke sekitar  pertanaman, kemudian resapan air melalui pori-pori tanah akan mencukupi kebutuhan tanaman.

Cara tersebut selain akan mencukupi kebutuhan air juga akan mengurangi efek salinitas karena garam. Bila diterapkan sistem irigasi tetes atau springkler maka kadar garam sumber airnya tinggi akan langsung kontak dengan tanaman. Bila daya toleransi tanaman terhadap garam rendah maka tanaman akan mengalami salinitas.

Sedangkan pada gekar teknologi padi sawah dengan sistem Jajar Legowo (Jarwo). Penataan lahan untuk mengurangi salinitas dengan cara mengatur sanitasi lingkungan/caren dan tata air.  Varietas padi sawah yang ditanah meliputi  Inpari 30, Ciherang Sub 1, Inpari 32 HDB dengan melakukan treatment/perlakuan di setiap petak pertanaman dengan aplikasi bahan organik padat ditambah kapur pertanian (Kaptan) untuk selanjutnya diberikan aplikasi pupuk majemuk NPK + Urea/ZA + KCL + Karbofuran. (AG/Shr)

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini253
Hari kemarin1841
Minggu ini253
Bulan ini48433
Jumlah Pengunjung966426
Online sekarang
23

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Sistem Tata Kelola Air di Lahan Geltek PENAS Aceh

Gelar Teknologi (Geltek) padi gogo di Pekan Nasional (PENAS) Aceh merupakan suatu model pengembangan padi gogo yang mempunyai tujuan  membuat model optimasi sistem produksi padi di lahan kering.  

Varietas yang ditanam meliputi  Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, dan Inpago 11 Agritan dengan sistem tanam larikan gogo. Implementasi pengembangan model ini dilakukan dalam bentuk demonstrasi plot sebagai wahana diseminasi kepada pengguna khususnya petani. Sampai saat ini pertanaman padi gogo sudah berumur 40 hari setelah tugal.

Kondisi tanah lahan gelar teknologi rentan salinitas. Langkah paling tepat dan aman dalam memperlakukan kondisi lahan tersebut melalui pengendalian tinggi muka air saluran sesuai kebutuhan tanaman demikian ungkap Agus Guswara saat melakukan peninjauan kondisi pertanaman di Aceh (28/2/17).

Lebih lanjut Agus Guswara mengatakan bahwa permasalahan di lapangan yang terjadi adalah disaat turun hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi perlu pengendalian tinggi muka air. Langkah yang sudah ditempuh yaitu sistem tata kelola air/tata air mikro (TAM).  Menurut Agus Guswara, Sistem tata kelola tersebut dianggap pilihan paling tepat, ungkapnya (28/2/17).

Teknik pengairannya sebagai berikut: air disalurkan ke area tanaman melalui caren-caren kecil. Dari caren tersebut air akan meresap ke sekitar  pertanaman, kemudian resapan air melalui pori-pori tanah akan mencukupi kebutuhan tanaman.

Cara tersebut selain akan mencukupi kebutuhan air juga akan mengurangi efek salinitas karena garam. Bila diterapkan sistem irigasi tetes atau springkler maka kadar garam sumber airnya tinggi akan langsung kontak dengan tanaman. Bila daya toleransi tanaman terhadap garam rendah maka tanaman akan mengalami salinitas.

Sedangkan pada gekar teknologi padi sawah dengan sistem Jajar Legowo (Jarwo). Penataan lahan untuk mengurangi salinitas dengan cara mengatur sanitasi lingkungan/caren dan tata air.  Varietas padi sawah yang ditanah meliputi  Inpari 30, Ciherang Sub 1, Inpari 32 HDB dengan melakukan treatment/perlakuan di setiap petak pertanaman dengan aplikasi bahan organik padat ditambah kapur pertanian (Kaptan) untuk selanjutnya diberikan aplikasi pupuk majemuk NPK + Urea/ZA + KCL + Karbofuran. (AG/Shr)

Galeri Video

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi