Tekad Aceh Jaya: Adopsi Teknologi Jarwo Super Agar Kebutuhan Beras Tidak Tergantung Daerah Lain

Temu Lapang dan Gelar Teknologi  penerapan teknologi  jajar legowo super di Desa Lageuen, Kecamatan Setia Bakti Kabupaten Aceh Jaya berlangsung Senin (10/10/2016) dihadiri lebih dari 250 tamu undangan yang  terdiri  Pemkab  Aceh Jaya, TNI, Gabungan kelompok tani dan petani setempat. Kegiatan ini penting artinya bagi masyarakat daerah Aceh Jaya karena kegiatan ini merupakan salah satu media komunikasi terhadap introduksi teknologi jarwo super.

Dalam sambutanya Kepala Badan Penelitian dan Pengembagan Pertanian (Balitbangtan) yang diwakili oleh Kepala Pustaka Dr. Gayatri K. Rana menyebutkan “bahwa saat ini produksi padi di aceh Jaya baru 4 t/ha,  kenapa mandeg di 5,2 t/ha? knapa? Ini pasti ada sesuatu” ungkapnya.

Berkat  demfarm sistem Jarwo Super dengan varietas  Inpari 22, Inpari 30 dan Inpago 8  seluas 10 ha dan adanya pendampingian dari  BB Padi dan BPTP Aceh, terbukti bahwa dari hasil panen tiga varietas unggul baru padi yang ditanam di lahan seluas 10 ha, berdasarkan hasil ubinan dari BPS menunjukkan bahwa hasil varietas Inpari 22 sebanyak 8,3 t/ha, Inpari 30 sebanyak 9,3 t/ha.

Ini merupakan hasil kerja keras dan dukungan dari semua pihak dan diharapkan petani Aceh Jaya mau mengadopsi teknologi ini sehingga kebutuhan beras Aceh Jaya diharapkan tidak tergantung dari daerah lain. Selain itu, harapan Kementan yang disampaikan oleh Ibu Gayatri, menyampaikan “jika seluruh petani mengintroduksi teknologi jarwo super, Prov. Aceh bisa menyumbang upaya pemerintah dalam mencapai swasembada pangan khususnya beras, ungkapnya.

Bupati Aceh Jaya yang diwakili oleh Asisten II sangat  mengapresiasi atas segala kegiatan Balitbangtan khususnya dalam upaya peningkatan provitas padi di Aceh Jaya. Pemkab Aceh Jaya  mengharapkan pula agar demfarm serupa tidak hanya untuk komoditas padi, tetapi juga komoditas lainnya dapat dilakukan di sentra-sentra produksi di Kabupaten Aceh Jaya.

Dalam temu lapang ini selain melakukan dialog dengan petani, dilaksanakan juga tanam menggunakan rice transplanter dan  panen bersama menggunakan Combine Harvester di lokasi demfarm Jarwo Super.

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini1372
Hari kemarin2644
Minggu ini6334
Bulan ini39153
Jumlah Pengunjung957146
Online sekarang
27

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Tekad Aceh Jaya: Adopsi Teknologi Jarwo Super Agar Kebutuhan Beras Tidak Tergantung Daerah Lain

Temu Lapang dan Gelar Teknologi  penerapan teknologi  jajar legowo super di Desa Lageuen, Kecamatan Setia Bakti Kabupaten Aceh Jaya berlangsung Senin (10/10/2016) dihadiri lebih dari 250 tamu undangan yang  terdiri  Pemkab  Aceh Jaya, TNI, Gabungan kelompok tani dan petani setempat. Kegiatan ini penting artinya bagi masyarakat daerah Aceh Jaya karena kegiatan ini merupakan salah satu media komunikasi terhadap introduksi teknologi jarwo super.

Dalam sambutanya Kepala Badan Penelitian dan Pengembagan Pertanian (Balitbangtan) yang diwakili oleh Kepala Pustaka Dr. Gayatri K. Rana menyebutkan “bahwa saat ini produksi padi di aceh Jaya baru 4 t/ha,  kenapa mandeg di 5,2 t/ha? knapa? Ini pasti ada sesuatu” ungkapnya.

Berkat  demfarm sistem Jarwo Super dengan varietas  Inpari 22, Inpari 30 dan Inpago 8  seluas 10 ha dan adanya pendampingian dari  BB Padi dan BPTP Aceh, terbukti bahwa dari hasil panen tiga varietas unggul baru padi yang ditanam di lahan seluas 10 ha, berdasarkan hasil ubinan dari BPS menunjukkan bahwa hasil varietas Inpari 22 sebanyak 8,3 t/ha, Inpari 30 sebanyak 9,3 t/ha.

Ini merupakan hasil kerja keras dan dukungan dari semua pihak dan diharapkan petani Aceh Jaya mau mengadopsi teknologi ini sehingga kebutuhan beras Aceh Jaya diharapkan tidak tergantung dari daerah lain. Selain itu, harapan Kementan yang disampaikan oleh Ibu Gayatri, menyampaikan “jika seluruh petani mengintroduksi teknologi jarwo super, Prov. Aceh bisa menyumbang upaya pemerintah dalam mencapai swasembada pangan khususnya beras, ungkapnya.

Bupati Aceh Jaya yang diwakili oleh Asisten II sangat  mengapresiasi atas segala kegiatan Balitbangtan khususnya dalam upaya peningkatan provitas padi di Aceh Jaya. Pemkab Aceh Jaya  mengharapkan pula agar demfarm serupa tidak hanya untuk komoditas padi, tetapi juga komoditas lainnya dapat dilakukan di sentra-sentra produksi di Kabupaten Aceh Jaya.

Dalam temu lapang ini selain melakukan dialog dengan petani, dilaksanakan juga tanam menggunakan rice transplanter dan  panen bersama menggunakan Combine Harvester di lokasi demfarm Jarwo Super.

Galeri Video

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi