Kendari Menjadi Tuan Rumah Pekan Pertanian Spesifik Lokasi II (PPSL) II

Pekan Pertanian Spesifik Lokasi II (PPSL II) telah dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Tenggara pada 21-25 November 2013 dengan rangkaian acara: Pameran Inovasi Pertanian Spesifik Lokasi, Gelar Teknologi dengan nuansa KRPL, dan Seminar Nasional Inovasi Pertanian Spesifik Lokasi. Selain kegiatan utama tersebut, selama PPSL berlangsung, diselenggarakan pula tiga side event yaitu: 1) Pelatihan Pemupukan, Penggunaan PUP, dan Sosialisasi KATAM yang dalam kesempatan ini telah disampaikan 18 unit PUP kepada 18 BPTP sentra produksi beras dan 43 unit PUTS kepada Dinas Pertanian Provinsi, 2) Workshop Pengelolaan Sumber Daya Genetik Lokal mendukung Ketahanan Pangan Nasional, dan 3) Implementasi Model Simulasi Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal. 

Pembukaan PPSL II yang digelar dialun alun Eks MTQ, Kota Kendari secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia Rusman Heriawan. Pembukaan PPSL II dihadiri oleh Gubernur  Sultra Nur Alam SE, Msi,  Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Haryono dan jajaran pejabat I dan esselon II Kementerian Pertanian, Pemda TK II Kendari dan para tamu undangan lain Sultra dipilih menjadi tuan rumah event nasional tersebut, karena Sultra merupakan salah satu simpul pertanian pangan dalam kerangka MP3EI. Dalam sambutannya Wamentan Rusman Heriawan mengatakan, PPSL II “Pada pasar Internasional sebagai negara agraris dan maritim yang besar, sudah selayaknya jika Indonesia mempunyai kemandirian dalam penyediaan bahan pangan pokok, oleh karena itulah maka kemandirian pangan, terutama lima komoditas pangan strategis yakni, padi, kedelai, jagung, gula dan daging sapi, tetap menjadi prioritas dalam pembangunan pertanian di Indonesia,” harap Rusman.
 
Sementara, kepala badan litban pertanian, Dr. Haryono, M.Si dalam sambutannyamengatakan, ribuan peserta mengikuti PPSL II se Indonesia. “Sekitar 1000 peserta yang hadir, terdiri dari Pakar Pertanian, Pengambil Kebijakan, Peneliti, Penyuluh, Petani, Pelajar, Praktisi Pertanian, Swasta dan Masyarakat Umum. Pelaksanaan PPSL II di Kendari karena mengingat daerah tersebut, sebagai salah satu simpul pertanian pangan dalam kerangka MP3EI, sedangkan konsep penyajian inovasi tehnologi spesifik lokasi, dirancang berdasarkan atas delapan klaster Agroekosistem,” jelas Haryono. 
Haryono merinci, delapan klaster Agroekosistem yaitu, lahan sawah terdiri, lahan sawah intensif (LSI) dan Lahan Sawah Semi Intensif (LSSI), kemudian lahan kering yang terbagi, dataran rendah beriklim kering (LKDRIK), dataran tinggi beriklim kering ((LKDTIK), dataran rendah beriklim basah (LKDRIB) dan dataran tinggi beriklim basah (LKDTIB) dan yang berikutnya, lahan rawa yaitu, lahan rawa pasang surut (LRPS) dan lahan rawa lebak (LRL) yang berada didataran cekung. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian,  melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yang berada di tiap provinsi, melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dalam menghasilkan inovasi pertanian spesifik lokasi dalam optimasi pemanfaatan sumberdaya lokal di masing-masing provinsi dengan dukungan dari Balit/Puslit/Balai Besar serta bersinergi dengan berbagai stakeholders terkait baik di pusat maupun di daerah.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, SE. M.Si dalam sambutannya mengatakan, untuk mencapai produksi pangan yang optimal, diperlukan percepatan tranfer Inovasi Tehnologi Pertanian Spesifik Lokasi. “Untuk mengantisipasi kesenjangan, maka sangat dipelukan inovasi pertanian. Setiap inovasi tehnologi pertanian harus memenuhi syarat, secara tehnis dapat diterapkan, secara ekonomi menguntungkan dan secara sosial dapat diterima oleh masyarakat, karena inovasi tehnologi setiap daerah berbeda – beda,” pungkas Nur Alam. Sulawesi  Tenggara (Sultra) merupakan salah satu icon lumbung pangan yang ada di Indonesia. Saat ini, Sultra mampu menghasilkan produksi pertanian secara mandiri. Gubernur Sultra, Nur Alam mengatakan, saat ini sultra sedang giat melaksanakan pembangunan khususnya dalam sektor pertanian. Untuk melakukan hal tersebut di butuhkan inovasi dan tekhnologi yang tinggi. Hal itu di lakukan tentunya untuk kesejahteraan masyarakat. “Kita akan terus mendukung program nasional dalam pengembangkan sekor pertanian sehingga dapat melahirkan kemandirian bangsa khususnya dalam penyediaan pangan ,”jelasnya.  Gubernur Sultra juga menegaskan bahwa khusus untuk tanaman padi telah ditanam beberapa varietas unggul baru hasil rakitan dari Badan Penelitian dan Pengembangan yaitu padi varietas Mekongga, Konawe Laeya, Inpari 3, Inpari 15, dan Inpari 16.

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1
Laporan Tahunan 2014

Booklet, Leaflet, Poster

Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015
Poster Inpari 13
Poster Inpari 10

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia
Teknologi Jarwo Super untuk Kedaulatan Pangan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini104
Hari kemarin658
Minggu ini5645
Bulan ini26636
Jumlah Pengunjung776276
Online sekarang
18

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Kendari Menjadi Tuan Rumah Pekan Pertanian Spesifik Lokasi II (PPSL) II

Pekan Pertanian Spesifik Lokasi II (PPSL II) telah dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Tenggara pada 21-25 November 2013 dengan rangkaian acara: Pameran Inovasi Pertanian Spesifik Lokasi, Gelar Teknologi dengan nuansa KRPL, dan Seminar Nasional Inovasi Pertanian Spesifik Lokasi. Selain kegiatan utama tersebut, selama PPSL berlangsung, diselenggarakan pula tiga side event yaitu: 1) Pelatihan Pemupukan, Penggunaan PUP, dan Sosialisasi KATAM yang dalam kesempatan ini telah disampaikan 18 unit PUP kepada 18 BPTP sentra produksi beras dan 43 unit PUTS kepada Dinas Pertanian Provinsi, 2) Workshop Pengelolaan Sumber Daya Genetik Lokal mendukung Ketahanan Pangan Nasional, dan 3) Implementasi Model Simulasi Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal. 

Pembukaan PPSL II yang digelar dialun alun Eks MTQ, Kota Kendari secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia Rusman Heriawan. Pembukaan PPSL II dihadiri oleh Gubernur  Sultra Nur Alam SE, Msi,  Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Haryono dan jajaran pejabat I dan esselon II Kementerian Pertanian, Pemda TK II Kendari dan para tamu undangan lain Sultra dipilih menjadi tuan rumah event nasional tersebut, karena Sultra merupakan salah satu simpul pertanian pangan dalam kerangka MP3EI. Dalam sambutannya Wamentan Rusman Heriawan mengatakan, PPSL II “Pada pasar Internasional sebagai negara agraris dan maritim yang besar, sudah selayaknya jika Indonesia mempunyai kemandirian dalam penyediaan bahan pangan pokok, oleh karena itulah maka kemandirian pangan, terutama lima komoditas pangan strategis yakni, padi, kedelai, jagung, gula dan daging sapi, tetap menjadi prioritas dalam pembangunan pertanian di Indonesia,” harap Rusman.
 
Sementara, kepala badan litban pertanian, Dr. Haryono, M.Si dalam sambutannyamengatakan, ribuan peserta mengikuti PPSL II se Indonesia. “Sekitar 1000 peserta yang hadir, terdiri dari Pakar Pertanian, Pengambil Kebijakan, Peneliti, Penyuluh, Petani, Pelajar, Praktisi Pertanian, Swasta dan Masyarakat Umum. Pelaksanaan PPSL II di Kendari karena mengingat daerah tersebut, sebagai salah satu simpul pertanian pangan dalam kerangka MP3EI, sedangkan konsep penyajian inovasi tehnologi spesifik lokasi, dirancang berdasarkan atas delapan klaster Agroekosistem,” jelas Haryono. 
Haryono merinci, delapan klaster Agroekosistem yaitu, lahan sawah terdiri, lahan sawah intensif (LSI) dan Lahan Sawah Semi Intensif (LSSI), kemudian lahan kering yang terbagi, dataran rendah beriklim kering (LKDRIK), dataran tinggi beriklim kering ((LKDTIK), dataran rendah beriklim basah (LKDRIB) dan dataran tinggi beriklim basah (LKDTIB) dan yang berikutnya, lahan rawa yaitu, lahan rawa pasang surut (LRPS) dan lahan rawa lebak (LRL) yang berada didataran cekung. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian,  melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yang berada di tiap provinsi, melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dalam menghasilkan inovasi pertanian spesifik lokasi dalam optimasi pemanfaatan sumberdaya lokal di masing-masing provinsi dengan dukungan dari Balit/Puslit/Balai Besar serta bersinergi dengan berbagai stakeholders terkait baik di pusat maupun di daerah.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, SE. M.Si dalam sambutannya mengatakan, untuk mencapai produksi pangan yang optimal, diperlukan percepatan tranfer Inovasi Tehnologi Pertanian Spesifik Lokasi. “Untuk mengantisipasi kesenjangan, maka sangat dipelukan inovasi pertanian. Setiap inovasi tehnologi pertanian harus memenuhi syarat, secara tehnis dapat diterapkan, secara ekonomi menguntungkan dan secara sosial dapat diterima oleh masyarakat, karena inovasi tehnologi setiap daerah berbeda – beda,” pungkas Nur Alam. Sulawesi  Tenggara (Sultra) merupakan salah satu icon lumbung pangan yang ada di Indonesia. Saat ini, Sultra mampu menghasilkan produksi pertanian secara mandiri. Gubernur Sultra, Nur Alam mengatakan, saat ini sultra sedang giat melaksanakan pembangunan khususnya dalam sektor pertanian. Untuk melakukan hal tersebut di butuhkan inovasi dan tekhnologi yang tinggi. Hal itu di lakukan tentunya untuk kesejahteraan masyarakat. “Kita akan terus mendukung program nasional dalam pengembangkan sekor pertanian sehingga dapat melahirkan kemandirian bangsa khususnya dalam penyediaan pangan ,”jelasnya.  Gubernur Sultra juga menegaskan bahwa khusus untuk tanaman padi telah ditanam beberapa varietas unggul baru hasil rakitan dari Badan Penelitian dan Pengembangan yaitu padi varietas Mekongga, Konawe Laeya, Inpari 3, Inpari 15, dan Inpari 16.

Berita Terbaru

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Info Teknologi | 21-06-2017 | Hits:189

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Info Teknologi | 20-06-2017 | Hits:187

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Type Ketahanan Tanaman

Info Teknologi | 29-05-2017 | Hits:846

Type Ketahanan Tanaman

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi