Mendukung Upaya Khusus (Upsus) Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai untuk Mencapai Swasembada dan Kedaulatan Pangan

Rapat Kerja (Raker) Puslitbang Tanaman Pangan 12-14 Maret 2015  merupakan tindak lanjut Raker Badan Litbang Pertanian untuk  menghasilkan informasi langkah strategis program dan tata kelola Litbang Tanaman Pangan 2015 dalam upaya peningkatan produksi untuk mewujudkan percepatan pencapaian swasembada pangan. Upaya mencapai swasembada pangan Padi Jagung dan Kedelei  (PJK) menuntut peran Puslitbang Tanaman Pangan ke depan lebih penting dan menantang seiring dengan perubahan dinamis pembangunan pertanian nasional yang tidak lepas dari pengaruh global menuju pertanian modern (modern agriculture). Untuk itu, diperlukan perubahan tata cara kerja, penentuan sasaran yang berani dan peningkatan produksi yang nyata. Pelaksanaan program yang bersifat bussiness as usual  harus ditinggalkan dan segera memulai dengan terobosan-te robosan baru berupa langkah akselerasi pelaksanaan program di berbagai sektor guna menjamin tercapainya sasaran pembangunan pertanian.

Tujuan rapat kerja Puslitbang Tanaman Pangan adalah menghimpun inisiatif program litbang tanaman pangan dan tatakelola manajemen 2015 mendukung swasembada pangan. Tema Rapat Kerja Puslitbang Tanaman Pangan tahun 2015 adalah ”Program dan Tata Kelola Puslitbang Tanaman Pangan TA 2015 Mendukung Upaya Khusus (Upsus) Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai untuk Mencapai Swasembada dan Kedaulatan Pangan”.

Raker Puslitbang Tanaman Pangan dibuka langsung oleh Kepala Balitbangtan Bapak Dr. Haryono. Dalam sambutanya Dr. Haryono mangatakan bahwa ditengah-tengah kesulitan untuk ekspansi areal pertanian dalam upaya mendukung swasembada, maka pemanfaatan teknologi berpeluang untuk menjadi daya ungkit utama peningkatan produksi dan produktivitas. Peluang pemanfaatan teknologi tersebut telah mendapat apresiasi dan diakui berbagai pihak, serta menjadi tumpuan harapan era pemerintahan baru saat ini.  Oleh karena itu, pengakuan dan harapan ini harus bisa dimanfaatkan seluruh jajaran Puslitbangtan untuk menghasilkan dan membuktikan kontribusi nyata Puslitbangtan sebagai penghasil teknologi utama di sub-sektor tanaman pangan. “Agar varietas maupun teknologi budidaya yang dihasilkan benar-benar lebih matang, dari sebelumnya, saya menyarankan agar dibentuk Tim Evaluasi Kelayakan Teknologi secara berjenjang dari  tingkat UPT, UK sampai Balitbangtan”,ujar Dr Haryono di hadapan peserta Raker.

Dewasa ini, lebih dari 90% varietas unggul baru padi yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian telah mendominasi areal pertanaman padi, terutama di lahan sawah yang merupakan tulang punggung produksi padi nasional. Untuk varietas unggul baru jagung dan kedelai, Kepala Badan juga menekankan perlunya mengukur penggunaan dan dampaknya secara nasional. Menurut Kepala Badan Litbang Pertanian, kendala pembangunan pertanian yang paling mendasar di era reformasi adalah perubahan lingkungan strategis, antara lain perubahan iklim global, degradasi lahan, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi. “Karena itu, pengelolaan penelitian dan pengembangan pertanian ke depan harus menggunakan value change management dengan fokus core business”, ujar Dr Haryono.

Puslitbang Tanaman Pangan untuk pencapaian swasembada pangan harus menyiapkan teknologi dan inovasi berupa varietas unggul baru padi, jagung, kedelai, serta khusus untuk mendukung logistik dan distribusi benih unggul, akan dikembangkan model-model wilayah mandiri benih, yang komplementer dengan 1000 desa Mandiri Benih yang dikembangkan Ditjen Tanaman Pangan. Disamping itu juga Dr Haryono menyampaikan perlunya persiapan pendampingan teknis untuk penerapan teknologi pada UPSUS, GPPTT, ASP, ATP dan LLIP. Secara khusus untuk pendampingan UPSUS ikuti arahan komandan tertinggi untuk mengumpulkan data realisasi fisik, luas tambah tanam dan luas lahan. Balitbangtan masuk keranah teknis, jangan campur tangan pada pengadaan.

Saat ini Badan Litbang Pertanian sudah memasuki era pertumbuhan kurva kedua (2005 – 2035), sehingga  perlu dilakukan reorientasi kebijakan investasi sarana prasarana, infrastruktur pendukung, sumber daya manusia, serta isu-isu penelitian untuk meningkatkan eksistensi dan kesejajaran dengan lembaga penelitian berklas internasional lainnya. Untuk itu, Badan Litbang Pertanian tetap fokus dan terus berupaya meningkatkan aspek manajemen sumber daya litbang, terutama melalui upaya pemantapan manajeman korporasi (Corporate Management). Pemantapan manajemen korporasi, secara pararel memerlukan transformasi manajemen dalam pengelolaan sumber daya litbang pertanian, untuk menghasilkan produk dan rekomendasi teknologi yang lebih berkualitas dalam menjawab tantangan dan permasalahan di lapangan yang semakin komplek.

Rapat Kerja ini sangat penting untuk menyatukan persepsi dan gerak langkah seluruh jajaran  Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan dalam merumuskan penyediaan invensi dan pengembangan inovasi terobosan yang dibutuhkan pengguna. Selain itu, pembenahan sistem manajemen litbang tanaman pangan perlu dilakukan agar memberi kontribusi nyata terhadap kinerja pembangunan pertanian. ”Kiranya Rapat Kerja Puslitbang Tanaman Pangan dapat menghasilkan rumusan strategis yang dapat diimplementasikan untuk menghasilkan inovasi terobosan yang berdampak luas terhadap peningkatan daya saing, nilai tambah, ekspor, dan kesejahteraan petani”, ujar Kepala Balitbangtan sebelum mengakhiri sambutannya.

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015
Poster Inpari 13
Poster Inpari 10

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini529
Hari kemarin1089
Minggu ini5916
Bulan ini25517
Jumlah Pengunjung849415
Online sekarang
29

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Mendukung Upaya Khusus (Upsus) Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai untuk Mencapai Swasembada dan Kedaulatan Pangan

Rapat Kerja (Raker) Puslitbang Tanaman Pangan 12-14 Maret 2015  merupakan tindak lanjut Raker Badan Litbang Pertanian untuk  menghasilkan informasi langkah strategis program dan tata kelola Litbang Tanaman Pangan 2015 dalam upaya peningkatan produksi untuk mewujudkan percepatan pencapaian swasembada pangan. Upaya mencapai swasembada pangan Padi Jagung dan Kedelei  (PJK) menuntut peran Puslitbang Tanaman Pangan ke depan lebih penting dan menantang seiring dengan perubahan dinamis pembangunan pertanian nasional yang tidak lepas dari pengaruh global menuju pertanian modern (modern agriculture). Untuk itu, diperlukan perubahan tata cara kerja, penentuan sasaran yang berani dan peningkatan produksi yang nyata. Pelaksanaan program yang bersifat bussiness as usual  harus ditinggalkan dan segera memulai dengan terobosan-te robosan baru berupa langkah akselerasi pelaksanaan program di berbagai sektor guna menjamin tercapainya sasaran pembangunan pertanian.

Tujuan rapat kerja Puslitbang Tanaman Pangan adalah menghimpun inisiatif program litbang tanaman pangan dan tatakelola manajemen 2015 mendukung swasembada pangan. Tema Rapat Kerja Puslitbang Tanaman Pangan tahun 2015 adalah ”Program dan Tata Kelola Puslitbang Tanaman Pangan TA 2015 Mendukung Upaya Khusus (Upsus) Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai untuk Mencapai Swasembada dan Kedaulatan Pangan”.

Raker Puslitbang Tanaman Pangan dibuka langsung oleh Kepala Balitbangtan Bapak Dr. Haryono. Dalam sambutanya Dr. Haryono mangatakan bahwa ditengah-tengah kesulitan untuk ekspansi areal pertanian dalam upaya mendukung swasembada, maka pemanfaatan teknologi berpeluang untuk menjadi daya ungkit utama peningkatan produksi dan produktivitas. Peluang pemanfaatan teknologi tersebut telah mendapat apresiasi dan diakui berbagai pihak, serta menjadi tumpuan harapan era pemerintahan baru saat ini.  Oleh karena itu, pengakuan dan harapan ini harus bisa dimanfaatkan seluruh jajaran Puslitbangtan untuk menghasilkan dan membuktikan kontribusi nyata Puslitbangtan sebagai penghasil teknologi utama di sub-sektor tanaman pangan. “Agar varietas maupun teknologi budidaya yang dihasilkan benar-benar lebih matang, dari sebelumnya, saya menyarankan agar dibentuk Tim Evaluasi Kelayakan Teknologi secara berjenjang dari  tingkat UPT, UK sampai Balitbangtan”,ujar Dr Haryono di hadapan peserta Raker.

Dewasa ini, lebih dari 90% varietas unggul baru padi yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian telah mendominasi areal pertanaman padi, terutama di lahan sawah yang merupakan tulang punggung produksi padi nasional. Untuk varietas unggul baru jagung dan kedelai, Kepala Badan juga menekankan perlunya mengukur penggunaan dan dampaknya secara nasional. Menurut Kepala Badan Litbang Pertanian, kendala pembangunan pertanian yang paling mendasar di era reformasi adalah perubahan lingkungan strategis, antara lain perubahan iklim global, degradasi lahan, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi. “Karena itu, pengelolaan penelitian dan pengembangan pertanian ke depan harus menggunakan value change management dengan fokus core business”, ujar Dr Haryono.

Puslitbang Tanaman Pangan untuk pencapaian swasembada pangan harus menyiapkan teknologi dan inovasi berupa varietas unggul baru padi, jagung, kedelai, serta khusus untuk mendukung logistik dan distribusi benih unggul, akan dikembangkan model-model wilayah mandiri benih, yang komplementer dengan 1000 desa Mandiri Benih yang dikembangkan Ditjen Tanaman Pangan. Disamping itu juga Dr Haryono menyampaikan perlunya persiapan pendampingan teknis untuk penerapan teknologi pada UPSUS, GPPTT, ASP, ATP dan LLIP. Secara khusus untuk pendampingan UPSUS ikuti arahan komandan tertinggi untuk mengumpulkan data realisasi fisik, luas tambah tanam dan luas lahan. Balitbangtan masuk keranah teknis, jangan campur tangan pada pengadaan.

Saat ini Badan Litbang Pertanian sudah memasuki era pertumbuhan kurva kedua (2005 – 2035), sehingga  perlu dilakukan reorientasi kebijakan investasi sarana prasarana, infrastruktur pendukung, sumber daya manusia, serta isu-isu penelitian untuk meningkatkan eksistensi dan kesejajaran dengan lembaga penelitian berklas internasional lainnya. Untuk itu, Badan Litbang Pertanian tetap fokus dan terus berupaya meningkatkan aspek manajemen sumber daya litbang, terutama melalui upaya pemantapan manajeman korporasi (Corporate Management). Pemantapan manajemen korporasi, secara pararel memerlukan transformasi manajemen dalam pengelolaan sumber daya litbang pertanian, untuk menghasilkan produk dan rekomendasi teknologi yang lebih berkualitas dalam menjawab tantangan dan permasalahan di lapangan yang semakin komplek.

Rapat Kerja ini sangat penting untuk menyatukan persepsi dan gerak langkah seluruh jajaran  Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan dalam merumuskan penyediaan invensi dan pengembangan inovasi terobosan yang dibutuhkan pengguna. Selain itu, pembenahan sistem manajemen litbang tanaman pangan perlu dilakukan agar memberi kontribusi nyata terhadap kinerja pembangunan pertanian. ”Kiranya Rapat Kerja Puslitbang Tanaman Pangan dapat menghasilkan rumusan strategis yang dapat diimplementasikan untuk menghasilkan inovasi terobosan yang berdampak luas terhadap peningkatan daya saing, nilai tambah, ekspor, dan kesejahteraan petani”, ujar Kepala Balitbangtan sebelum mengakhiri sambutannya.

Berita Terbaru

Pemerintah Berhak Tertibkan Harga Beras

Berita Utama | 11-08-2017 | Hits:173

Pemerintah Berhak Tertibkan Harga Beras

Pemahaman Penyakit Padi yang Disebabkan oleh Virus

Info Teknologi | 01-08-2017 | Hits:1025

Pemahaman Penyakit Padi yang Disebabkan oleh Virus

Kenali Karakter Beras Premium dan Medium

Info Aktual | 31-07-2017 | Hits:463

Kenali Karakter Beras Premium dan Medium

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi