Mentan : Lahan Kering Harus Bisa Lebih Produktif

JAKARTA – Menteri Pertanian Dr Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa maju dan mundurnya pembangunan pertanian bangsa ini ke depan ada di pundak para peneliti.

Saat bertatap muka dengan para Peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) di Kantor Pusat Balitbangtan, Kamis (29/9/2016), Mentan sangat berharap agar para peneliti mencarikan solusi yang nyata dan dapat diaplikasikan di lapangan tentang pemanfaatan lahan kering yang luasnya mencapai 4 juta hektar.

Ketika bertatap muka dengan para peneliti, Mentan sangat berharap agar para peneliti mencarikan solusi yang nyata dan dapat diaplikasikan di lapangan tentang pemanfaatan lahan kering yang luasnya mencapai 4 juta ha.

Mentan berkehendak agar dalam satu tahun produktivitas di lahan kering bisa ditingkatkan dua hingga tiga kali lipat. “Bagaimana caranya lahan kering bisa lebih produktif?” tanya Mentan.

“Yang awalnya hanya bisa tanam satu kali dalam satu tahun, dapat ditingkatkan menjadi dua kali atau tiga kali, bahkan bila perlu, embung-embung dan jalan usaha tani yang akan dibangun. Segera dihitung berapa biayanya, sampaikan ke kami untuk meningkatkan produktivitas di lahan kering tersebut,” tambah Mentan.

Bukan hanya itu yang menjadi perhatian Menteri. Lahan gambut juga agar dikelola dengan baik untuk pengembangan tanaman pangan, sungai-sungai yang mengalir agar termanfaatkan dengan baik untuk mengairi lahan-lahan yang disekitar sungai tersebut.

Lebih lanjut, Mentan meminta agar para ahli dikumpulkan untuk menjawab bagaimana caranya membuat mapping untuk 30 tahun ke depan sampai dengan tahun 2045. Peta untuk pengembangan tujuh komoditas utama yaitu padi, jagung, kedele, bawang merah, cabe, tebu dan daging sapi.

“Rincianya sampai dengan tingkat Kabupaten. Jangan sampai terjadi tumpang tindih dengan sawah irigasi yang totalnya mencapai 8 juta ha. Tetapi lahan itu tidak boleh diutak-atik lagi, biar konsentrasi pada produksi padi saja. Saya minta agar Sekretaris Badan Litbang Pertanian sebagai ketuanya,” imbuhnya.

Ahli-ahli tersebut akan dikelompokkan sesuai dengan keahlian 7 komoditas utama tersebut sehingga nantinya akan dihasilkan maping pengembangan 7 komoditas utama sampai dengan 2045.

Sumber : Badan Litbang Pertanian

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini251
Hari kemarin1841
Minggu ini251
Bulan ini48431
Jumlah Pengunjung966424
Online sekarang
23

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Mentan : Lahan Kering Harus Bisa Lebih Produktif

JAKARTA – Menteri Pertanian Dr Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa maju dan mundurnya pembangunan pertanian bangsa ini ke depan ada di pundak para peneliti.

Saat bertatap muka dengan para Peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) di Kantor Pusat Balitbangtan, Kamis (29/9/2016), Mentan sangat berharap agar para peneliti mencarikan solusi yang nyata dan dapat diaplikasikan di lapangan tentang pemanfaatan lahan kering yang luasnya mencapai 4 juta hektar.

Ketika bertatap muka dengan para peneliti, Mentan sangat berharap agar para peneliti mencarikan solusi yang nyata dan dapat diaplikasikan di lapangan tentang pemanfaatan lahan kering yang luasnya mencapai 4 juta ha.

Mentan berkehendak agar dalam satu tahun produktivitas di lahan kering bisa ditingkatkan dua hingga tiga kali lipat. “Bagaimana caranya lahan kering bisa lebih produktif?” tanya Mentan.

“Yang awalnya hanya bisa tanam satu kali dalam satu tahun, dapat ditingkatkan menjadi dua kali atau tiga kali, bahkan bila perlu, embung-embung dan jalan usaha tani yang akan dibangun. Segera dihitung berapa biayanya, sampaikan ke kami untuk meningkatkan produktivitas di lahan kering tersebut,” tambah Mentan.

Bukan hanya itu yang menjadi perhatian Menteri. Lahan gambut juga agar dikelola dengan baik untuk pengembangan tanaman pangan, sungai-sungai yang mengalir agar termanfaatkan dengan baik untuk mengairi lahan-lahan yang disekitar sungai tersebut.

Lebih lanjut, Mentan meminta agar para ahli dikumpulkan untuk menjawab bagaimana caranya membuat mapping untuk 30 tahun ke depan sampai dengan tahun 2045. Peta untuk pengembangan tujuh komoditas utama yaitu padi, jagung, kedele, bawang merah, cabe, tebu dan daging sapi.

“Rincianya sampai dengan tingkat Kabupaten. Jangan sampai terjadi tumpang tindih dengan sawah irigasi yang totalnya mencapai 8 juta ha. Tetapi lahan itu tidak boleh diutak-atik lagi, biar konsentrasi pada produksi padi saja. Saya minta agar Sekretaris Badan Litbang Pertanian sebagai ketuanya,” imbuhnya.

Ahli-ahli tersebut akan dikelompokkan sesuai dengan keahlian 7 komoditas utama tersebut sehingga nantinya akan dihasilkan maping pengembangan 7 komoditas utama sampai dengan 2045.

Sumber : Badan Litbang Pertanian

Galeri Video

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi