Waspadai Wereng Batang Coklat pada MH. 2013/2014

Prakiraan serangan hama wereng batang coklat/WBC (Nilaparvata lugens. Stal) MH. 2013/14 yang dirilis Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Jatisari menempatkan 3 Propinsi di Pulau Jawa sebagai urutan teratas.

Prakiraan serangan WBC tertinggi diprakirakan akan terjadi di Propinsi Jawa Timur (3054 ha), Jawa Barat (1609 ha), dan Jawa Tengah (1179 ha).  Dengan sudah mengetahui angka prakiraan tersebut, diharapkan antisipasi pengendalian bisa lebih dini.  Akibat serangan WBC yang bisa ditolerir adalah tidak lebih dari 2% (intensitas serangan).Dalam setahun 2,5 juta hektar lahan padi pernah luluh lantak akibat serangan WBC.  Bila produksi rata-rata 5 ton per hektar, artinya 12.500.000 ton padi hilang begitu saja.  Oleh karena itu system peringatan dini untuk mengendalikan hama itu sangat penting.  Tujuannya agar gejala serangan WBC dapat dideteksi sehingga langkah untuk mengatasi segera dapat ditempuh. Sistem peringatan dini atau early warning system itulah yang sering disosialisasikan di tingkat paling bawah oleh BBPOPT untuk menghadapi musim tanam mendatang (MH. 2013-2014). Kegiatan seperti itu terus menerus dilakukan bekerja sama dengan Balai Proteksi Tanaman Pangan & Hortikultura (BPTPH) dan Dinas Pertanian. Rangkaian kegiatan yang telah dibangun adalah dengan pengiriman data serangan WBC melalui SMS Laporan Peringatan Dini OPT (SMS Server) , kirim data cepat dimaksud untuk mempercepat upaya pengendalian WBC di tingkat lapang. Dengan mengetahui system peringatan dini, diharapkan petani padi dapat menghindari ledakan hama wereng batang coklat (WBC) seperti yang terjadi pada 2005 dan 2010.

 

Wereng Batang Coklat memang hama laten yang dapat menyerang pada setiap musim bila petani lengah memantau lahan padinya.Lengah sedikit saja menyebabkan pengambilan keputusan terlambat sehingga  berdampak puso alias gagal panen Bagaimana tanda serangan WBC? Hama ini menjadi hama utama tanaman padi di Indonesia sejak pertengahan tahun 1970-an.  Pemicu terjadinya serangan WBC antara lain tanam padi terus menerus, pemupukan N dosis tinggi dan pemakaian pestisida yang melanggar kaidah-kaidah PHT. Kerusakan yang ditimbulkan WBC adalah tanaman padi mengering karena WBC menghisap cairan dari dalam jaringan pengangkutan (batang) tanaman padi.WBC dapat menimbulkan kerusakan ringan, berat sampai puso pada hamper semua fase tumbuh, sejak fase bibit, anakan, sampai fase masak susu (pengisian). Gejala serangan WBC pada rumpun dapat terlihat dari daun-daun yang menguning, kemudian tanaman mengering dengan cepat (seperti terbakar).  Gejala ini ikenal dengan istilah hopperburn. Dalam suatu hamparan, gejala hopperburn terlihat sebagai bentuk lingkaran, yang menunjukkan pola  penyebaran WBC yang dimulai dari satu titik, kemudian menyebar ke segala arah dalam bentuk lingkaran.  Dalam keadaan demikian, populasi WBC biasanya sudah sangat tinggi dan didominasi serangga bersayap panjang (makroptera).

Menurut Baehaqi (Peneliti BB-Padi) strategi yang bijaksana dalam pengendalian WBC adalah pemantauan lapang, teknik penarikan sampel, dan pengambilan keputusan yang cepat. Dalam point terakhir seringkali pengambilan keputusan yang lambat karena prosedur birokrasi yang bertele-tele sehingga seringkali kecolongan.Bagaimana pengendalian WBC? Seperti kita ketahui bahwa wereng batang coklat (WBC) menyukai tanaman yang dipupuk Nitrogen tinggi dengan jarak tanam rapat.  Ada lima jurus pengendalian WBC yang dapat diterapkan di lapangan, antara lain :

  1. Pengamatan yang rutin pada pertanaman;
  2. Penanaman padi dengan jarak tanam yang tidak terlalu rapat, gunakan jajar legowo 2:1 atau 3:1;
  3. Penggunaan varietas tahan, antara lain: Memberamo, Widas, Cimelati untuk WBC biotipe1,  sedangkan biotipe2 gunakan varietas Memberamo, Cigeulis, dan Ciapus;
  4. Pergiliran varietas;
  5. Pemanfaatan musuh alami antara lain: Ophionea sp; Paederus sp; Miscraspis sp; Spiders (Lycosa sp.). Penggunaan insektisida yang efektif berbahan aktif antara lain : bufrofezin, fipronil, amidakloprid, carbofuran, dan teametoksan.Semua pihak diharapkan kompak dalam pengawalan petani melalui monitoring lapang ke seluruh sentra produksi padi dalam rangka pengamanan produksi padi.(Urip SR) ***

 

Sumber : Balai Besar POPT, Jatisari - Ditjen Tanaman Pangan

Sumber Pustaka : Evaluasi Prakiraan serangan OPT utama Padi MT. 2013/2014 BBPOPT. 2013 Masalah lapang: hama, penyakit, hara pada padi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (2011).

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini1024
Hari kemarin2031
Minggu ini6626
Bulan ini34646
Jumlah Pengunjung858544
Online sekarang
34

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Waspadai Wereng Batang Coklat pada MH. 2013/2014

Prakiraan serangan hama wereng batang coklat/WBC (Nilaparvata lugens. Stal) MH. 2013/14 yang dirilis Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Jatisari menempatkan 3 Propinsi di Pulau Jawa sebagai urutan teratas.

Prakiraan serangan WBC tertinggi diprakirakan akan terjadi di Propinsi Jawa Timur (3054 ha), Jawa Barat (1609 ha), dan Jawa Tengah (1179 ha).  Dengan sudah mengetahui angka prakiraan tersebut, diharapkan antisipasi pengendalian bisa lebih dini.  Akibat serangan WBC yang bisa ditolerir adalah tidak lebih dari 2% (intensitas serangan).Dalam setahun 2,5 juta hektar lahan padi pernah luluh lantak akibat serangan WBC.  Bila produksi rata-rata 5 ton per hektar, artinya 12.500.000 ton padi hilang begitu saja.  Oleh karena itu system peringatan dini untuk mengendalikan hama itu sangat penting.  Tujuannya agar gejala serangan WBC dapat dideteksi sehingga langkah untuk mengatasi segera dapat ditempuh. Sistem peringatan dini atau early warning system itulah yang sering disosialisasikan di tingkat paling bawah oleh BBPOPT untuk menghadapi musim tanam mendatang (MH. 2013-2014). Kegiatan seperti itu terus menerus dilakukan bekerja sama dengan Balai Proteksi Tanaman Pangan & Hortikultura (BPTPH) dan Dinas Pertanian. Rangkaian kegiatan yang telah dibangun adalah dengan pengiriman data serangan WBC melalui SMS Laporan Peringatan Dini OPT (SMS Server) , kirim data cepat dimaksud untuk mempercepat upaya pengendalian WBC di tingkat lapang. Dengan mengetahui system peringatan dini, diharapkan petani padi dapat menghindari ledakan hama wereng batang coklat (WBC) seperti yang terjadi pada 2005 dan 2010.

 

Wereng Batang Coklat memang hama laten yang dapat menyerang pada setiap musim bila petani lengah memantau lahan padinya.Lengah sedikit saja menyebabkan pengambilan keputusan terlambat sehingga  berdampak puso alias gagal panen Bagaimana tanda serangan WBC? Hama ini menjadi hama utama tanaman padi di Indonesia sejak pertengahan tahun 1970-an.  Pemicu terjadinya serangan WBC antara lain tanam padi terus menerus, pemupukan N dosis tinggi dan pemakaian pestisida yang melanggar kaidah-kaidah PHT. Kerusakan yang ditimbulkan WBC adalah tanaman padi mengering karena WBC menghisap cairan dari dalam jaringan pengangkutan (batang) tanaman padi.WBC dapat menimbulkan kerusakan ringan, berat sampai puso pada hamper semua fase tumbuh, sejak fase bibit, anakan, sampai fase masak susu (pengisian). Gejala serangan WBC pada rumpun dapat terlihat dari daun-daun yang menguning, kemudian tanaman mengering dengan cepat (seperti terbakar).  Gejala ini ikenal dengan istilah hopperburn. Dalam suatu hamparan, gejala hopperburn terlihat sebagai bentuk lingkaran, yang menunjukkan pola  penyebaran WBC yang dimulai dari satu titik, kemudian menyebar ke segala arah dalam bentuk lingkaran.  Dalam keadaan demikian, populasi WBC biasanya sudah sangat tinggi dan didominasi serangga bersayap panjang (makroptera).

Menurut Baehaqi (Peneliti BB-Padi) strategi yang bijaksana dalam pengendalian WBC adalah pemantauan lapang, teknik penarikan sampel, dan pengambilan keputusan yang cepat. Dalam point terakhir seringkali pengambilan keputusan yang lambat karena prosedur birokrasi yang bertele-tele sehingga seringkali kecolongan.Bagaimana pengendalian WBC? Seperti kita ketahui bahwa wereng batang coklat (WBC) menyukai tanaman yang dipupuk Nitrogen tinggi dengan jarak tanam rapat.  Ada lima jurus pengendalian WBC yang dapat diterapkan di lapangan, antara lain :

  1. Pengamatan yang rutin pada pertanaman;
  2. Penanaman padi dengan jarak tanam yang tidak terlalu rapat, gunakan jajar legowo 2:1 atau 3:1;
  3. Penggunaan varietas tahan, antara lain: Memberamo, Widas, Cimelati untuk WBC biotipe1,  sedangkan biotipe2 gunakan varietas Memberamo, Cigeulis, dan Ciapus;
  4. Pergiliran varietas;
  5. Pemanfaatan musuh alami antara lain: Ophionea sp; Paederus sp; Miscraspis sp; Spiders (Lycosa sp.). Penggunaan insektisida yang efektif berbahan aktif antara lain : bufrofezin, fipronil, amidakloprid, carbofuran, dan teametoksan.Semua pihak diharapkan kompak dalam pengawalan petani melalui monitoring lapang ke seluruh sentra produksi padi dalam rangka pengamanan produksi padi.(Urip SR) ***

 

Sumber : Balai Besar POPT, Jatisari - Ditjen Tanaman Pangan

Sumber Pustaka : Evaluasi Prakiraan serangan OPT utama Padi MT. 2013/2014 BBPOPT. 2013 Masalah lapang: hama, penyakit, hara pada padi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (2011).

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi