Tim Lintas Kementerian Membentuk Struktur Pasar Efisien

Jakarta -- Sebagai respon atas fluktuasi harga pangan yang cukup tinggi yang terjadi akhir-akhir ini, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian BUMN membentuk tim lintas kementerian untuk menciptakan struktur pasar baru yang efisien. Tim ini akan bekerja secara terpadu sepanjang waktu sampai terbentuk struktur pasar baru yang efisien.

Hal ini disampaikan pada Rapat Koordinasi Distribusi Pangan Nasional yang diselenggarakan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian di Jakarta Selatan, Jumat (10/6). Hadir pada rapat ini yakni Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Koperasi dan UKM, Menteri BUMN yang diwakili oleh Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi, KADIN, lembaga koperasi, pelaku usaha pangan serta pejabat terkait.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada saat membuka rapat mengatakan: "Yang akan kita bangun adalah struktur pasar yang baru untuk jangka panjang, bukan hanya untuk bulan Ramadhan."

Menteri Pertanian berharap, dengan adanya struktur pasar baru maka akan menguntungkan seluruh pihak mulai dari petani, pengusaha, UKM, dan konsumen.

Menteri Perindustrian Saleh Husin menambahkan: "Mata rantai yang membuat harga menjadi tinggi, meskipun dari produsen sudah mengeluarkan harga yang wajar. Oleh karena itu, bagaimana memotong sehingga harga yang sampai ke konsumen adalah harga yang layak."

Terkait upaya stabilisasi harga pangan untuk saat ini dan jangka panjang, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan bahwa seluruh pemangku kepentingan tidak bisa bekerja sendiri-sendiri.

"Jika masing-masing kementerian masih eklusif dan bekerja sendiri-sendiri, maka kita tidak bisa mencapai tujuan. Harus inklusif agar petani untung dan konsumen untung." tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Thomas Lembong menghimbau agar pengusaha ikut mengembangnkan pasar ekspor. Namun, dia mengakui akan sulit mengembangkan pasar ekspor jika harga di pasar domestik masih tinggi.

"Peluang ekspor khususnya pangan dan industri makanan minuman sangat besar. Pemerintah bersinergi untuk menekan harga di pasar domestik." tegasnya.

Rapat koordinasi ini membahas beberapa hal yakni pengamanan pasokan serta stabilisasi harga pangan, upaya jangka menengah dan panjang dalam rangka memperpendek rangkai pasok, dan menyusun konsep struktur baru pasar pangan.

Upaya ini dimaksudkan untuk memberikan jaminan pasar dan harga layak bagi petani, konsumen menikmati pangan murah, dan pelaku usaha dan pedagang menikmati keuntungan pada tingkat wajar.

Pada kesempatan ini, juga ditandatangani nota kesepahaman bersama oleh Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Koperasi dan UKM, dan Menteri BUMN
tentang program kerjasama ketersediaan, distribusi dan pemasaran pangan strategis.

Dengan nota kesepahaman ini, dimaksudkan agar dapat saling mendukung dan mensinergikan program dan kegiatan untuk menjamin ketersediaan pangan yang terjangkau oleh masyarakat dan meningkatkan kemajuan koperasi dan kesejahteraan petani dan peningkatan hasil ekspor pertanian dan pengolahan.

Sumber: Kementrian Pertanian

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini109
Hari kemarin2156
Minggu ini6920
Bulan ini23545
Jumlah Pengunjung1071892
Online sekarang
14

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Tim Lintas Kementerian Membentuk Struktur Pasar Efisien

Jakarta -- Sebagai respon atas fluktuasi harga pangan yang cukup tinggi yang terjadi akhir-akhir ini, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian BUMN membentuk tim lintas kementerian untuk menciptakan struktur pasar baru yang efisien. Tim ini akan bekerja secara terpadu sepanjang waktu sampai terbentuk struktur pasar baru yang efisien.

Hal ini disampaikan pada Rapat Koordinasi Distribusi Pangan Nasional yang diselenggarakan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian di Jakarta Selatan, Jumat (10/6). Hadir pada rapat ini yakni Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Koperasi dan UKM, Menteri BUMN yang diwakili oleh Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi, KADIN, lembaga koperasi, pelaku usaha pangan serta pejabat terkait.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada saat membuka rapat mengatakan: "Yang akan kita bangun adalah struktur pasar yang baru untuk jangka panjang, bukan hanya untuk bulan Ramadhan."

Menteri Pertanian berharap, dengan adanya struktur pasar baru maka akan menguntungkan seluruh pihak mulai dari petani, pengusaha, UKM, dan konsumen.

Menteri Perindustrian Saleh Husin menambahkan: "Mata rantai yang membuat harga menjadi tinggi, meskipun dari produsen sudah mengeluarkan harga yang wajar. Oleh karena itu, bagaimana memotong sehingga harga yang sampai ke konsumen adalah harga yang layak."

Terkait upaya stabilisasi harga pangan untuk saat ini dan jangka panjang, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan bahwa seluruh pemangku kepentingan tidak bisa bekerja sendiri-sendiri.

"Jika masing-masing kementerian masih eklusif dan bekerja sendiri-sendiri, maka kita tidak bisa mencapai tujuan. Harus inklusif agar petani untung dan konsumen untung." tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Thomas Lembong menghimbau agar pengusaha ikut mengembangnkan pasar ekspor. Namun, dia mengakui akan sulit mengembangkan pasar ekspor jika harga di pasar domestik masih tinggi.

"Peluang ekspor khususnya pangan dan industri makanan minuman sangat besar. Pemerintah bersinergi untuk menekan harga di pasar domestik." tegasnya.

Rapat koordinasi ini membahas beberapa hal yakni pengamanan pasokan serta stabilisasi harga pangan, upaya jangka menengah dan panjang dalam rangka memperpendek rangkai pasok, dan menyusun konsep struktur baru pasar pangan.

Upaya ini dimaksudkan untuk memberikan jaminan pasar dan harga layak bagi petani, konsumen menikmati pangan murah, dan pelaku usaha dan pedagang menikmati keuntungan pada tingkat wajar.

Pada kesempatan ini, juga ditandatangani nota kesepahaman bersama oleh Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Koperasi dan UKM, dan Menteri BUMN
tentang program kerjasama ketersediaan, distribusi dan pemasaran pangan strategis.

Dengan nota kesepahaman ini, dimaksudkan agar dapat saling mendukung dan mensinergikan program dan kegiatan untuk menjamin ketersediaan pangan yang terjangkau oleh masyarakat dan meningkatkan kemajuan koperasi dan kesejahteraan petani dan peningkatan hasil ekspor pertanian dan pengolahan.

Sumber: Kementrian Pertanian

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi