Pemerintah Terapkan Program Bantuan Petani

Jakarta ­– Pemerintah menerapkan program bantuan berupa Skema Inovasi Rantai Nilai bagi 1 juta petani hingga 2020. Program itu mencakup pembiayaan berupa kredit berbunga rendah, penyediaan bibit dan pupuk, serta pendampingan pertanian. Selain itu, pemberian kompensasi selama masa tunggu panen, jaminan pembelian hasil panen oleh perusahaan, dan bantuan pengurusan sertifikat kepemilikan lahan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla meluncurkan program tersebut di Jakarta kemarin. Pemerintah menargetkan program ini dapat menjangkau petani dengan luas area mencapai 2 juta hektare. Tahun ini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 445 ribu petani dengan luas area lebih dari 350 ribu hektare.

Kalla berharap program itu bisa meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Ia menilai saat ini produktivitas sektor pertanian masih rendah dibanding sektor ekonomi lain. Hal itu tampak dari kontribusi sektor pertanian terhadap produk domestik bruto triwulan 1 2016 yang hanya 13,6 persen.

Persoalannya, menurut Kalla, meningkatnya pertumbuhan penduduk membuat lahan pertanian semakin sempit. “Padahal, kita butuh makanan yang lebih banyak dengan semakin banyaknya penduduk.”

Menurut dia, solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah meningkatkan produktivitas petani, “Karena tidak mungkin kita membuat sawah lagi.”

Dalam soal pembiayaan, Kalla optimis tingkat bunga kredit usaha rakyat (KUR) akan turun menjadi 7 persen pada 2017. Dengan turunnya bunga KUR, ia berharap lebih banyak petani dapat ikut serta dalam program tersebut.”Mungkin tahun depan (bunga turun). Sekarangkan sudah 9 persen,” kata dia.

Skema Inovasi Rantai Nilai merupakan kerja sama antara pemerintah, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Kamar Dagang dan Industri Indonesia, serta Partnership for Indonesia’s Sustainable Agriculture.

Ketua Umum ISEI yang juga Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Muliaman Hadad, menilai program tersebut akan bermanfaat bagi petani. “Karena mencakup produksi hingga konsumen,” ujar dia.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Rosan P. Roeslani mengatakan uji coba implementasi finansial yang menyeluruh telah dilakukan terhadap komoditas jagung, kelapa sawit, dan kopi. Juga terhadap kakao dan komoditas lain seperti padi, kedelai, kentang, holtikultura, dan karet. “Proyek-proyek uji coba ini telah terbukti berhasil meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani rata-rata 25 persen, tergantung pada komoditas dan petani yang mengikuti program ini,” ujarnya. (AAS)

Sumber : Koran Tempo

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini320
Hari kemarin2036
Minggu ini12101
Bulan ini44920
Jumlah Pengunjung962913
Online sekarang
35

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Pemerintah Terapkan Program Bantuan Petani

Jakarta ­– Pemerintah menerapkan program bantuan berupa Skema Inovasi Rantai Nilai bagi 1 juta petani hingga 2020. Program itu mencakup pembiayaan berupa kredit berbunga rendah, penyediaan bibit dan pupuk, serta pendampingan pertanian. Selain itu, pemberian kompensasi selama masa tunggu panen, jaminan pembelian hasil panen oleh perusahaan, dan bantuan pengurusan sertifikat kepemilikan lahan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla meluncurkan program tersebut di Jakarta kemarin. Pemerintah menargetkan program ini dapat menjangkau petani dengan luas area mencapai 2 juta hektare. Tahun ini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 445 ribu petani dengan luas area lebih dari 350 ribu hektare.

Kalla berharap program itu bisa meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Ia menilai saat ini produktivitas sektor pertanian masih rendah dibanding sektor ekonomi lain. Hal itu tampak dari kontribusi sektor pertanian terhadap produk domestik bruto triwulan 1 2016 yang hanya 13,6 persen.

Persoalannya, menurut Kalla, meningkatnya pertumbuhan penduduk membuat lahan pertanian semakin sempit. “Padahal, kita butuh makanan yang lebih banyak dengan semakin banyaknya penduduk.”

Menurut dia, solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah meningkatkan produktivitas petani, “Karena tidak mungkin kita membuat sawah lagi.”

Dalam soal pembiayaan, Kalla optimis tingkat bunga kredit usaha rakyat (KUR) akan turun menjadi 7 persen pada 2017. Dengan turunnya bunga KUR, ia berharap lebih banyak petani dapat ikut serta dalam program tersebut.”Mungkin tahun depan (bunga turun). Sekarangkan sudah 9 persen,” kata dia.

Skema Inovasi Rantai Nilai merupakan kerja sama antara pemerintah, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Kamar Dagang dan Industri Indonesia, serta Partnership for Indonesia’s Sustainable Agriculture.

Ketua Umum ISEI yang juga Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Muliaman Hadad, menilai program tersebut akan bermanfaat bagi petani. “Karena mencakup produksi hingga konsumen,” ujar dia.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Rosan P. Roeslani mengatakan uji coba implementasi finansial yang menyeluruh telah dilakukan terhadap komoditas jagung, kelapa sawit, dan kopi. Juga terhadap kakao dan komoditas lain seperti padi, kedelai, kentang, holtikultura, dan karet. “Proyek-proyek uji coba ini telah terbukti berhasil meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani rata-rata 25 persen, tergantung pada komoditas dan petani yang mengikuti program ini,” ujarnya. (AAS)

Sumber : Koran Tempo

Galeri Video

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi