Waspadai Ulah Spekulan Pangan

Pemerintah menjamin pasokan pangan menjelang Ramadan dan saat perayaan Idul Fitri tahun ini. Namun, upaya tersebut akan sia-sia menjaga stabilitas harga selama Puasa dan Lebaran jika pemerintah lengah terhadap perilaku nakal pengusaha yang memainkan harga di pasaran.Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Urusan Logistik (Bulog) sama-sama menjamin kelancaran pasokan beras jelang bulan Ramadhan dan saat perayaan Hari Raya Idul Fitri 2016. Saat ini, serapan gabah oleh Bulog mencapai sedikitnya dua juta ton, dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman stok itu masih berpotensi bertambah karena masih ada panen puncak selama Mei dan lum nanti. Dengan itu, dipastikan tidak ada persoalan di sisi stok beras. "Kami jamin, stok beras akan aman jelang Ramadhan dan saat lebaran," kata Amran saat menghadiri ulang tahun Bulog di Jakarta, Selasa (10/5). 

Direktur Utama Bulog, Djarot Kusumayakti mengatakan, selain menjaga pasokan, Bulog juga menyiapkan beras kualitas baik. Kualitas beras tentunya akan selalu dijaga apalagi Bulog melalaikan perbaikan pada beberapa gudang penyimpan berasnya. 

Sebagaimana diketahui, perbaikan gudang-gudang Bulog atas instruksi Menteri BUMN yang mendapat keluhan dari masyarakat terkait dengan rendahnya kualitas beras untuk rakyat miskin (raskin) yang disediakan Bulog. Rini meminta agar Bulog tidak hanya melakukan perbaikan pada teknik penyimpanan tetapi pada penggunaan teknologi. 

Lebih lanjut, sambung Djarot, Bulog akan terus meningkatkan serapan gabah sehingga masih ada kemungkinan penambahan stok di Bulog. "Kami yakin, akan ada tambahan serapan untuk beberapa minggu ke depan hingga mencapai 2,5 juta ton," terangnya. 

Rentan Bergejolak 

Sementara itu, dari Bandung, Jawa Barat, harga gabah dan beras ditingkat petani serta penggilingan memasuki bulan Mei turun. Meski demikian, komoditas ini termasuk rentan mengalami kenaikan harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri. 

"Kami, Bulog dan tim pengendali inflasi di Jabar mewaspadai kemungkinan melonjaknya harga beras di konsumen, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Sebab, masa panen raya di Juli sudah selesai. Saat ini harga rata-rata masih stabil karena memang sedang musim panen raya," ujar Kepala Bulog Jawa Barat (Jabar), Alip Afandi di Bandung, Selasa (10/5). 

Alip mengatakan kenaikan harga sudah mulai terasa ditingkat petani. Dimana harga Gabah Kering Petani (GKP) sudah diatas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar 3.700 per kilo gram. Yakni berkisar 3.900 hingga 4000 per kilo gramnya. Kondisi itu diakuinya memberatkan bagi Bulog untuk melakukan penyerapan stok gabah. Disisi lain, petani saat ini menikmati keuntungan dari hasil panen padi mereka. 

Untuk memaksimalkan penyerapan, Bulog melakukan kerja sama dengan mitratani dan penggilingan dimana saat ini jumlahnya telah mencapai 250 petani dan kelompok tani. 

Secara terpisah, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Muhammad Syarkhwai Rauf meminta pelaku usaha untuk menjaga stabilitas harga saat jelang Ramadan dan saat Lebaran. Sebab, momen tersebut rentan terjadinya gejolak harga akibat beragam faktor. 

Menurut Rauf, pelaku usaha merupakan pemegang peranan penting dalam menjaga stabilitas harga dan persaingan usaha yang sehat. Bisnis akan semakin sehat apabila pelaksanaan hukum persaingan usahanya sehat, seperti di Jepang dan Korea Selatan. Bisnis di kedua negara sektor usahanya terus tumbuh dan berkembang karena mematuhi hukum persaingan usaha. Diharapkan di Indonesia hal serupa bisa terjadi. 

"Kiranya para pelaku usaha di Tanah Air bisa mengimplementasikannya, sehingga masalah usaha bisa ditekan," pungkasnya.

Sumber : Koran Jakarta

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini165
Hari kemarin2459
Minggu ini7586
Bulan ini40405
Jumlah Pengunjung958398
Online sekarang
14

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Waspadai Ulah Spekulan Pangan

Pemerintah menjamin pasokan pangan menjelang Ramadan dan saat perayaan Idul Fitri tahun ini. Namun, upaya tersebut akan sia-sia menjaga stabilitas harga selama Puasa dan Lebaran jika pemerintah lengah terhadap perilaku nakal pengusaha yang memainkan harga di pasaran.Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Urusan Logistik (Bulog) sama-sama menjamin kelancaran pasokan beras jelang bulan Ramadhan dan saat perayaan Hari Raya Idul Fitri 2016. Saat ini, serapan gabah oleh Bulog mencapai sedikitnya dua juta ton, dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman stok itu masih berpotensi bertambah karena masih ada panen puncak selama Mei dan lum nanti. Dengan itu, dipastikan tidak ada persoalan di sisi stok beras. "Kami jamin, stok beras akan aman jelang Ramadhan dan saat lebaran," kata Amran saat menghadiri ulang tahun Bulog di Jakarta, Selasa (10/5). 

Direktur Utama Bulog, Djarot Kusumayakti mengatakan, selain menjaga pasokan, Bulog juga menyiapkan beras kualitas baik. Kualitas beras tentunya akan selalu dijaga apalagi Bulog melalaikan perbaikan pada beberapa gudang penyimpan berasnya. 

Sebagaimana diketahui, perbaikan gudang-gudang Bulog atas instruksi Menteri BUMN yang mendapat keluhan dari masyarakat terkait dengan rendahnya kualitas beras untuk rakyat miskin (raskin) yang disediakan Bulog. Rini meminta agar Bulog tidak hanya melakukan perbaikan pada teknik penyimpanan tetapi pada penggunaan teknologi. 

Lebih lanjut, sambung Djarot, Bulog akan terus meningkatkan serapan gabah sehingga masih ada kemungkinan penambahan stok di Bulog. "Kami yakin, akan ada tambahan serapan untuk beberapa minggu ke depan hingga mencapai 2,5 juta ton," terangnya. 

Rentan Bergejolak 

Sementara itu, dari Bandung, Jawa Barat, harga gabah dan beras ditingkat petani serta penggilingan memasuki bulan Mei turun. Meski demikian, komoditas ini termasuk rentan mengalami kenaikan harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri. 

"Kami, Bulog dan tim pengendali inflasi di Jabar mewaspadai kemungkinan melonjaknya harga beras di konsumen, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Sebab, masa panen raya di Juli sudah selesai. Saat ini harga rata-rata masih stabil karena memang sedang musim panen raya," ujar Kepala Bulog Jawa Barat (Jabar), Alip Afandi di Bandung, Selasa (10/5). 

Alip mengatakan kenaikan harga sudah mulai terasa ditingkat petani. Dimana harga Gabah Kering Petani (GKP) sudah diatas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar 3.700 per kilo gram. Yakni berkisar 3.900 hingga 4000 per kilo gramnya. Kondisi itu diakuinya memberatkan bagi Bulog untuk melakukan penyerapan stok gabah. Disisi lain, petani saat ini menikmati keuntungan dari hasil panen padi mereka. 

Untuk memaksimalkan penyerapan, Bulog melakukan kerja sama dengan mitratani dan penggilingan dimana saat ini jumlahnya telah mencapai 250 petani dan kelompok tani. 

Secara terpisah, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Muhammad Syarkhwai Rauf meminta pelaku usaha untuk menjaga stabilitas harga saat jelang Ramadan dan saat Lebaran. Sebab, momen tersebut rentan terjadinya gejolak harga akibat beragam faktor. 

Menurut Rauf, pelaku usaha merupakan pemegang peranan penting dalam menjaga stabilitas harga dan persaingan usaha yang sehat. Bisnis akan semakin sehat apabila pelaksanaan hukum persaingan usahanya sehat, seperti di Jepang dan Korea Selatan. Bisnis di kedua negara sektor usahanya terus tumbuh dan berkembang karena mematuhi hukum persaingan usaha. Diharapkan di Indonesia hal serupa bisa terjadi. 

"Kiranya para pelaku usaha di Tanah Air bisa mengimplementasikannya, sehingga masalah usaha bisa ditekan," pungkasnya.

Sumber : Koran Jakarta

Galeri Video

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi