Model Pengembangan Sistem Produksi Padi Potensi Hasil Tinggi di Indramayu

INDRAMAYU. Kebutuhan bahan pangan makin meningat sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk. Mengandalkan pangan impor untuk memenuhi kebutuhan nasional dinilai kurang tepat karena akan mempengaruhi aspek sosial, ekonomi, dan politik, sehingga upaya peningkatan produksi pangan di dalam negeri perlu mendapat perhatian.

Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam mempertahankan swasembada beras, diantaranya tingginya pertumbuhan populasi penduduk, konservasi lahan sawah subur ke tanaman lainya yang lebih bernilai jual tinggi, pembangunan serta kawasan industri, meningkatnya kompetisi antar usahatani, keterbatasan sumberdaya air, serta terjadinya banjir dan kekeringan akibat pemanasan global.

Dalam rangka menjawab tantangan seperti tersebut diatas, Balitbangtan telah melakukan model pengembangan sistem produksi padi sawah irigasi potensi hasil tinggi (>12 ton GKP/ha) di Desa Karanggetas, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat  seluas 50 ha. (Kamis,7/04/16)

Pengembangan model produksi padi ini menggunakan 5 varietas unggul baru padi berpotensi hasil tinggi, yang terdiri atas empat varietas inbrida dan satu varietas hibrida. Varietas inbrida yang digunakan adalah:  (1) Inpari-30 Ciherang Sub-1, (2) Inpari-32 HDB, (3) Inpari-33 , dan (4) Inpari-43 Agritan GSR. Padi Hibrida yang digunakan adalah Hipa Jatim-2.

Sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan model pengembangan ini meliputi persiapan pengolahan lahan, aplikasi dekomposer, penggunaan benih varietas unggul baru, penyiapan persemaian dapog, aplikasi pupuk hayati, tanam, pengelolaan hara dan pengendalian OPT (dengan lampu perangkap, feromon, pestisida hayati, rekayasa ekologi dan penggunaan linier trap barier system), panen dan pascapanen. 

Acara panen dan temu lapang demarea dihadiri Menteri Pertanian yang diwakili oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Dr. M. Syakir Dalam sambutnya M Syakir mengatakan bahwa Modernisasi tidak bisa dilepaskan oleh inovasi teknologi pertanian, dan pada hari ini pertama di Indonesia, bahwa di Indramayu ini, Balitbangtan mempersembahkan jajar legowo plus dengan produktivitas 12-14,7 t/ha. Harapan Kementerian pertanian, inovasi teknologi ini bisa direplikasikan dan bergulir untuk seluruh wilayah Indonesia, karena saat ini selain produktivitas perlu adanya pendekatan untuk mensejahterakan petani. Satu kali jalan Kementerian Pertanian harus mencapai tingkat produksi, harus mencapai produktivitas yang tinggi, dan harus mewujudkan kesejahteraan petani. Ini satu tarikan nafas karena tingkat produksi pada hari ini 14,7 t/ha mampu menekan efisiensi 2-3%, walaupun kecil namun lompatan produktivitasnya mencapai 60-90%.

Materi demarea meliputi varietas unggul baru padi dan  berbagai komponen teknologi budidaya  yang dirancang secara optimal untuk mendapatkan hasil tinggi. Bentuk kemitraan pengelolaan denfarm adalah: petani menyediakan saprotan, menerapakan teknologi dan melakukan pengelolaan sebagaimana yang biasa dilakukan petani, sedangkan pihak-pihak Balitbangtan melakukan perbaikan melalui penambahan atau pengurangan penerapan teknologi dari yang biasa dilakukan oleh petani dan melakukan pendampingan penerapan teknologi tersebut. Membuat model optimasi sistem produksi padi di lahan sawah irigasi untuk mendapatkan hasil maksimal melalui perakitan berbagai inovasi teknologi yang dihasilkan Balitbangtan maupun lembaga penelitian lainnya dalam upaya mendukung peningkatan produksi padi nasional.

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 1
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Keunggulan Varietas Tarabas
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini553
Hari kemarin2765
Minggu ini11665
Bulan ini53108
Jumlah Pengunjung1219711
Online sekarang
56

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Model Pengembangan Sistem Produksi Padi Potensi Hasil Tinggi di Indramayu

INDRAMAYU. Kebutuhan bahan pangan makin meningat sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk. Mengandalkan pangan impor untuk memenuhi kebutuhan nasional dinilai kurang tepat karena akan mempengaruhi aspek sosial, ekonomi, dan politik, sehingga upaya peningkatan produksi pangan di dalam negeri perlu mendapat perhatian.

Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam mempertahankan swasembada beras, diantaranya tingginya pertumbuhan populasi penduduk, konservasi lahan sawah subur ke tanaman lainya yang lebih bernilai jual tinggi, pembangunan serta kawasan industri, meningkatnya kompetisi antar usahatani, keterbatasan sumberdaya air, serta terjadinya banjir dan kekeringan akibat pemanasan global.

Dalam rangka menjawab tantangan seperti tersebut diatas, Balitbangtan telah melakukan model pengembangan sistem produksi padi sawah irigasi potensi hasil tinggi (>12 ton GKP/ha) di Desa Karanggetas, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat  seluas 50 ha. (Kamis,7/04/16)

Pengembangan model produksi padi ini menggunakan 5 varietas unggul baru padi berpotensi hasil tinggi, yang terdiri atas empat varietas inbrida dan satu varietas hibrida. Varietas inbrida yang digunakan adalah:  (1) Inpari-30 Ciherang Sub-1, (2) Inpari-32 HDB, (3) Inpari-33 , dan (4) Inpari-43 Agritan GSR. Padi Hibrida yang digunakan adalah Hipa Jatim-2.

Sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan model pengembangan ini meliputi persiapan pengolahan lahan, aplikasi dekomposer, penggunaan benih varietas unggul baru, penyiapan persemaian dapog, aplikasi pupuk hayati, tanam, pengelolaan hara dan pengendalian OPT (dengan lampu perangkap, feromon, pestisida hayati, rekayasa ekologi dan penggunaan linier trap barier system), panen dan pascapanen. 

Acara panen dan temu lapang demarea dihadiri Menteri Pertanian yang diwakili oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Dr. M. Syakir Dalam sambutnya M Syakir mengatakan bahwa Modernisasi tidak bisa dilepaskan oleh inovasi teknologi pertanian, dan pada hari ini pertama di Indonesia, bahwa di Indramayu ini, Balitbangtan mempersembahkan jajar legowo plus dengan produktivitas 12-14,7 t/ha. Harapan Kementerian pertanian, inovasi teknologi ini bisa direplikasikan dan bergulir untuk seluruh wilayah Indonesia, karena saat ini selain produktivitas perlu adanya pendekatan untuk mensejahterakan petani. Satu kali jalan Kementerian Pertanian harus mencapai tingkat produksi, harus mencapai produktivitas yang tinggi, dan harus mewujudkan kesejahteraan petani. Ini satu tarikan nafas karena tingkat produksi pada hari ini 14,7 t/ha mampu menekan efisiensi 2-3%, walaupun kecil namun lompatan produktivitasnya mencapai 60-90%.

Materi demarea meliputi varietas unggul baru padi dan  berbagai komponen teknologi budidaya  yang dirancang secara optimal untuk mendapatkan hasil tinggi. Bentuk kemitraan pengelolaan denfarm adalah: petani menyediakan saprotan, menerapakan teknologi dan melakukan pengelolaan sebagaimana yang biasa dilakukan petani, sedangkan pihak-pihak Balitbangtan melakukan perbaikan melalui penambahan atau pengurangan penerapan teknologi dari yang biasa dilakukan oleh petani dan melakukan pendampingan penerapan teknologi tersebut. Membuat model optimasi sistem produksi padi di lahan sawah irigasi untuk mendapatkan hasil maksimal melalui perakitan berbagai inovasi teknologi yang dihasilkan Balitbangtan maupun lembaga penelitian lainnya dalam upaya mendukung peningkatan produksi padi nasional.

Berita Terbaru

Dengan Inovasi, Lahan Kering Mampu Berproduksi Tinggi

Info Aktual | 01-02-2018 | Hits:896

Dengan Inovasi, Lahan Kering Mampu Berproduksi Tinggi

Padi Gogo Potensi Hasil Tinggi

Info Teknologi | 18-01-2018 | Hits:1468

Padi Gogo Potensi Hasil Tinggi

Padi  Lahan Kering Dataran Tinggi

Info Teknologi | 11-01-2018 | Hits:1478

Padi Lahan Kering Dataran Tinggi

Panen di Musim Paceklik

Berita Utama | 10-01-2018 | Hits:521

Panen di Musim Paceklik

Luas Panen Padi di Beberapa Wilayah

Berita Utama | 03-01-2018 | Hits:557

Luas Panen Padi di Beberapa Wilayah

Karakteristik Inpara 8 Agritan dan Inpara 9 Agritan

Info Teknologi | 02-01-2018 | Hits:598

Karakteristik Inpara 8 Agritan dan Inpara 9 Agritan

Inpara 8 dan Inpara 9, Dua Varietas Adaptif Rawa

Info Teknologi | 21-12-2017 | Hits:1100

Inpara 8 dan Inpara 9, Dua Varietas Adaptif Rawa

Menteri Pertanian Meluncurkan Varietas Unggul Baru

Info Aktual | 21-12-2017 | Hits:1423

Menteri Pertanian Meluncurkan Varietas Unggul Baru

Budidaya Organik dan Non-Organik Padi Terhadap Mutu

Info Teknologi | 16-12-2017 | Hits:1027

Budidaya Organik dan Non-Organik Padi Terhadap Mutu

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi