Pekan Nasional Petani Nelayan (Penas) XIV Tahun 2014

Stadion Kanjuruhan Malang:  Sepi Supporter tapi Rame Petani dan Nelayan

Pekan Nasional Petani Nelayan (Penas)  XIV  tahun 2014, telah  diselenggarakan  tanggal 7–12 Juni di Stadion Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang, Jawa Timur dan dibuka resmi oleh Presiden RI Bpk H. Susilo Bambang Yudhoyono, 8 Juni 2014. Penas ke XIV kali ini mengambil tema: Memantapkan Kepemimpinan dan Kemandirian Kontaktani Nelayan dalam Rangka Pengembangan Kemitraan dan Jejaring Usaha Tani Guna Mewujudkan Kesejahteraan Petani Nelayan. Penas XIV ini dikunjungi tidak kurang dari 35.000 petani dan nelayan. Ketua Panitia Pelaksana Penas yang juga Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA), Winarno Tohir, melaporkan bahwa Penas XIV dihadiri oleh perwakilan dari  34 provinsi dan 500 kota/kabupaten di Indonesia.  Saat acara pembukaan, dihadiri pula perwakilan petani dari ASEAN dan Jepang, sejumlah duta besar negara sahabat, menteri kabinet Indonesia bersatu jilid II, gubernur, anggota DPR, bupati dan wali kota se-Indonesia.

Dalam Sambutannya Presiden menyatakan akan pentingnya pemenuhan pangan di masa yang akan datang. Lebih jauh beliau menyampaikan bahwa dalam kurun waktu 30 tahun mendatang masrayakat dunia akan bertambah  30 miliar, dan dengan bertambahnya  angka kepadatan penduduk tersebut, maka kebutuhan pangan juga akan bertambah 60 hingga 70 persen dan kebutuhan pangan akan meningkat tajam. Untuk itu agar dunia tidak kelaparan dan Indonesia tidak kekurangan pangan dan kemakmuran meningkat, ada tiga sasaran besar yang harus dilakukan, yaitu: (1) Kita ingin pangan di negara ini cukup bahkan lebih, (2) penghasilan petani, nelayan dan petani hutan meningkat, dan (3) Rakyat yang jumlahnya lebih dari 240 juta jiwa dapat membeli pangan dengan harga terjangkau.

Menteri Pertanian, Suswono, dalam sambutannya menjelaskan  bahwa Penas diharapkan bisa meningkatkan jejaring dan saling belajar dalam upaya meningkatkan produksi maupun kesejahteraan dan sekaligus menjadi ajang evaluasi atau umpan balik atas capaian kerja khususnya di bidang pertanian dan perikanan. Acara ini diharapkannya  menjadi ajang pertemuan bagi petani nelayan untuk saling bertukar informasi, belajar, serta meningkatkan motivasi kepada generasi muda untuk cinta kepada bidang pertanian dan perikanan,” jelas dia. Pada bagian sambutan lainnya disampaikan pula bahwa dalam empat tahun terakhir sektor pertanian di Indonesia telah mampu menunjukkan kinerja yang baik. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan produksi yang signifikan sejumlah komoditas, seperti padi, jagung, kedelai, tebu maupun daging di tengah situasi yang berkembang, seperti perubahan iklim maupun serangan hama dan penyakit.

Kegiatan Penas XIV 2014  meliputi ekspose indoor inovasi dan teknologi dari berbagai instansi yang dipusatkan di Stadion Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang, dan outdoor di areal lahan sawah petani di belakang stadion.  Kegiatan ini meliputi  tujuh bidang, yaitu (1) Upacara dan Apresiasi, (2) Kepemimpinan dan Kemandirian Kontak Tani Nelayan, (3) Kemitraan Usaha dan Jaringan Informasi Agribisnis, (4) Pengembangan Teknologi dan Kualitas Produksi Agribisnis, (5) Pengembangan wira Usaha Petani Nelayan dan Kesadaran Lingkungan, (6) Sinkronisasi Program Pembangunan Pertanian Pusat dan daerah, (7) Kesekretariatan.  

Kontribusi Badan Litbang Pertanian dalam Acara Penas

Badan Litbang Pertanian  berkontribusi besar dalam acara Penas, khususnya dalampenyediaan materi informasi  Bidang Pengembangan Teknologi dan Kualitas Produksi Agribisnis. Dalam Bidang ini Badan Litbang Pertanian secara khusus melakukan Gelar Teknologi dengan tema  “Pertanian Bio-industri Ramah Lingkungan”. Berbagai keragaan inovasi dan teknologi ungulan Badan Litbang Pertanian dari berbagai UK/UPT Lingkup Badan Litbang digelar di Arena Penas XIV digelar secara on farm di arena ekspose Penas. Kegiatan ini sekaligus juga juga sebagai  aktualisasi dari Spektrum Diseminasi Multi Channel Badan Litbang Pertanian. Materi Gelar Teknologi  Badan Litbang Pertaniandi arena Penas, telah mendapatkan perhatian pengunjung paling besar selama eksposeoutdoor (on Farm). Perhatian ini ditunjukkan dengan kehadiran perwakilan  KTNA  dari 33 propinsi di arena Gelar Taknologi Padi, serta hadirnya pengunjung dari berbagai pemangku kepentingan saat Presiden RI berkunjung melewati arena ini.

Gelar Teknologi Badan Litbang Pertanian di arena Penas menjadi kebanggaan tersendirikhususnya bagi BB Padi,  karena selain kegiatan ini menggunakan tempat terluas, juga dijadikan tempat khusus kunjungan Presiden RI, tepatnya dilokasi pertanaman padi Hibrida Hipa 18.  Saat kunjungan lapangan RI-1 ini,  turut hadir pula perwakilan petani dari ASEAN dan Jepang  sebanyak 60 orang, serta sejumlah duta besar negara sahabat, menteri kabinet Indonesia bersatu jilid II, gubernur, anggota DPR, bupati dan wali kota se-Indonesia juga terlihat hadir di lokasi ini.

Gelar teknologi (Geltek) padi di acara Penas menempati areal terluas yaitu sekitar 6,5 ha dari total 25 ha. Geltek ini menampilkan keragaan berbagai VUB Padi (padi gogo, sawah irigasi, padi rawa, padi dataran tinggi, padi fungsional dan juga hibrida padi)  dengan pengelolaan berdasarkan teknologi PTT. Sebagai pusat pelayanan informasi teknlogi di lapang selama Penas, dipusatkan di Saung Agri inovasi.  Pusat pelayanan informasi ini selain menyediakan info guide, baik dari  humas  UK/UPT lingkup Bada Litbang Pertanian, para peneliti, prekayasa dan teknisi litkayasa, juga  info guide mahasiswa berasal dari fakultas pertanian dari berbagai perguruan tinggi yang direkrut panitia untuk turut membantu

Pelayanan informasi selama Penas kepada pengguna/pengunjung berjalan dengan sukses. Sebagai kelengkapan dari informasi yang diberikan, di Saung Agro Inovasi ini disediakan pula sampel produk teknologi  unggulan serta publikasi yang dapat dibawa pulang oleh setiap pengunjung. BB Padi, dalam kesempatan ini membagikan pula antara lain sampel benih VUB padi secara gratis, baik Inbrida maupun hibrida yang disambut antusias oleh para pengunjung. Selain di bidang teknologi, terdapat pula berbagai kegiatan diseminasi inovasi teknologi selama Penas XIV berlangsung, di antaranya adalah Rembug Madya dan Rembug Utama KTNA, Temu Petani ASEAN dan Mitra ASEAN, Pameran Pembangunan Pertanian Nasional, Expo Aquaculture, Expo Agroforestry, Gelar Teknologi, FestivalKesenian Daerah, Temu Wicara dengan para Menteri, Pengembangan JaringanAgribisnis, Expo Peternakan Nasional, Temu Teknologi, Unjuk Tangkas, Asah Terampil, Olahraga dan Keakraban, serta Rapat Pimpinan Kementerian Pertanian,dll.

Di lapangan disediakan berbagai tampilan keragaan varietas unggul baru padi   berbagai agroekosistem. Untuk agroekosistem padi gogo (lahan kering) tersedia keragaan  VUB Padi gogo, yaitu Inpago 5, Inpago 7, dan Inpago 8, serta  Batutegi, Situ Bagendit.  Untuk padi sawah irigasi dieksposes sebanyak 13 VUB yang meliputi varietas; Inpari 10 Laeya, Inpari 13, Inpari 14 Pakuan, Inpari 16 Pasundan, Inpari 24 Gabusan, Inpari 26, Inpari 27, Inpari 28 Kerinci, Inpari Sidenuk, Ciherang, Cibogo, Inpari 29 Rendaman, dan Inpari 30 Ciherang Sub 1, sedangkan untuk padi hibrida meliputi ; Hipa Jatim 1, Hipa Jatim 2, Hipa Jatim 3, Hipa 8, dan Hipa 18.  Dalam rangka ekspose padi toleran rendaman tersedia pula keragaan berbagai VUB Padi toleran rendaman yang meliputi; Inpara 4, Inpara 5, Inpara 6, Inpara 7, Inpari 29 Rendaman dan Inpari 30 Ciherang Sub 1.  Terkait dengan  padi toleran rendaman, secara khusus BB Padi mengekspose pula keragaan pertanaman Inpari 29 fase vegetative pasca rendaman 10 hari sebelum Penas yang mampu ai alternative dalam menunjukkan pertumbuhan cukup bagus (sebagai salah satu padi sawah irigasi toleran rendaman). Varietas ini diharapkan sebagai alternative dalam menjawab kendala banjir dan rendaman disentra-sentra produksi padi.

Seluruh  pertanaman  padi pada gelar teknologi di lokasi Penas dikelola berdasarkan pendekatannya Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi, dengan komponen-komponen teknologi antara lain sebagai berikut: (1) penggunaan VUB bersertifikat, (2) Pemberian bahan organik, (3) umur bibit < 20 HSS, ditanam 1-3 bibit per lubang tanam, (3) sistem tanam jajar legowo 2 : 1, (4) pemupupukan berdasarkan hasil analisa tanah (PUTS), (5) pengendalian PHT berdasarkan hasil monitoring, dan (6) panen menggunakan combine harvester.  Respon pengunjung terhadap keragaan teknologi padi di lapangan sangat antusias. Hal ini ditunjukkan dengan terjalinnya diskusi interaktif antara pera pengunjung dan info guide dengan semangat menggali informasi dibalik keragaan pertanaman yang cukup prima saat Penas digelar.

Untuk lebih meyakinkan pengunjung akan keunggulan teknologi padi yang digelar di arena Penas, Koordinator Lapang Geltek Padi (Ir. Agus Guswara) melakukan pula panen dan perhitungan hasil ubinan secara bersama-sama dengan pengunjung di lapangan.  Hasil rata-rata  gabah ubinan berbagai varietas unggul baru dilokasi Penas  2014 disajikan dalam Tabel 1.  Hasil gabah setiap VUB  yang dikelola berdasarkan teknologi PTT di  lokasi Penas tersebut secara umum relative baik. Rata-rata hasil Gabah Kering  Giling untuk Inpago sebesar 5,41 t/ha, padi sawah  6,50 t/ha, padi hibrida 7,97 t/ha dan padi rawa sebesar 4,98 t/ha.  Variasi hasil diantara VUB yang digelar di  lokasi Geltek menunjukkan pula tingkat kemampuan adaptasi terhadap lokasi. Keragaan ini sekaligus menjadi bahan pertimbangan pula bagi para pengunjung untuk dapat memilih dan mencoba mengembangkan dilokasinya yang sesuai.

 

Tabel 1. Hasil rata-rata gabah berbagai varietas unggul baru di lokasi Penas 2014

No

Varietas

Hasil Gabah Kering Panen (t/ha)

Hasil Gabah Kering Giling k.a. 14% (t/ha)

1.

Padi Gogo

Batutegi

Situ Bagendit

Inpago 5

Inpago 7

Inpago 8

 

6.35

5.75

6.00

5.50

6.25

 

5.753

5.209

5.436

4.983

5.662

Rata-rata

5.97

5.41

2.

Padi Sawah

Inpari 10 Laeya

Inpari 13

Inpari 14 Pakuan

Inpari 16 Pasundan

Inpari 24 Gabusan

Inpari 26

Inpari 27

Inpari 28 Kerinci

Inpari Sidenuk

Ciherang

Cibogo

Inpari 29 Rendaman

Inpari 30 Ciherang Sub 1

 

7.75

7.35

7.25

7.75

7.00

8.00

7.00

7.75

5.75

7.25

6.75

6.00

7.50

 

7.021

6.659

6.568

7.021

6.432

7.248

6.432

7.021

5.209

6.568

6.115

5.436

6.795

Rata-rata

7.16

6.50

3

Padi Hibrida

 

 

 

Hipa Jatim 1

Hipa Jatim 2

Hipa Jatim 3

Hipa 8

Hipa 18

8.00

8.25

9.00

8.75

10.00

7.248

7.474

8.154

7.927

9.060

Rata-rata

8.80

7.97

4.

Padi Rawa

Inpara 4

Inpara 5

Inpara 6

Inpara 7

 

6.25

5.50

5.25

5.00

 

5.662

4.983

4.756

4.530

Rata-rata

5.50

4.98

 

Selama empat hari pertama sejak Penas dibuka oleh SBY, arena Geltek Padi ini tidak sepi dari pengunjung.  Respon pengunjung cukup antusias dan tampaknya puas dengan informasi yang diberikan oleh para petugas. Harapan pengunjung dari berbagai kalangan kepentingan (petugas, petani, dan masyarakat umum), adalah;  inovasi dan teknologi yang diperoleh selama Penas dapat diterapkan di berbagai lokasi pengembangan, dan dapat menjawab permasalahan yang dihadapi selama ini, terkait dengan peningkatan produksi dan pendapatan khususnya untuk usaha tani padi.

Penas XIV tahun 2014, ditutup secara resmi oleh Menteri Pertanian pada tanggal 12 Juni 2014.  Dalam pidato penutupannya, mentan berharap  agar apa yang didapat selama mengikuti rangkaian kegiatan dapat diterapkan di daerahnya masing-masing. Di lain pihak Gubernur Jawa Timur dalam sambutan tertulisnya melalui Asisten Administrasi Umum, menyatakan kebanggaannya atas Pelaksanaan Penas XIV di Kabupaten Malang. Pihaknya berharap agar seluruh peserta Penas dapat mengambil manfaat dari kegiatan tersebut dan menjadikan pengalaman dari Penas sebagai titik awal dalam melanjutkan pertanian agar lebih maju. Selamat dan Sukses, sampai bertemu kembali di Penas XV yang direncanakan diselenggarakan di Aceh.

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini109
Hari kemarin2156
Minggu ini6920
Bulan ini23545
Jumlah Pengunjung1071892
Online sekarang
13

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Pekan Nasional Petani Nelayan (Penas) XIV Tahun 2014

Stadion Kanjuruhan Malang:  Sepi Supporter tapi Rame Petani dan Nelayan

Pekan Nasional Petani Nelayan (Penas)  XIV  tahun 2014, telah  diselenggarakan  tanggal 7–12 Juni di Stadion Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang, Jawa Timur dan dibuka resmi oleh Presiden RI Bpk H. Susilo Bambang Yudhoyono, 8 Juni 2014. Penas ke XIV kali ini mengambil tema: Memantapkan Kepemimpinan dan Kemandirian Kontaktani Nelayan dalam Rangka Pengembangan Kemitraan dan Jejaring Usaha Tani Guna Mewujudkan Kesejahteraan Petani Nelayan. Penas XIV ini dikunjungi tidak kurang dari 35.000 petani dan nelayan. Ketua Panitia Pelaksana Penas yang juga Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA), Winarno Tohir, melaporkan bahwa Penas XIV dihadiri oleh perwakilan dari  34 provinsi dan 500 kota/kabupaten di Indonesia.  Saat acara pembukaan, dihadiri pula perwakilan petani dari ASEAN dan Jepang, sejumlah duta besar negara sahabat, menteri kabinet Indonesia bersatu jilid II, gubernur, anggota DPR, bupati dan wali kota se-Indonesia.

Dalam Sambutannya Presiden menyatakan akan pentingnya pemenuhan pangan di masa yang akan datang. Lebih jauh beliau menyampaikan bahwa dalam kurun waktu 30 tahun mendatang masrayakat dunia akan bertambah  30 miliar, dan dengan bertambahnya  angka kepadatan penduduk tersebut, maka kebutuhan pangan juga akan bertambah 60 hingga 70 persen dan kebutuhan pangan akan meningkat tajam. Untuk itu agar dunia tidak kelaparan dan Indonesia tidak kekurangan pangan dan kemakmuran meningkat, ada tiga sasaran besar yang harus dilakukan, yaitu: (1) Kita ingin pangan di negara ini cukup bahkan lebih, (2) penghasilan petani, nelayan dan petani hutan meningkat, dan (3) Rakyat yang jumlahnya lebih dari 240 juta jiwa dapat membeli pangan dengan harga terjangkau.

Menteri Pertanian, Suswono, dalam sambutannya menjelaskan  bahwa Penas diharapkan bisa meningkatkan jejaring dan saling belajar dalam upaya meningkatkan produksi maupun kesejahteraan dan sekaligus menjadi ajang evaluasi atau umpan balik atas capaian kerja khususnya di bidang pertanian dan perikanan. Acara ini diharapkannya  menjadi ajang pertemuan bagi petani nelayan untuk saling bertukar informasi, belajar, serta meningkatkan motivasi kepada generasi muda untuk cinta kepada bidang pertanian dan perikanan,” jelas dia. Pada bagian sambutan lainnya disampaikan pula bahwa dalam empat tahun terakhir sektor pertanian di Indonesia telah mampu menunjukkan kinerja yang baik. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan produksi yang signifikan sejumlah komoditas, seperti padi, jagung, kedelai, tebu maupun daging di tengah situasi yang berkembang, seperti perubahan iklim maupun serangan hama dan penyakit.

Kegiatan Penas XIV 2014  meliputi ekspose indoor inovasi dan teknologi dari berbagai instansi yang dipusatkan di Stadion Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang, dan outdoor di areal lahan sawah petani di belakang stadion.  Kegiatan ini meliputi  tujuh bidang, yaitu (1) Upacara dan Apresiasi, (2) Kepemimpinan dan Kemandirian Kontak Tani Nelayan, (3) Kemitraan Usaha dan Jaringan Informasi Agribisnis, (4) Pengembangan Teknologi dan Kualitas Produksi Agribisnis, (5) Pengembangan wira Usaha Petani Nelayan dan Kesadaran Lingkungan, (6) Sinkronisasi Program Pembangunan Pertanian Pusat dan daerah, (7) Kesekretariatan.  

Kontribusi Badan Litbang Pertanian dalam Acara Penas

Badan Litbang Pertanian  berkontribusi besar dalam acara Penas, khususnya dalampenyediaan materi informasi  Bidang Pengembangan Teknologi dan Kualitas Produksi Agribisnis. Dalam Bidang ini Badan Litbang Pertanian secara khusus melakukan Gelar Teknologi dengan tema  “Pertanian Bio-industri Ramah Lingkungan”. Berbagai keragaan inovasi dan teknologi ungulan Badan Litbang Pertanian dari berbagai UK/UPT Lingkup Badan Litbang digelar di Arena Penas XIV digelar secara on farm di arena ekspose Penas. Kegiatan ini sekaligus juga juga sebagai  aktualisasi dari Spektrum Diseminasi Multi Channel Badan Litbang Pertanian. Materi Gelar Teknologi  Badan Litbang Pertaniandi arena Penas, telah mendapatkan perhatian pengunjung paling besar selama eksposeoutdoor (on Farm). Perhatian ini ditunjukkan dengan kehadiran perwakilan  KTNA  dari 33 propinsi di arena Gelar Taknologi Padi, serta hadirnya pengunjung dari berbagai pemangku kepentingan saat Presiden RI berkunjung melewati arena ini.

Gelar Teknologi Badan Litbang Pertanian di arena Penas menjadi kebanggaan tersendirikhususnya bagi BB Padi,  karena selain kegiatan ini menggunakan tempat terluas, juga dijadikan tempat khusus kunjungan Presiden RI, tepatnya dilokasi pertanaman padi Hibrida Hipa 18.  Saat kunjungan lapangan RI-1 ini,  turut hadir pula perwakilan petani dari ASEAN dan Jepang  sebanyak 60 orang, serta sejumlah duta besar negara sahabat, menteri kabinet Indonesia bersatu jilid II, gubernur, anggota DPR, bupati dan wali kota se-Indonesia juga terlihat hadir di lokasi ini.

Gelar teknologi (Geltek) padi di acara Penas menempati areal terluas yaitu sekitar 6,5 ha dari total 25 ha. Geltek ini menampilkan keragaan berbagai VUB Padi (padi gogo, sawah irigasi, padi rawa, padi dataran tinggi, padi fungsional dan juga hibrida padi)  dengan pengelolaan berdasarkan teknologi PTT. Sebagai pusat pelayanan informasi teknlogi di lapang selama Penas, dipusatkan di Saung Agri inovasi.  Pusat pelayanan informasi ini selain menyediakan info guide, baik dari  humas  UK/UPT lingkup Bada Litbang Pertanian, para peneliti, prekayasa dan teknisi litkayasa, juga  info guide mahasiswa berasal dari fakultas pertanian dari berbagai perguruan tinggi yang direkrut panitia untuk turut membantu

Pelayanan informasi selama Penas kepada pengguna/pengunjung berjalan dengan sukses. Sebagai kelengkapan dari informasi yang diberikan, di Saung Agro Inovasi ini disediakan pula sampel produk teknologi  unggulan serta publikasi yang dapat dibawa pulang oleh setiap pengunjung. BB Padi, dalam kesempatan ini membagikan pula antara lain sampel benih VUB padi secara gratis, baik Inbrida maupun hibrida yang disambut antusias oleh para pengunjung. Selain di bidang teknologi, terdapat pula berbagai kegiatan diseminasi inovasi teknologi selama Penas XIV berlangsung, di antaranya adalah Rembug Madya dan Rembug Utama KTNA, Temu Petani ASEAN dan Mitra ASEAN, Pameran Pembangunan Pertanian Nasional, Expo Aquaculture, Expo Agroforestry, Gelar Teknologi, FestivalKesenian Daerah, Temu Wicara dengan para Menteri, Pengembangan JaringanAgribisnis, Expo Peternakan Nasional, Temu Teknologi, Unjuk Tangkas, Asah Terampil, Olahraga dan Keakraban, serta Rapat Pimpinan Kementerian Pertanian,dll.

Di lapangan disediakan berbagai tampilan keragaan varietas unggul baru padi   berbagai agroekosistem. Untuk agroekosistem padi gogo (lahan kering) tersedia keragaan  VUB Padi gogo, yaitu Inpago 5, Inpago 7, dan Inpago 8, serta  Batutegi, Situ Bagendit.  Untuk padi sawah irigasi dieksposes sebanyak 13 VUB yang meliputi varietas; Inpari 10 Laeya, Inpari 13, Inpari 14 Pakuan, Inpari 16 Pasundan, Inpari 24 Gabusan, Inpari 26, Inpari 27, Inpari 28 Kerinci, Inpari Sidenuk, Ciherang, Cibogo, Inpari 29 Rendaman, dan Inpari 30 Ciherang Sub 1, sedangkan untuk padi hibrida meliputi ; Hipa Jatim 1, Hipa Jatim 2, Hipa Jatim 3, Hipa 8, dan Hipa 18.  Dalam rangka ekspose padi toleran rendaman tersedia pula keragaan berbagai VUB Padi toleran rendaman yang meliputi; Inpara 4, Inpara 5, Inpara 6, Inpara 7, Inpari 29 Rendaman dan Inpari 30 Ciherang Sub 1.  Terkait dengan  padi toleran rendaman, secara khusus BB Padi mengekspose pula keragaan pertanaman Inpari 29 fase vegetative pasca rendaman 10 hari sebelum Penas yang mampu ai alternative dalam menunjukkan pertumbuhan cukup bagus (sebagai salah satu padi sawah irigasi toleran rendaman). Varietas ini diharapkan sebagai alternative dalam menjawab kendala banjir dan rendaman disentra-sentra produksi padi.

Seluruh  pertanaman  padi pada gelar teknologi di lokasi Penas dikelola berdasarkan pendekatannya Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi, dengan komponen-komponen teknologi antara lain sebagai berikut: (1) penggunaan VUB bersertifikat, (2) Pemberian bahan organik, (3) umur bibit < 20 HSS, ditanam 1-3 bibit per lubang tanam, (3) sistem tanam jajar legowo 2 : 1, (4) pemupupukan berdasarkan hasil analisa tanah (PUTS), (5) pengendalian PHT berdasarkan hasil monitoring, dan (6) panen menggunakan combine harvester.  Respon pengunjung terhadap keragaan teknologi padi di lapangan sangat antusias. Hal ini ditunjukkan dengan terjalinnya diskusi interaktif antara pera pengunjung dan info guide dengan semangat menggali informasi dibalik keragaan pertanaman yang cukup prima saat Penas digelar.

Untuk lebih meyakinkan pengunjung akan keunggulan teknologi padi yang digelar di arena Penas, Koordinator Lapang Geltek Padi (Ir. Agus Guswara) melakukan pula panen dan perhitungan hasil ubinan secara bersama-sama dengan pengunjung di lapangan.  Hasil rata-rata  gabah ubinan berbagai varietas unggul baru dilokasi Penas  2014 disajikan dalam Tabel 1.  Hasil gabah setiap VUB  yang dikelola berdasarkan teknologi PTT di  lokasi Penas tersebut secara umum relative baik. Rata-rata hasil Gabah Kering  Giling untuk Inpago sebesar 5,41 t/ha, padi sawah  6,50 t/ha, padi hibrida 7,97 t/ha dan padi rawa sebesar 4,98 t/ha.  Variasi hasil diantara VUB yang digelar di  lokasi Geltek menunjukkan pula tingkat kemampuan adaptasi terhadap lokasi. Keragaan ini sekaligus menjadi bahan pertimbangan pula bagi para pengunjung untuk dapat memilih dan mencoba mengembangkan dilokasinya yang sesuai.

 

Tabel 1. Hasil rata-rata gabah berbagai varietas unggul baru di lokasi Penas 2014

No

Varietas

Hasil Gabah Kering Panen (t/ha)

Hasil Gabah Kering Giling k.a. 14% (t/ha)

1.

Padi Gogo

Batutegi

Situ Bagendit

Inpago 5

Inpago 7

Inpago 8

 

6.35

5.75

6.00

5.50

6.25

 

5.753

5.209

5.436

4.983

5.662

Rata-rata

5.97

5.41

2.

Padi Sawah

Inpari 10 Laeya

Inpari 13

Inpari 14 Pakuan

Inpari 16 Pasundan

Inpari 24 Gabusan

Inpari 26

Inpari 27

Inpari 28 Kerinci

Inpari Sidenuk

Ciherang

Cibogo

Inpari 29 Rendaman

Inpari 30 Ciherang Sub 1

 

7.75

7.35

7.25

7.75

7.00

8.00

7.00

7.75

5.75

7.25

6.75

6.00

7.50

 

7.021

6.659

6.568

7.021

6.432

7.248

6.432

7.021

5.209

6.568

6.115

5.436

6.795

Rata-rata

7.16

6.50

3

Padi Hibrida

 

 

 

Hipa Jatim 1

Hipa Jatim 2

Hipa Jatim 3

Hipa 8

Hipa 18

8.00

8.25

9.00

8.75

10.00

7.248

7.474

8.154

7.927

9.060

Rata-rata

8.80

7.97

4.

Padi Rawa

Inpara 4

Inpara 5

Inpara 6

Inpara 7

 

6.25

5.50

5.25

5.00

 

5.662

4.983

4.756

4.530

Rata-rata

5.50

4.98

 

Selama empat hari pertama sejak Penas dibuka oleh SBY, arena Geltek Padi ini tidak sepi dari pengunjung.  Respon pengunjung cukup antusias dan tampaknya puas dengan informasi yang diberikan oleh para petugas. Harapan pengunjung dari berbagai kalangan kepentingan (petugas, petani, dan masyarakat umum), adalah;  inovasi dan teknologi yang diperoleh selama Penas dapat diterapkan di berbagai lokasi pengembangan, dan dapat menjawab permasalahan yang dihadapi selama ini, terkait dengan peningkatan produksi dan pendapatan khususnya untuk usaha tani padi.

Penas XIV tahun 2014, ditutup secara resmi oleh Menteri Pertanian pada tanggal 12 Juni 2014.  Dalam pidato penutupannya, mentan berharap  agar apa yang didapat selama mengikuti rangkaian kegiatan dapat diterapkan di daerahnya masing-masing. Di lain pihak Gubernur Jawa Timur dalam sambutan tertulisnya melalui Asisten Administrasi Umum, menyatakan kebanggaannya atas Pelaksanaan Penas XIV di Kabupaten Malang. Pihaknya berharap agar seluruh peserta Penas dapat mengambil manfaat dari kegiatan tersebut dan menjadikan pengalaman dari Penas sebagai titik awal dalam melanjutkan pertanian agar lebih maju. Selamat dan Sukses, sampai bertemu kembali di Penas XV yang direncanakan diselenggarakan di Aceh.

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi