6 Aktor Tandatangan MOU Pada Acara Pemasaran Perdana TTP-Mollo, Di NTT

Bertempat di gedung saung teknologi Taman Teknologi Pertanian (TTP) Mollo di desa Netpala, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Sabtu (13/2) berlangsung penandatangan tiga Memorandum of Understanding (MOU)  yang berhubungan dengan program TTP Mollo. Ketiga MOU ini adalah antara Kepala Badan Litbang Pertanian dan Rektor Universitas Nusa masing-masing diwakili oleh Cendana,Dr. Prama Yutby selaku plt Sesba dan juga Kepala Puslit Hortikultura mewakili kepala Balitbangtan Dr. M. Syakir, sedangkan yang mewakili Rektor Undana, Prof. Ir. Fred L. Benu, Ph.D. adalah  Pembantu Rektor IV bidang kerjasama Ir. Wayan Mudita, M.Sc.,

Sementara MOU antara Kepala Bank NTT cabang SoE, Drs. Benny Pellu dan Ketua Gapoktan desa Netpala, Viktor Lakapu. Sedangkan MOU antara ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) NTT, Fredy Ongko dengan Koperasi tani TTP Mollo, Nixosius Balle, S.Pd. Penandatangan MOU ini disaksikan oleh Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Ir. Paulus Mella dan di depan para 750 otrang undangan lainnya, termasuk para SKPD lingkungan pemerintah kabupaten TTS, Kepala Balai Besar Penelitian Padi, Dr. Ali Djamil selaku penanggung-jawab TTP Mollo dan Kepala Balai Besar Penelitian Bio-gen, Dr. Mastur serta para peneliti dan penyuluh dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT.

Sebelum acara penandatangan MOU ini, telah dilakukan kunjungan lapangan oleh Bupati TTS dan plt. Sesba/Kapuslitbanghorti dan rombongan dengan meninjau fasilitas yang dibangun di TTP Mollo. Fasilitas yang nampak telah selesai dibangun pada TA.2015 diantaranya 5 buah gedung screenhouse, 1 buah gedung prosesing pascapanen, 1 buah bengkel alsintan, 1 buah gedung prosesing bahan organik, 1 buah lantai jemur, 1 buah gedung pertemuan, 4 buah Lopo (rumah) pertemuan dan 10 buah gazebo, serta 1 buah instalasi air sumur dalam yang sudah bisa dipompa menggunakan tenaga surya.

Dalam kunjungan lapangan, dijelaskan oleh penanggungjawab lapangan TTP-Mollo Dr. Tony Basuki bahwa screenhouse yang sudah dibangun ini dipersiapkan untuk mendukung pengembangan tanaman hias seperti krisan serta mendukung penyediaan blok mata tempel tanaman jeruk varietas Jeruk Keprok SoE (JKS). Selanjutnya bangunan benglel alsintan yang telah dilengkapi dengan peralatan bengkel bisa mengantisipasi resiko kerusakan alsintan yang juga dibagikan kepada petani. Alsintan dibagikan kepada petani jumlahnya signifikan diantara lain 46 buah cultivator dan 2 buah handtractor.

Setelah kunjungan ke lokasi TTP-center, selanjutnya melakukan panen simbolik untuk Tomat di Kelompok tani Anugerah Mollo dan panen kol (kubis) di lokasi kelompok tani Akar Mas. Pada kelompok terakhir ini, juga rombongan mengunjungi sistem usahatani terpadu yang komponennya terdiri dari paket perkandang ternak sapi yang sudah dilengkapi dengan proses pemanfaatan bio-gas dan bio-urine serta pemanfaatan kompor dari energi bio-gas. Dalam laporan yang disampaikan Dr. Tony Basuki bahwa paket perkandangan ternak sapi ini terdistribusi pada delapan kelompok dengan total sapi Bali 60 ekor atau masing-masing kelompok memperoleh 7 sampai 8 ekor per kelompok.

Setelah kunjungan lapangan, dilanjutkan dengan acara seremonial yang berhubungan dengan topik “Pemasaran Perdana Hasil Pertanian TTP Mollo”. Sambutan-sambutan yang disampaikan dalam acara ini diantaranya ucapan terimakasih dari ketua Gapoktan Netpala, Sekapur sirih dari Bupati TTS, Laporan dari Kepala BPTP NTT, Ir. Amiruddin Pohan, M.Si., dari Ketua APINDO NTT dan sambutan oleh Kepala Badan Litbang yang diwakili oleh Dr. Prama Yutby.

Dalam laporan oleh Kepala BPTP NTT, total petani aktif yang terlibat dalam kegiatan TTP adalah 327 petani yang tergabung dalam 17 kelompok tani atau satu Gapoktan. Selanjutnya disampaikan selain apa yang sudah kelihatan yang telah dibangun secara fisik maupun non-fisik yang telah kelihatan oleh program TTP, akan dilanjutkan beberapa pembangunan fisik di TA 2016 diantaranya pembanguan kantor TTP di lokasi TTP-center dan pembangunan embung berkapasitas 80.000 m3 di depan kantor desa. Demikian juga dalam laporan oleh ketua Gapoktan, bahwa kehadiran program TTP sangat terasa manfaatnya walaupun setahun program ini berjalan. Contoh kasus ada banyak petani yang sudah bisa menerima uang penjualan satyuran bisa mencapai 16 juta, yang sebelumnya hanya mereka menerima 2 sampai 4 juta/musim. Disampaikan bahwa, Rp. 16 juta, itu baru ronde pertama. “Masih ada panen-panen selanjutnya”, katanya.

Dalam sambutan Kepala Badan Litbang mengingatkan kepada petani bahwa program TTP Mollo ini hanya berlangsung 3 tahun yang dimulai 2015. Oleh karena itu, kesempatan ini harus dimanfaatkan secara baik. “Saya sangat apresiasi dengan kemajuan TTP Mollo yang dianggap luar biasa, sesuai apa yang dilaporkan oleh ketua Gapoktan. “Luar biasa, karena baru ronde pertama sudah ada yang menerima Rp. 16 juta”. Harapan yang sama juga disampaikan oleh Bupati TTS, agar petani/masyarakat memanfaatkan kesempatan ini karena program ini hanya kita ketemu di 16 lokasi di seluruh Indonesia.

Selesai acara seremomial. Selanjutnya kepala Badan, Bupati TTS, Kepala BB Padi, Kepala BB-Biogen dan Kepala BPTP NTT melanjutkan kunjungan ke stand pameran dan stand penjualan yang disiapkan petani. (Toni Basuki)

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini110
Hari kemarin2156
Minggu ini6921
Bulan ini23546
Jumlah Pengunjung1071893
Online sekarang
13

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

6 Aktor Tandatangan MOU Pada Acara Pemasaran Perdana TTP-Mollo, Di NTT

Bertempat di gedung saung teknologi Taman Teknologi Pertanian (TTP) Mollo di desa Netpala, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Sabtu (13/2) berlangsung penandatangan tiga Memorandum of Understanding (MOU)  yang berhubungan dengan program TTP Mollo. Ketiga MOU ini adalah antara Kepala Badan Litbang Pertanian dan Rektor Universitas Nusa masing-masing diwakili oleh Cendana,Dr. Prama Yutby selaku plt Sesba dan juga Kepala Puslit Hortikultura mewakili kepala Balitbangtan Dr. M. Syakir, sedangkan yang mewakili Rektor Undana, Prof. Ir. Fred L. Benu, Ph.D. adalah  Pembantu Rektor IV bidang kerjasama Ir. Wayan Mudita, M.Sc.,

Sementara MOU antara Kepala Bank NTT cabang SoE, Drs. Benny Pellu dan Ketua Gapoktan desa Netpala, Viktor Lakapu. Sedangkan MOU antara ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) NTT, Fredy Ongko dengan Koperasi tani TTP Mollo, Nixosius Balle, S.Pd. Penandatangan MOU ini disaksikan oleh Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Ir. Paulus Mella dan di depan para 750 otrang undangan lainnya, termasuk para SKPD lingkungan pemerintah kabupaten TTS, Kepala Balai Besar Penelitian Padi, Dr. Ali Djamil selaku penanggung-jawab TTP Mollo dan Kepala Balai Besar Penelitian Bio-gen, Dr. Mastur serta para peneliti dan penyuluh dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT.

Sebelum acara penandatangan MOU ini, telah dilakukan kunjungan lapangan oleh Bupati TTS dan plt. Sesba/Kapuslitbanghorti dan rombongan dengan meninjau fasilitas yang dibangun di TTP Mollo. Fasilitas yang nampak telah selesai dibangun pada TA.2015 diantaranya 5 buah gedung screenhouse, 1 buah gedung prosesing pascapanen, 1 buah bengkel alsintan, 1 buah gedung prosesing bahan organik, 1 buah lantai jemur, 1 buah gedung pertemuan, 4 buah Lopo (rumah) pertemuan dan 10 buah gazebo, serta 1 buah instalasi air sumur dalam yang sudah bisa dipompa menggunakan tenaga surya.

Dalam kunjungan lapangan, dijelaskan oleh penanggungjawab lapangan TTP-Mollo Dr. Tony Basuki bahwa screenhouse yang sudah dibangun ini dipersiapkan untuk mendukung pengembangan tanaman hias seperti krisan serta mendukung penyediaan blok mata tempel tanaman jeruk varietas Jeruk Keprok SoE (JKS). Selanjutnya bangunan benglel alsintan yang telah dilengkapi dengan peralatan bengkel bisa mengantisipasi resiko kerusakan alsintan yang juga dibagikan kepada petani. Alsintan dibagikan kepada petani jumlahnya signifikan diantara lain 46 buah cultivator dan 2 buah handtractor.

Setelah kunjungan ke lokasi TTP-center, selanjutnya melakukan panen simbolik untuk Tomat di Kelompok tani Anugerah Mollo dan panen kol (kubis) di lokasi kelompok tani Akar Mas. Pada kelompok terakhir ini, juga rombongan mengunjungi sistem usahatani terpadu yang komponennya terdiri dari paket perkandang ternak sapi yang sudah dilengkapi dengan proses pemanfaatan bio-gas dan bio-urine serta pemanfaatan kompor dari energi bio-gas. Dalam laporan yang disampaikan Dr. Tony Basuki bahwa paket perkandangan ternak sapi ini terdistribusi pada delapan kelompok dengan total sapi Bali 60 ekor atau masing-masing kelompok memperoleh 7 sampai 8 ekor per kelompok.

Setelah kunjungan lapangan, dilanjutkan dengan acara seremonial yang berhubungan dengan topik “Pemasaran Perdana Hasil Pertanian TTP Mollo”. Sambutan-sambutan yang disampaikan dalam acara ini diantaranya ucapan terimakasih dari ketua Gapoktan Netpala, Sekapur sirih dari Bupati TTS, Laporan dari Kepala BPTP NTT, Ir. Amiruddin Pohan, M.Si., dari Ketua APINDO NTT dan sambutan oleh Kepala Badan Litbang yang diwakili oleh Dr. Prama Yutby.

Dalam laporan oleh Kepala BPTP NTT, total petani aktif yang terlibat dalam kegiatan TTP adalah 327 petani yang tergabung dalam 17 kelompok tani atau satu Gapoktan. Selanjutnya disampaikan selain apa yang sudah kelihatan yang telah dibangun secara fisik maupun non-fisik yang telah kelihatan oleh program TTP, akan dilanjutkan beberapa pembangunan fisik di TA 2016 diantaranya pembanguan kantor TTP di lokasi TTP-center dan pembangunan embung berkapasitas 80.000 m3 di depan kantor desa. Demikian juga dalam laporan oleh ketua Gapoktan, bahwa kehadiran program TTP sangat terasa manfaatnya walaupun setahun program ini berjalan. Contoh kasus ada banyak petani yang sudah bisa menerima uang penjualan satyuran bisa mencapai 16 juta, yang sebelumnya hanya mereka menerima 2 sampai 4 juta/musim. Disampaikan bahwa, Rp. 16 juta, itu baru ronde pertama. “Masih ada panen-panen selanjutnya”, katanya.

Dalam sambutan Kepala Badan Litbang mengingatkan kepada petani bahwa program TTP Mollo ini hanya berlangsung 3 tahun yang dimulai 2015. Oleh karena itu, kesempatan ini harus dimanfaatkan secara baik. “Saya sangat apresiasi dengan kemajuan TTP Mollo yang dianggap luar biasa, sesuai apa yang dilaporkan oleh ketua Gapoktan. “Luar biasa, karena baru ronde pertama sudah ada yang menerima Rp. 16 juta”. Harapan yang sama juga disampaikan oleh Bupati TTS, agar petani/masyarakat memanfaatkan kesempatan ini karena program ini hanya kita ketemu di 16 lokasi di seluruh Indonesia.

Selesai acara seremomial. Selanjutnya kepala Badan, Bupati TTS, Kepala BB Padi, Kepala BB-Biogen dan Kepala BPTP NTT melanjutkan kunjungan ke stand pameran dan stand penjualan yang disiapkan petani. (Toni Basuki)

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi