Invensi dan Inovasi Teknologi harus bermanfaat bagi Petani

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dalam menjalankan tugas dan fungsinya didukung oleh tenaga profesional diantaranya Profesor Riset, sampai dengan Desember 2016 Kementerian Pertanian memiliki 123 profesor riset, dimana 61 diantaranya masih aktif sebagai PNS, demikian sambutan Kepala Balitbangtan Dr. Ir. Muhammad  Syakir, MS. saat membuka acara Saresehan IV Forum Komunikasi Profesor Riset Kementerian Pertanian, Kamis (4/2/2016) di Auditorium Sadikin Sumintawikarta, Bogor.

Kementerian Pertanian sangat mengharapkan pemikiran yang konstruktif dari Balitbangtan terutama dari para professor riset yang memiliki kapasitas ilmu, emosional, dan pengalaman yang matang dan bisa memberikan panutan bagi generasi muda. Arah penelitian Balitbangtan harus memberikan solusi terhadap masalah-masalah yang terjadi dilapangan.

Oleh karena itu invensi dan inovasi teknologi harus bermanfaat untuk rakyat/petani. Sebagai contoh tahun 2015 Balitbangtan menyelenggarakan gelar teknologi jagung di Sulawesi Selatan seluas 150 ha dengan produktivitas 10 ton/ha, inilah yang disebut "lompatan"  teknologi, tegas Kepala Balitbangtan.

Lebih lanjut Kepala Balitbangtan mempertanyakan “Kenapa invensi dan inovasi teknologi Balitbangtan tidak banyak diterapkan walaupun teknologi itu unggul?”. Jawabnya mungkin karena Balitbangtan tidak melakukan analisis terhadap aspek sosial ekonomi. Oleh karena itu, Balitbangtan akan menghidupkan kembali Kelompok Peneliti (Kelti) sosial ekonomi inovasi pertanian di Unit Kerja Komoditas. Tujuannya adalah untuk menganalisis sosial ekonomi dari teknologi yang dihasilkan peneliti pada saat akan dikembangkan.

Pada akhir sambutannya Kepala Balitbangtan meminta kepada Profesor Riset untuk dapat mempelopori penajaman-penajaman kegiatan penelitian Balitbangtan ke depan serta mewarnai monev kegiatan pengembangan Taman Teknologi Pertanian (TTP) dan Pertanian Bioindustri serta mengembangkan pemikiran untuk mengawal UPSUS Kementerian Pertanian.

Sumber : Badan Litbang Pertanian

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini247
Hari kemarin1841
Minggu ini247
Bulan ini48427
Jumlah Pengunjung966420
Online sekarang
23

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Invensi dan Inovasi Teknologi harus bermanfaat bagi Petani

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dalam menjalankan tugas dan fungsinya didukung oleh tenaga profesional diantaranya Profesor Riset, sampai dengan Desember 2016 Kementerian Pertanian memiliki 123 profesor riset, dimana 61 diantaranya masih aktif sebagai PNS, demikian sambutan Kepala Balitbangtan Dr. Ir. Muhammad  Syakir, MS. saat membuka acara Saresehan IV Forum Komunikasi Profesor Riset Kementerian Pertanian, Kamis (4/2/2016) di Auditorium Sadikin Sumintawikarta, Bogor.

Kementerian Pertanian sangat mengharapkan pemikiran yang konstruktif dari Balitbangtan terutama dari para professor riset yang memiliki kapasitas ilmu, emosional, dan pengalaman yang matang dan bisa memberikan panutan bagi generasi muda. Arah penelitian Balitbangtan harus memberikan solusi terhadap masalah-masalah yang terjadi dilapangan.

Oleh karena itu invensi dan inovasi teknologi harus bermanfaat untuk rakyat/petani. Sebagai contoh tahun 2015 Balitbangtan menyelenggarakan gelar teknologi jagung di Sulawesi Selatan seluas 150 ha dengan produktivitas 10 ton/ha, inilah yang disebut "lompatan"  teknologi, tegas Kepala Balitbangtan.

Lebih lanjut Kepala Balitbangtan mempertanyakan “Kenapa invensi dan inovasi teknologi Balitbangtan tidak banyak diterapkan walaupun teknologi itu unggul?”. Jawabnya mungkin karena Balitbangtan tidak melakukan analisis terhadap aspek sosial ekonomi. Oleh karena itu, Balitbangtan akan menghidupkan kembali Kelompok Peneliti (Kelti) sosial ekonomi inovasi pertanian di Unit Kerja Komoditas. Tujuannya adalah untuk menganalisis sosial ekonomi dari teknologi yang dihasilkan peneliti pada saat akan dikembangkan.

Pada akhir sambutannya Kepala Balitbangtan meminta kepada Profesor Riset untuk dapat mempelopori penajaman-penajaman kegiatan penelitian Balitbangtan ke depan serta mewarnai monev kegiatan pengembangan Taman Teknologi Pertanian (TTP) dan Pertanian Bioindustri serta mengembangkan pemikiran untuk mengawal UPSUS Kementerian Pertanian.

Sumber : Badan Litbang Pertanian

Galeri Video

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi