Tanam Bersama Demarea Seluas 50 ha di Kabupaten Indramayu

Taman bersama demarea pengembangan model produksi padi sawah irigasi hasil tinggi (>12 ton GKP/ha) seluas 50 ha berbasis inovasi teknologi Balitbangtan dilaksanakan di Desa Karanggetas, Kecamatan Bango Dua, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.

Pengembangan model produksi padi ini menggunakan 5 varietas unggul baru padi berpotensi hasil tinggi, yang terdiri atas empat varietas inbrida dan satu varietas hibrida. Varietas inbrida yang digunakan adalah:  (1) Inpari-30 Ciherang Sub-1, (2) Inpari-32 HDB, (3) Inpari-33 , dan (4) Inpari-43 Agritan GSR. Padi Hibrida yang digunakan adalah Hipa Jatim-2

Materi demarea meliputi varietas unggul baru padi dan  berbagai komponen teknologi budidaya  yang dirancang secara optimal untuk mendapatkan hasil tinggi. Bentuk kemitraan pengelolaan denfarm adalah: petani menyediakan saprotan, menerapakan teknologi dan melakukan pengelolaan sebagaimana yang biasa dilakukan petani, sedangkan pihak-pihak Balitbangtan melakukan perbaikan melalui penambahan atau pengurangan penerapan teknologi dari yang biasa dilakukan oleh petani dan melakukan pendampingan penerapan teknologi tersebut. Membuat model optimasi sistem produksi padi di lahan sawah irigasi untuk mendapatkan hasil maksimal melalui perakitan berbagai inovasi teknologi yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian maupun lembaga penelitian lainnya dalam upaya mendukung peningkatan produksi padi nasional. Benih disiapkan oleh BB-Padi dan masing-masing varietas ditanam seluas 10 ha menggunakan kelas FS dan atau SS sehingga nantinya dapat digunakan oleh petani untuk pertanaman berikutnya. Untuk kegiatan ini diperlukan benih padi masing-masing varietas sebanyak 300 kg.

Kelompok petani peserta demarea adalah Kelompok Tani Lohjinawi dan Langgeng Mayang yang responsip terhadap teknologi baru. Produktivitas padi rata-rata di Kelompok tani tersebut telah mencapai 8-9 t/ha GKP. Sumber pengairan berasal dari air irigasi sekunder dari bendungan Rentang di Kabupaten Majalengka. Kawasan ini dipilih selain di dasarkan  atas  respon petani/kelompok yang inovatif,  juga didasarkan atas aman dari banjir, mudah dikunjungi, strategis untuk temu lapang serta di areal lahan masih tersedia jerami yang akan dimanfaatkan sebagai bahan organic

Penanaman menggunakan mesin tanam Indo jarwo 2:1 transplanter (alat disiap oleh BB Mektan). Jarak tanam antar baris diatur (bila memungkinkan) 25cm x 12,5cm x 50cm dengan jumlah bibit 2-3 batang/lubang atau populasi  213.333 rumpun tanaman/ha. Tanam menggunakan transplanter dilakukan bersama-sama dengan petani didampingi oleh peneliti dan atau teknisi dari BB Mektan.

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1
Laporan Tahunan 2014

Booklet, Leaflet, Poster

Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015
Poster Inpari 13
Poster Inpari 10

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia
Teknologi Jarwo Super untuk Kedaulatan Pangan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini691
Hari kemarin839
Minggu ini3000
Bulan ini30072
Jumlah Pengunjung779712
Online sekarang
18

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Tanam Bersama Demarea Seluas 50 ha di Kabupaten Indramayu

Taman bersama demarea pengembangan model produksi padi sawah irigasi hasil tinggi (>12 ton GKP/ha) seluas 50 ha berbasis inovasi teknologi Balitbangtan dilaksanakan di Desa Karanggetas, Kecamatan Bango Dua, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.

Pengembangan model produksi padi ini menggunakan 5 varietas unggul baru padi berpotensi hasil tinggi, yang terdiri atas empat varietas inbrida dan satu varietas hibrida. Varietas inbrida yang digunakan adalah:  (1) Inpari-30 Ciherang Sub-1, (2) Inpari-32 HDB, (3) Inpari-33 , dan (4) Inpari-43 Agritan GSR. Padi Hibrida yang digunakan adalah Hipa Jatim-2

Materi demarea meliputi varietas unggul baru padi dan  berbagai komponen teknologi budidaya  yang dirancang secara optimal untuk mendapatkan hasil tinggi. Bentuk kemitraan pengelolaan denfarm adalah: petani menyediakan saprotan, menerapakan teknologi dan melakukan pengelolaan sebagaimana yang biasa dilakukan petani, sedangkan pihak-pihak Balitbangtan melakukan perbaikan melalui penambahan atau pengurangan penerapan teknologi dari yang biasa dilakukan oleh petani dan melakukan pendampingan penerapan teknologi tersebut. Membuat model optimasi sistem produksi padi di lahan sawah irigasi untuk mendapatkan hasil maksimal melalui perakitan berbagai inovasi teknologi yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian maupun lembaga penelitian lainnya dalam upaya mendukung peningkatan produksi padi nasional. Benih disiapkan oleh BB-Padi dan masing-masing varietas ditanam seluas 10 ha menggunakan kelas FS dan atau SS sehingga nantinya dapat digunakan oleh petani untuk pertanaman berikutnya. Untuk kegiatan ini diperlukan benih padi masing-masing varietas sebanyak 300 kg.

Kelompok petani peserta demarea adalah Kelompok Tani Lohjinawi dan Langgeng Mayang yang responsip terhadap teknologi baru. Produktivitas padi rata-rata di Kelompok tani tersebut telah mencapai 8-9 t/ha GKP. Sumber pengairan berasal dari air irigasi sekunder dari bendungan Rentang di Kabupaten Majalengka. Kawasan ini dipilih selain di dasarkan  atas  respon petani/kelompok yang inovatif,  juga didasarkan atas aman dari banjir, mudah dikunjungi, strategis untuk temu lapang serta di areal lahan masih tersedia jerami yang akan dimanfaatkan sebagai bahan organic

Penanaman menggunakan mesin tanam Indo jarwo 2:1 transplanter (alat disiap oleh BB Mektan). Jarak tanam antar baris diatur (bila memungkinkan) 25cm x 12,5cm x 50cm dengan jumlah bibit 2-3 batang/lubang atau populasi  213.333 rumpun tanaman/ha. Tanam menggunakan transplanter dilakukan bersama-sama dengan petani didampingi oleh peneliti dan atau teknisi dari BB Mektan.

Berita Terbaru

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Info Teknologi | 21-06-2017 | Hits:230

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Info Teknologi | 20-06-2017 | Hits:252

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Type Ketahanan Tanaman

Info Teknologi | 29-05-2017 | Hits:881

Type Ketahanan Tanaman

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi