Kunjungan Kerja Menteri Pertanian RI ke BB Padi

kunjungan mentri Kunjungan kerja Menteri Pertanian RI  Bapak Dr. Suswono ke Balai Besar Penelitian Tanaman Padi merupakan  salah satu rangkaian tugas menjelang  akhir masa jabatannya.  Kunjungan kerja Mentan di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) meliputi: peresmian penggunaan gedung BB Padi  dan lingkungan hijau lestari, peninjauan Unit Produksi Benih Sumber (UPBS), Chief Editor Meeting (CEM), dan pelaksanaan “Pencanangan Tanam Serentak Padi Inpari 30-33 mendukung P2BN 2015,  dilanjutkan dengan penyerahan satu unit Indo Jarwo Transplanter untuk Kabupaten Indramayu yang diterima oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian Jabar.

Gedung BB Padi yang diresmikan oleh Mentan 30 September, merupakan hasil renovasi atau pengembangan  gedung sebelumnya yang  diresmikan Oleh Presiden  RI kedua, Bapak  Soeharto,  pada tanggal 10 Agustus 1982.  Dalam bagian sambutannya Mentan berpesan agar gedung yang besar ini bukan hanya besar gedungnya saja, tapi juga hasil-hasil penelitiannya yang besar”, seperti yang selama ini telah menghasilkan berbagai Varietas Unggul Baru (VUB) padi dan sudah tersebar luas di seluruh propinsi di Indonesia.  Di bagian lainnya Mentan menyatakan bahwa  beliau adalah orang kedua yang tanda tangan peresmian gedung BB Padi setelah Pak Harto," ujarnya sembari tertawa.

Usai peresmian gedung BB Padi, Mentan dan rombongan melakukan peninjauan ruang penyimpanan benih padi di gedung Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) yang berada dibelakang gedung yang baru diresmikan. Pak Mentan menyampaikan akan pentingnya peranan benih dalam pencapaian produksi yang tinggi. Oleh karena itu benih-benih kelas   (Breeder Seed) yang dihasilkan oleh balai komoditas seperti BB Padi ini harus dapat segera terdistribusi  diperbanyak dan tersedia di lahan petani. 

Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerjanya di BB Padi, usai peresmian gedung baru Menteri Pertanian Suswono melakukan pula pertemuan dengan PEMRED melalui acara  Chief Editor Meeting (CEM) yang diselenggarakan di gedung auditorium Agro Inovasi di BB Padi. Dalam audisinya  Mentan,  memaparkan kinerja Kementerian Pertanian selama 2009 – 2014 yang telah berjalan dengan baik sesuai dengan rencana strategisnya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Dr.Haryono memberikan sambutannya bahwa Kementerian pertanian melalui Badan Litbang Pertaian telah berkontribusi nyata terhadap program peningkatkan produksi beras nasional.  Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya telah berupaya  berkontribusi terhadap upaya-upaya pengadaan pangan/beras nasional, melalui peyediaan  berbagai teknologi inovatif antara lain Varietas Unggul  Baru (VUB) padi  (inbrida dan hibrida) dan benih VUB, teknologi budidaya spesifik lokasi, panen dan pasca panen, serta meberikan rekomendasi teknologi secara terpadu antara lain melalui Kalender Tanam Terpadu (KATAM). Secara berkesinambungan inovasi teknologi tersebut telah pula  didesiminasikan dengan berbagai strategi kepada pengguna melalui Spectrum Diseminasi Multi Channel.

Dalam menyikapi tantangan pemenuhan kebutuhan beras ke depan yang semakin sulit,  Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi telah menghasilkan berbagai inovasi dan teknologi, mulai dari perakitan dan penyediaan Varietas Unggul Baru (VUB), perbenihan, dan budidaya, hingga panen dan pasca panen primer. Inovasi dan teknologi tersebut telah telah didiseminasikan dan dimanfaatkan oleh sebagian besar petani di Indonesia dalam upaya peningkatan hasil usaha tani dan pendapatannya. Baru-baru ini untuk antisipasi dampak perubahan iklim global Badan Litbang telah melepas Ipari  30 (toleran rendaman selama 14 hari fase vegetative), Inpari 31 dan 33 tahan wereng coklat serta Inpari 32 HDB (tahan penyakit Hawar Daun Bakteri) yang disebut oleh petani sebagai penyakit kresek. VUB tersebut diharapkan musim ini segera ditanam oleh petani dan dicanangkan dalam acara “Pencanangan Gerakan Tanam Serentak mendukung program P2BN 2015” usai acara CEM.

Acara Pencanangan Gerakan Tanam Serentak dilakukan dengan penuh semangat oleh Bapak Mentan. Saat pencanangan ini Pak Mentan bersama-sama Kepala Badan PPSDMP dan Kepala Balai Besar  Penelitian Tanaman Padi turun secara langsung mengoperasikan alat tanam Indo Jarwo Transplanter menggunakan bibit padi varietas Inpari 30, 31, 32 dan 33. Dalam bagian dialognya bersama dengan berbagai wartawan, Kepala Badan Litbang, mengungkapkan  bahwa tanam serentak yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari strategi pencapaian   program P2BN. Melalui tanam serentak diharapkan dapat menghambat perkembangan populasi hama sebagai upaya pengendalian serta menjawab kesulitan tenaga tanam. Kepala Badan Litbang menjelaskan pula bahwa  dari ramalan BMKG musim kemarau tahun ini termasuk normal, sehingga prediksi dampak kekeringan tidak meluas hanya terjadi di beberapa spot. Atau kalaupun terjadi  hanya  keterlambatan turun hujan. Pada bagian dialog lainnya, Pak Mentan menjelaskan pula bahwa pemakaian Indo Jarwo Transplanter bisa mempercepat waktu tanam, sedangkan penggunaan VUB terbaru dapat meningkatkan produktivitas, pendapatan dan kesejahteraan petani.

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1
Laporan Tahunan 2014

Booklet, Leaflet, Poster

Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015
Poster Inpari 13
Poster Inpari 10

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia
Teknologi Jarwo Super untuk Kedaulatan Pangan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini366
Hari kemarin687
Minggu ini1053
Bulan ini28125
Jumlah Pengunjung777765
Online sekarang
25

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Kunjungan Kerja Menteri Pertanian RI ke BB Padi

kunjungan mentri Kunjungan kerja Menteri Pertanian RI  Bapak Dr. Suswono ke Balai Besar Penelitian Tanaman Padi merupakan  salah satu rangkaian tugas menjelang  akhir masa jabatannya.  Kunjungan kerja Mentan di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) meliputi: peresmian penggunaan gedung BB Padi  dan lingkungan hijau lestari, peninjauan Unit Produksi Benih Sumber (UPBS), Chief Editor Meeting (CEM), dan pelaksanaan “Pencanangan Tanam Serentak Padi Inpari 30-33 mendukung P2BN 2015,  dilanjutkan dengan penyerahan satu unit Indo Jarwo Transplanter untuk Kabupaten Indramayu yang diterima oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian Jabar.

Gedung BB Padi yang diresmikan oleh Mentan 30 September, merupakan hasil renovasi atau pengembangan  gedung sebelumnya yang  diresmikan Oleh Presiden  RI kedua, Bapak  Soeharto,  pada tanggal 10 Agustus 1982.  Dalam bagian sambutannya Mentan berpesan agar gedung yang besar ini bukan hanya besar gedungnya saja, tapi juga hasil-hasil penelitiannya yang besar”, seperti yang selama ini telah menghasilkan berbagai Varietas Unggul Baru (VUB) padi dan sudah tersebar luas di seluruh propinsi di Indonesia.  Di bagian lainnya Mentan menyatakan bahwa  beliau adalah orang kedua yang tanda tangan peresmian gedung BB Padi setelah Pak Harto," ujarnya sembari tertawa.

Usai peresmian gedung BB Padi, Mentan dan rombongan melakukan peninjauan ruang penyimpanan benih padi di gedung Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) yang berada dibelakang gedung yang baru diresmikan. Pak Mentan menyampaikan akan pentingnya peranan benih dalam pencapaian produksi yang tinggi. Oleh karena itu benih-benih kelas   (Breeder Seed) yang dihasilkan oleh balai komoditas seperti BB Padi ini harus dapat segera terdistribusi  diperbanyak dan tersedia di lahan petani. 

Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerjanya di BB Padi, usai peresmian gedung baru Menteri Pertanian Suswono melakukan pula pertemuan dengan PEMRED melalui acara  Chief Editor Meeting (CEM) yang diselenggarakan di gedung auditorium Agro Inovasi di BB Padi. Dalam audisinya  Mentan,  memaparkan kinerja Kementerian Pertanian selama 2009 – 2014 yang telah berjalan dengan baik sesuai dengan rencana strategisnya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Dr.Haryono memberikan sambutannya bahwa Kementerian pertanian melalui Badan Litbang Pertaian telah berkontribusi nyata terhadap program peningkatkan produksi beras nasional.  Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya telah berupaya  berkontribusi terhadap upaya-upaya pengadaan pangan/beras nasional, melalui peyediaan  berbagai teknologi inovatif antara lain Varietas Unggul  Baru (VUB) padi  (inbrida dan hibrida) dan benih VUB, teknologi budidaya spesifik lokasi, panen dan pasca panen, serta meberikan rekomendasi teknologi secara terpadu antara lain melalui Kalender Tanam Terpadu (KATAM). Secara berkesinambungan inovasi teknologi tersebut telah pula  didesiminasikan dengan berbagai strategi kepada pengguna melalui Spectrum Diseminasi Multi Channel.

Dalam menyikapi tantangan pemenuhan kebutuhan beras ke depan yang semakin sulit,  Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi telah menghasilkan berbagai inovasi dan teknologi, mulai dari perakitan dan penyediaan Varietas Unggul Baru (VUB), perbenihan, dan budidaya, hingga panen dan pasca panen primer. Inovasi dan teknologi tersebut telah telah didiseminasikan dan dimanfaatkan oleh sebagian besar petani di Indonesia dalam upaya peningkatan hasil usaha tani dan pendapatannya. Baru-baru ini untuk antisipasi dampak perubahan iklim global Badan Litbang telah melepas Ipari  30 (toleran rendaman selama 14 hari fase vegetative), Inpari 31 dan 33 tahan wereng coklat serta Inpari 32 HDB (tahan penyakit Hawar Daun Bakteri) yang disebut oleh petani sebagai penyakit kresek. VUB tersebut diharapkan musim ini segera ditanam oleh petani dan dicanangkan dalam acara “Pencanangan Gerakan Tanam Serentak mendukung program P2BN 2015” usai acara CEM.

Acara Pencanangan Gerakan Tanam Serentak dilakukan dengan penuh semangat oleh Bapak Mentan. Saat pencanangan ini Pak Mentan bersama-sama Kepala Badan PPSDMP dan Kepala Balai Besar  Penelitian Tanaman Padi turun secara langsung mengoperasikan alat tanam Indo Jarwo Transplanter menggunakan bibit padi varietas Inpari 30, 31, 32 dan 33. Dalam bagian dialognya bersama dengan berbagai wartawan, Kepala Badan Litbang, mengungkapkan  bahwa tanam serentak yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari strategi pencapaian   program P2BN. Melalui tanam serentak diharapkan dapat menghambat perkembangan populasi hama sebagai upaya pengendalian serta menjawab kesulitan tenaga tanam. Kepala Badan Litbang menjelaskan pula bahwa  dari ramalan BMKG musim kemarau tahun ini termasuk normal, sehingga prediksi dampak kekeringan tidak meluas hanya terjadi di beberapa spot. Atau kalaupun terjadi  hanya  keterlambatan turun hujan. Pada bagian dialog lainnya, Pak Mentan menjelaskan pula bahwa pemakaian Indo Jarwo Transplanter bisa mempercepat waktu tanam, sedangkan penggunaan VUB terbaru dapat meningkatkan produktivitas, pendapatan dan kesejahteraan petani.

Berita Terbaru

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Info Teknologi | 21-06-2017 | Hits:214

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Info Teknologi | 20-06-2017 | Hits:223

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Type Ketahanan Tanaman

Info Teknologi | 29-05-2017 | Hits:861

Type Ketahanan Tanaman

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi