Gelar Teknologi Pertanian Modern: Mengedepankan Modernisasi Pertanian Indonesia

Menandai keberhasilan satu tahun Pemerintahan Kabinet Kerja, Kementerian Pertanian menyelenggarakan Gelar Teknologi Pertanian Modern di Desa Gardu, Kecamatan Tambak Dahan, Kab. Subang, Jawa Barat. Agenda utama dalam acara ini diantaranya adalah Panen Raya, pengenalan alat mesin pertanian hasil inovasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, dan pemberian penghargaan kepada 50 orang yang dianggap berjasa dalam upaya mewujudkan swasembada pangan. Hadir dalam acara ini Menteri Pertanian, Andi Amran ,Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan dan Kepala Staf Angkatan Darat.

Acara yang dihadiri oleh sekitar 4.000 peserta dari berbagai elemen yang terlibat dalam peningkatan swasembada pangan ini diadakan untuk mengedepankan moderenisasi Pertanian Indonesia guna menarik minat petani muda untuk terjun dalam mengembangkan pertanian di Indonesia dan juga mendorong peningkatan produktivitas serta menekan biaya produksi Pertanian. Antusias warga dan peserta dalam acara gelar teknologi pertanian modern cukup tinggi. Mereka berasal dari berbagai kalangan, ada peneliti, penyuluh, pelajar, mahasiswa, petani, hingga para peternak.

Para pengunjung juga dapat melihat pameran dan peragaan macam-macam alat pertanian modern seperti alat tanam indo jarwo transplanter, combine harverter hasil inovasi Balitbangtan. Acara ini digelar sebagai tonggak kebangkitan menuju kedaulatan pangan. Selain itu, acara juga digelar untuk menjawab tantangan utama dalam pembangunan pertanian ke depan soal bagaimana menarik minat generasi muda untuk bekerja di bidang pertanian. Upaya itu dapat dilakukan dengan memacu peningkatan produktivitas serta menekan biaya produksi, di samping membangun suasana yang nyaman bagi yang bekerja di pertanian.

Dalam sambutanya Menteri Pertanian menyampaikan beberapa point penting terkait dengan Gelar Teknologi ini yaitu 1 tahun Kabinet Kerja  sektor Pertanian yang telah menghasilkan kinerja yaitu: 1) Produksi pangan strategis meningkat tinggi, dimana produksi Padi meningkat sebanyak 6,64%, produksi jagung meningkat 8,72%, dan produksi Kedelai meningkat 4,59%. 2) Tidak ada impor beras dan kebijakan pengendalian rekomendasi impor serta mendorong ekspor telah menghemat devisa sebanyak Rp. 52 Triliun. 3) Seluruh kebijakan di Kementan yang merugikan pembangunan percepatan produksi pangan juga sudah direvisi, sebagai regulasi pengadaan tender pupuk, alsintan, dan lainnya. 4) Guna mendukung moderenisasi pertanian, tahun ini telah didistribusikan 60.000 traktor kepada Kelompok tani. 5) Tahun ini merupakan tahun bangkitnya investasi di sektor Pertanian.

Menteri Pertanian juga mengutarakan peningkatan produksi pertanian ini merupakan hasil kerjasama Kementerian Pertanian bersama dengan TNI, juga pihak Universitas, dan pihak lainnya yang mendukung  pembangunan pertanian di Indonesia.

 

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1
Laporan Tahunan 2014

Booklet, Leaflet, Poster

Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015
Poster Inpari 13
Poster Inpari 10

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia
Teknologi Jarwo Super untuk Kedaulatan Pangan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini104
Hari kemarin658
Minggu ini5645
Bulan ini26636
Jumlah Pengunjung776276
Online sekarang
18

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Gelar Teknologi Pertanian Modern: Mengedepankan Modernisasi Pertanian Indonesia

Menandai keberhasilan satu tahun Pemerintahan Kabinet Kerja, Kementerian Pertanian menyelenggarakan Gelar Teknologi Pertanian Modern di Desa Gardu, Kecamatan Tambak Dahan, Kab. Subang, Jawa Barat. Agenda utama dalam acara ini diantaranya adalah Panen Raya, pengenalan alat mesin pertanian hasil inovasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, dan pemberian penghargaan kepada 50 orang yang dianggap berjasa dalam upaya mewujudkan swasembada pangan. Hadir dalam acara ini Menteri Pertanian, Andi Amran ,Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan dan Kepala Staf Angkatan Darat.

Acara yang dihadiri oleh sekitar 4.000 peserta dari berbagai elemen yang terlibat dalam peningkatan swasembada pangan ini diadakan untuk mengedepankan moderenisasi Pertanian Indonesia guna menarik minat petani muda untuk terjun dalam mengembangkan pertanian di Indonesia dan juga mendorong peningkatan produktivitas serta menekan biaya produksi Pertanian. Antusias warga dan peserta dalam acara gelar teknologi pertanian modern cukup tinggi. Mereka berasal dari berbagai kalangan, ada peneliti, penyuluh, pelajar, mahasiswa, petani, hingga para peternak.

Para pengunjung juga dapat melihat pameran dan peragaan macam-macam alat pertanian modern seperti alat tanam indo jarwo transplanter, combine harverter hasil inovasi Balitbangtan. Acara ini digelar sebagai tonggak kebangkitan menuju kedaulatan pangan. Selain itu, acara juga digelar untuk menjawab tantangan utama dalam pembangunan pertanian ke depan soal bagaimana menarik minat generasi muda untuk bekerja di bidang pertanian. Upaya itu dapat dilakukan dengan memacu peningkatan produktivitas serta menekan biaya produksi, di samping membangun suasana yang nyaman bagi yang bekerja di pertanian.

Dalam sambutanya Menteri Pertanian menyampaikan beberapa point penting terkait dengan Gelar Teknologi ini yaitu 1 tahun Kabinet Kerja  sektor Pertanian yang telah menghasilkan kinerja yaitu: 1) Produksi pangan strategis meningkat tinggi, dimana produksi Padi meningkat sebanyak 6,64%, produksi jagung meningkat 8,72%, dan produksi Kedelai meningkat 4,59%. 2) Tidak ada impor beras dan kebijakan pengendalian rekomendasi impor serta mendorong ekspor telah menghemat devisa sebanyak Rp. 52 Triliun. 3) Seluruh kebijakan di Kementan yang merugikan pembangunan percepatan produksi pangan juga sudah direvisi, sebagai regulasi pengadaan tender pupuk, alsintan, dan lainnya. 4) Guna mendukung moderenisasi pertanian, tahun ini telah didistribusikan 60.000 traktor kepada Kelompok tani. 5) Tahun ini merupakan tahun bangkitnya investasi di sektor Pertanian.

Menteri Pertanian juga mengutarakan peningkatan produksi pertanian ini merupakan hasil kerjasama Kementerian Pertanian bersama dengan TNI, juga pihak Universitas, dan pihak lainnya yang mendukung  pembangunan pertanian di Indonesia.

 

Berita Terbaru

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Info Teknologi | 21-06-2017 | Hits:189

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Info Teknologi | 20-06-2017 | Hits:187

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Type Ketahanan Tanaman

Info Teknologi | 29-05-2017 | Hits:846

Type Ketahanan Tanaman

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi