Potensi Lahan Rawa Terus Digenjot

Kementrian Pertanian akan memaksimalkan pemanfaatan lahan rawa untuk menanam padi.  Menteri  Pertanian  Amran Sulaiman mengatakan, Indonesia memiliki potensi lahan rawa yang cukup luas mencapai 8 juta hektare. Namun, pemerintah belum membidik potensi tersebut, sehingga baru 0,9 juta ha yang sudah digarap. “kedepan lahan rawa ini akan kita manfaatkan, potensinya ada 8 juta hektare,  kedepan  lahan rawa  kita akan targetkan dapat ditanami hingga tiga kali dalam setahun, minimal dua kali,  kalau tiap tahun makin luas yang kita manfaatkan, swasembada akan makin cepat,” ujarnya.

Amran mengharapkan luas lahan rawa untuk ditanami padi akan terus bertambah. Lahan rawa yang dapat dikembangkan sebagai tanaman padi yaitu lahan rawa lebak yang memang  genangan airnya  semakin tinggi pada musim hujan. Namun, saat kemarau, tinggi genangan air semakin turun sehingga lahan cocok untuk  tanam padi.

Amran mengatakan, Kementan akan terus mengkaji pengembangan lahan rawa melalui  pengelolaan yang tepat dan sentuhan inovasi. Menurutnya mengelola lahan rawa memang lebih kompleks karena dibutuhkan manajemen air yang baik.            “peningkatan produktivitas padi di lahan rawa diharapkan bisa mencapai 10 ton per hektare dari saat ini 7 ton per hektare, makanya manajemen airnya nanti bisa kita perbaiki. Saat musim kering ini, ada tambahan tanam 238.000 hektare lahan rawa.” Untuk perbaikan tanggul-tanggul di sekitar lahan rawa, Amran mengaku siap berkoordinasi dengan Kementrian Pekerjaan Umum untuk dapat mengalokasikan anggaran perbaikan tanggul yang rusak atau yang beroperasi tidak normal. “kita akan perbaiki irigasi primer, tersier, dan sekunder.  Harus ada lokasi untuk pemasukan dan pembuangan air,” kata Amran.

Saat menugunjungi Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara misalnya, kementrian PU menyanggupi untuk memperbaiki tanggul dengan dana sedikitnya Rp. 50 miliar untuk mengaliri lahan rawa seluas lebih dari 46.000 hektare di Desa Hambuku Hulu.  Menurutnya, pada tahun depan, Kementerian telah menyiapkan anggaran untuk membuka lahan tanaman padi baru seluas 200.000 hektare. Alokasi ini, katanya, dapat digunakan untuk membuka lahan rawa.

 

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1
Laporan Tahunan 2014

Booklet, Leaflet, Poster

Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015
Poster Inpari 13
Poster Inpari 10

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia
Teknologi Jarwo Super untuk Kedaulatan Pangan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini505
Hari kemarin839
Minggu ini2814
Bulan ini29886
Jumlah Pengunjung779526
Online sekarang
16

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Potensi Lahan Rawa Terus Digenjot

Kementrian Pertanian akan memaksimalkan pemanfaatan lahan rawa untuk menanam padi.  Menteri  Pertanian  Amran Sulaiman mengatakan, Indonesia memiliki potensi lahan rawa yang cukup luas mencapai 8 juta hektare. Namun, pemerintah belum membidik potensi tersebut, sehingga baru 0,9 juta ha yang sudah digarap. “kedepan lahan rawa ini akan kita manfaatkan, potensinya ada 8 juta hektare,  kedepan  lahan rawa  kita akan targetkan dapat ditanami hingga tiga kali dalam setahun, minimal dua kali,  kalau tiap tahun makin luas yang kita manfaatkan, swasembada akan makin cepat,” ujarnya.

Amran mengharapkan luas lahan rawa untuk ditanami padi akan terus bertambah. Lahan rawa yang dapat dikembangkan sebagai tanaman padi yaitu lahan rawa lebak yang memang  genangan airnya  semakin tinggi pada musim hujan. Namun, saat kemarau, tinggi genangan air semakin turun sehingga lahan cocok untuk  tanam padi.

Amran mengatakan, Kementan akan terus mengkaji pengembangan lahan rawa melalui  pengelolaan yang tepat dan sentuhan inovasi. Menurutnya mengelola lahan rawa memang lebih kompleks karena dibutuhkan manajemen air yang baik.            “peningkatan produktivitas padi di lahan rawa diharapkan bisa mencapai 10 ton per hektare dari saat ini 7 ton per hektare, makanya manajemen airnya nanti bisa kita perbaiki. Saat musim kering ini, ada tambahan tanam 238.000 hektare lahan rawa.” Untuk perbaikan tanggul-tanggul di sekitar lahan rawa, Amran mengaku siap berkoordinasi dengan Kementrian Pekerjaan Umum untuk dapat mengalokasikan anggaran perbaikan tanggul yang rusak atau yang beroperasi tidak normal. “kita akan perbaiki irigasi primer, tersier, dan sekunder.  Harus ada lokasi untuk pemasukan dan pembuangan air,” kata Amran.

Saat menugunjungi Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara misalnya, kementrian PU menyanggupi untuk memperbaiki tanggul dengan dana sedikitnya Rp. 50 miliar untuk mengaliri lahan rawa seluas lebih dari 46.000 hektare di Desa Hambuku Hulu.  Menurutnya, pada tahun depan, Kementerian telah menyiapkan anggaran untuk membuka lahan tanaman padi baru seluas 200.000 hektare. Alokasi ini, katanya, dapat digunakan untuk membuka lahan rawa.

 

Berita Terbaru

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Info Teknologi | 21-06-2017 | Hits:230

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Info Teknologi | 20-06-2017 | Hits:249

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Type Ketahanan Tanaman

Info Teknologi | 29-05-2017 | Hits:880

Type Ketahanan Tanaman

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi