Solusi, Tantangan dan Harapan Masalah Pangan

Wawancara TVRI dengan Ka Badan BPPSDMP.

Masalah Pangan di Indonesia

Pembangunan pertanian itu pada dasarnya adalah pembangunan manusianya, kondisi sekarang pembangunan pertanian khususnya pangan di Indonesia saat ini terkendala pada kondisi sumber daya manusia yang mau bergerak dan mencintai pertanian lagi, dari kondisi yang ada saat ini maka kegiatan-kegiatan pengembangan pertanian harus kita dukung dengan upaya-upaya yang sangat signifikan bisa mengungkit produksi, salah satunya bahwa Pak Menteri menyatakan bahwa kita harus swasembada pangan dalam 3 tahun ke depan (Padi, Jagung , Kedelai) kemudian ditambah lagi beberapa komoditas cabai, bawang, dan holtikultura lainnya serta termasuk juga daging dan tepung. Kondisi ini tentunya membutuhkan perhatian kita semua salah satu yang dihadapi saat ini adalah terbatasnya tenaga kerja, yang kedua semakin berkurangnya minat generasi muda untuk turun kedunia pertanian. Solusi dari Kementrian Pertanian yang pertama adalah bagaimana menumbuhkan minat generasi muda kembali kepada dunia pertanian, tentunya pertanian juga harus bisa mengikuti trend atau perkembangan dunia pertanian di negara-negara maju.

Modernisasi pertanian adalah merupakan jawaban sehingga komitmen Kementerian Pertanian semenjak Pak Menteri dilantik dalam Kabinet Kerja sudah mencanangkan bahwa mekanisasi pertanian akan di dorong dalam rangka menunjang peningkatan produksi pangan kita, bantuan alat dan mesin pertanian kita harapkan mampu mengatasi kesulitan tenaga kerja baik olah tanah , alat panen , alat tanam , dan ini semua harus dikelola dalam manajemen usaha yang menguntungkan. Tidak semata-mata alat ini di investasikan oleh pemerintah kepada masyarakat hanya untuk mengatasi kesulitan tenaga kerja mengolah tanah , kesulitan tenaga kerja untuk memanen, untuk menanam tetapi ini dikelola dalam satu unit usaha yang menguntungkan karena bisnis jasa alat dan mesin pertanian ini memberikan keuntungan yang saat baik sehingga harapan kita dengan mekanisasi pertanian ini generasi muda akan mau kembali lagi mencintai pertaniannya.

Tantangan yang dihadapi ?

Kondisi lahan tidak semuanya bisa didekati dengan alat mesin yang seragam, ada tanah yang datar ada yang petakan luasnya sangat panjang, ada berlereng dengan kontur yang petakannya kecil . Mesin pertanian harus menyesuaikan kondisi alam sumber daya yang ada di Indonesia. Contoh misalnya untuk daerah pasang surut di Sumatera rawa Lebak arealnya luas petakannya besar-besar maka alat yang cocok untuk mengolah tanah adalah traktor roda 4.

Kedua mahalnya harga alat dan mesin pertanian, dalam kondisi seperti ini disinilah negara hadir sehingga Kementerian Pertanian dalam programnya peningkatan produksi tanaman pangan sudah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk investasi di bidang mekanisasi pertanian. Sehingga tahun ini ada sekitar tidak kurang dari 60.000 alat dan mesin pertanian baik itu alat olah tanah, alat panen, alat tanam termasuk pompa air itu yang di upayakan oleh pemerintah. Tentunya pengelolaan alat mesin pertanian melalui unit pelayanan jasa alat mesin pertanian diharapkan mampu berkembang sehingga pemerintah tidak seterusnya harus berinvestasi disitu karena ada sektor lain juga yang harus diperhatikan sehingga dan peraturan entri pertanian no 25, 82, tentang kelembagaan petani, itu juga sudah menata mengatur tentang kelembagaan yang mengelola alat dan mesin pertanian kita, mengelola dan mengembangkan manajemen budidaya bagi usaha kelompok tani kita sehingga semua nyabenarbenar terkelola dalam manajemen produksi sistem usaha tani yang ada di setiap kawasan tanaman pangan.

Harapan pada panen raya ini ?

Panen raya ini adalah merupakan fasilitasi Kementrian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 100 hektar ini merupakan Show window bagi petani di Purbalingga , harapan kita di sini ada Show window perkenalan varietas baru, kemudian di sini juga ada segmentasi yang menggambarkan full mekanisasi untuk budidaya padi dari mulai mengolah tanah kemudian tanam menggunakan alsintan, penyiangan, panen, itu semua menggunakan alsintan. Ini kita harapkan mampu menumbuhkan minat masyarakat dan generasi muda untuk mengembangbangkan usaha . Kemudian ada varietas baru, dari yang dilihat ada varietas inpari 32 potensi produksi ubinannya sampai 10 ton/ ha.

Kalau ini diangkat dan digemari petani, karena merubah varietas di petani itu butuh waktu karena frekuensi masyarakat berbeda-beda, ini menjadi bagian yang kemudian kita harapkan yang 100 ha ini bisa berkembang paling tidak 50% dari 20976 ha luas bakul lahan sawah di sini itu dalam 3 tahun ke depan sudah mengadopsi ini, syukur-syukur bisa 100% karena sudah nyata hasilnya.

Proses desiminasi teknologi, proses adopsi teknologi, peran penyuluh kita yang benar-benar mampu mendampingi petani dan yang paling penting mereka bisa menjadi teman bicara petani, karena semenjak reformasi petani kita kehilangan teman bicara, kehadiran penyuluh pertanian dan kemudian Babinsa seluruh aparat desa tentunya akan menjadi bagian dari upaya yang simultan dilakukan untuk dinamisasi berkembangnya pertanian khususnya di Kabupaten Purbalingga dan umumnya di Indonesia, dan seluruh kawasan pembangunan pertanian di Indonesia.

 

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini290
Hari kemarin2036
Minggu ini12071
Bulan ini44890
Jumlah Pengunjung962883
Online sekarang
24

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Solusi, Tantangan dan Harapan Masalah Pangan

Wawancara TVRI dengan Ka Badan BPPSDMP.

Masalah Pangan di Indonesia

Pembangunan pertanian itu pada dasarnya adalah pembangunan manusianya, kondisi sekarang pembangunan pertanian khususnya pangan di Indonesia saat ini terkendala pada kondisi sumber daya manusia yang mau bergerak dan mencintai pertanian lagi, dari kondisi yang ada saat ini maka kegiatan-kegiatan pengembangan pertanian harus kita dukung dengan upaya-upaya yang sangat signifikan bisa mengungkit produksi, salah satunya bahwa Pak Menteri menyatakan bahwa kita harus swasembada pangan dalam 3 tahun ke depan (Padi, Jagung , Kedelai) kemudian ditambah lagi beberapa komoditas cabai, bawang, dan holtikultura lainnya serta termasuk juga daging dan tepung. Kondisi ini tentunya membutuhkan perhatian kita semua salah satu yang dihadapi saat ini adalah terbatasnya tenaga kerja, yang kedua semakin berkurangnya minat generasi muda untuk turun kedunia pertanian. Solusi dari Kementrian Pertanian yang pertama adalah bagaimana menumbuhkan minat generasi muda kembali kepada dunia pertanian, tentunya pertanian juga harus bisa mengikuti trend atau perkembangan dunia pertanian di negara-negara maju.

Modernisasi pertanian adalah merupakan jawaban sehingga komitmen Kementerian Pertanian semenjak Pak Menteri dilantik dalam Kabinet Kerja sudah mencanangkan bahwa mekanisasi pertanian akan di dorong dalam rangka menunjang peningkatan produksi pangan kita, bantuan alat dan mesin pertanian kita harapkan mampu mengatasi kesulitan tenaga kerja baik olah tanah , alat panen , alat tanam , dan ini semua harus dikelola dalam manajemen usaha yang menguntungkan. Tidak semata-mata alat ini di investasikan oleh pemerintah kepada masyarakat hanya untuk mengatasi kesulitan tenaga kerja mengolah tanah , kesulitan tenaga kerja untuk memanen, untuk menanam tetapi ini dikelola dalam satu unit usaha yang menguntungkan karena bisnis jasa alat dan mesin pertanian ini memberikan keuntungan yang saat baik sehingga harapan kita dengan mekanisasi pertanian ini generasi muda akan mau kembali lagi mencintai pertaniannya.

Tantangan yang dihadapi ?

Kondisi lahan tidak semuanya bisa didekati dengan alat mesin yang seragam, ada tanah yang datar ada yang petakan luasnya sangat panjang, ada berlereng dengan kontur yang petakannya kecil . Mesin pertanian harus menyesuaikan kondisi alam sumber daya yang ada di Indonesia. Contoh misalnya untuk daerah pasang surut di Sumatera rawa Lebak arealnya luas petakannya besar-besar maka alat yang cocok untuk mengolah tanah adalah traktor roda 4.

Kedua mahalnya harga alat dan mesin pertanian, dalam kondisi seperti ini disinilah negara hadir sehingga Kementerian Pertanian dalam programnya peningkatan produksi tanaman pangan sudah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk investasi di bidang mekanisasi pertanian. Sehingga tahun ini ada sekitar tidak kurang dari 60.000 alat dan mesin pertanian baik itu alat olah tanah, alat panen, alat tanam termasuk pompa air itu yang di upayakan oleh pemerintah. Tentunya pengelolaan alat mesin pertanian melalui unit pelayanan jasa alat mesin pertanian diharapkan mampu berkembang sehingga pemerintah tidak seterusnya harus berinvestasi disitu karena ada sektor lain juga yang harus diperhatikan sehingga dan peraturan entri pertanian no 25, 82, tentang kelembagaan petani, itu juga sudah menata mengatur tentang kelembagaan yang mengelola alat dan mesin pertanian kita, mengelola dan mengembangkan manajemen budidaya bagi usaha kelompok tani kita sehingga semua nyabenarbenar terkelola dalam manajemen produksi sistem usaha tani yang ada di setiap kawasan tanaman pangan.

Harapan pada panen raya ini ?

Panen raya ini adalah merupakan fasilitasi Kementrian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 100 hektar ini merupakan Show window bagi petani di Purbalingga , harapan kita di sini ada Show window perkenalan varietas baru, kemudian di sini juga ada segmentasi yang menggambarkan full mekanisasi untuk budidaya padi dari mulai mengolah tanah kemudian tanam menggunakan alsintan, penyiangan, panen, itu semua menggunakan alsintan. Ini kita harapkan mampu menumbuhkan minat masyarakat dan generasi muda untuk mengembangbangkan usaha . Kemudian ada varietas baru, dari yang dilihat ada varietas inpari 32 potensi produksi ubinannya sampai 10 ton/ ha.

Kalau ini diangkat dan digemari petani, karena merubah varietas di petani itu butuh waktu karena frekuensi masyarakat berbeda-beda, ini menjadi bagian yang kemudian kita harapkan yang 100 ha ini bisa berkembang paling tidak 50% dari 20976 ha luas bakul lahan sawah di sini itu dalam 3 tahun ke depan sudah mengadopsi ini, syukur-syukur bisa 100% karena sudah nyata hasilnya.

Proses desiminasi teknologi, proses adopsi teknologi, peran penyuluh kita yang benar-benar mampu mendampingi petani dan yang paling penting mereka bisa menjadi teman bicara petani, karena semenjak reformasi petani kita kehilangan teman bicara, kehadiran penyuluh pertanian dan kemudian Babinsa seluruh aparat desa tentunya akan menjadi bagian dari upaya yang simultan dilakukan untuk dinamisasi berkembangnya pertanian khususnya di Kabupaten Purbalingga dan umumnya di Indonesia, dan seluruh kawasan pembangunan pertanian di Indonesia.

 

Galeri Video

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi