Panen Beberapa VUB Padi di Lokasi LLIP Purbalingga Diatas 9 ton/ha

Perlunya replikasi keberhasilan penerapan inovasi pertanian hasil litbang pada LLIP ini ke luar desa/kecamatan/Kabupaten dan bahkan ke Provinsi lain.

Balitbangtan melalui BB Padi telah melaksanakan panen raya di Desa Pegandekan, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga Jateng, pada tanggal 15 September 2015. Panen raya padi di lokasi LLIP dilaksanakan bersama Menteri Pertanian yang diwakili oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Bupati Purbalingga, Danrem/Dandim Purbalingga, Ka BB Padi, Ka BPTP Jateng, Kadintanbunhut, BP2KP, Bulog, BPS dan para Kepala SKPD Lingkup Pemkab Purbaligga.

Pada kegiatan ini Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Dr. Ali Jamil melaporkan bahwa kegiatan LLIP ini merupakan show window hasil-hasil Litbang Pertanian yang dilaksanakan pada kawasan LLIP 100 ha. Dalam kawasan ini meliputi kegiatan: Produksi benih VUB padi (30 ha) dengan dukungan teknologi antara lain benih VUB Padi kelas SS (Situbagendit, Inpari 30, Inpari, 32, dan lain-lain), teknik produksi benih, pemupukan (mengacu pada spesifik lokasi), sertifikasi, dan pendampingan. b) Penerapan Alsintan (40 ha) dengan dukungan teknologi alsintan (transplanter indo jarwo 2:1, power weeder, dan MICO Harvester), cara tanam Jarwo 2:1, benih VUB Padi kelas SS (Situbagendit/Logawa, Inpari 30 dan VUB lain), pemupukan (mengacu pada spesifik lokasi), dan pendampingan oleh PPL dan Babinsa. c) Adaptasi VUB Padi (10 ha), dengan dukungan teknologi benih VUB Padi (Inpari 23, Inpari 30, Inpari 31, Inpari 32, dan VUB lain), cara tanam legowo 2:1, pemupukan (mengacu pada spesifik lokasi), dan pendampingan. d) Demfarm PTT (20 ha) dengan dukungan teknologi cara tanam legowo 2:1, benih VUB Padi (Inpari 31, Inpari 32, Logawa, Situbagendit), pemupukan (mengacu pada spesifik lokasi), dan pendampingan. Kegiatan demfarm PTT menekankan pada penerapan PTT di tingkat petani.

Hasil ubinan dari masing-masing varietas di lokasi LLIP adalah sebagai berikut (t GKG/ha): Logawa= 10,36 ton/ha; Situ Bagendit= 9,62 ton/ha; Inpari 30= 9,36 ton/ha; Inpari 31= 9,31 ton/ha dan Inpari 32 HDB= 10,54 ton/ha. Sedangkan di lahan petani bukan peserta dgn var Logawa dan Situ Bagendit sekitar 7-8 t GKG/ha. Inpari 32 HDB sangat diminati petani dan menjanjikan sebagai pengganti Ciherang ke depan karena memiliki sifat lebih baik dari Ciherang antara lain provitas lebih tinggi dan tahan HDB, dll. "Saya sangat senang dengan para petani kita di Karang Tengah dan Pegandekan, bahwa sepanjang ada air mereka langsung tanam, jadi target pak Menteri untuk mencapai swasembada pangan kalo melihat pegandekan, Kemangkon, Purbalingga itu kami sangat yakin itu akan tercapai dan ter-maintenance untuk beberapa tahun kedepan" cetus Pak Ali Jamil saat menyampaikan sambutannya dihadapan ratusan petani Kemangkon. Perlu diketahui bahwa target produksi Kabupaten Purbalingga sebesar 252.965 ton GKG dengan luas panen 38.975 ha. Pemerintah Daerah melalui sambutan Bupati Purbalingga menyambut baik dengan adanya LLIP seluas 100 ha yang secara bersama-sama dilaksanakan panen dengan alat pananen Mico Harvester. Tentu penggunaan alat mesin pertanian ini perlu disosilasikan kepada para petani sehingga permasalahan tenaga kerja secara bertahap bisa diatasi.

Petani sangat senang karena walau dengan keterbatasan air di MK ini dan walau daerah irigasi namun karena posisinya di hilir maka sering tidak kebagian air dan kita bantu dengan membuatkan sumur dangkal dgn pompa dari masyarakat serta karena menanam Situ Bagendit (Amfibi) kita, Alhamdulillah petani bisa dapat hasil panen melebihi 9 t GKG/ha. Arahan utama dari Bapak Mentan yang disampaikan oleh Bapak Ka BPPSDMP antara lain adalah perlunya replikasi keberhasilan penerapan inovassi pertanian hasil litbang pada LLIP ini ke luar desa/kecamatan/Kabupaten dam bahkan ke Provinsi lain.

 

Foto terkait:

Panen Raya Padi di lokasi LLIP Purbalingga 15/9/2015

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini1034
Hari kemarin2031
Minggu ini6636
Bulan ini34656
Jumlah Pengunjung858554
Online sekarang
32

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Panen Beberapa VUB Padi di Lokasi LLIP Purbalingga Diatas 9 ton/ha

Perlunya replikasi keberhasilan penerapan inovasi pertanian hasil litbang pada LLIP ini ke luar desa/kecamatan/Kabupaten dan bahkan ke Provinsi lain.

Balitbangtan melalui BB Padi telah melaksanakan panen raya di Desa Pegandekan, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga Jateng, pada tanggal 15 September 2015. Panen raya padi di lokasi LLIP dilaksanakan bersama Menteri Pertanian yang diwakili oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Bupati Purbalingga, Danrem/Dandim Purbalingga, Ka BB Padi, Ka BPTP Jateng, Kadintanbunhut, BP2KP, Bulog, BPS dan para Kepala SKPD Lingkup Pemkab Purbaligga.

Pada kegiatan ini Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Dr. Ali Jamil melaporkan bahwa kegiatan LLIP ini merupakan show window hasil-hasil Litbang Pertanian yang dilaksanakan pada kawasan LLIP 100 ha. Dalam kawasan ini meliputi kegiatan: Produksi benih VUB padi (30 ha) dengan dukungan teknologi antara lain benih VUB Padi kelas SS (Situbagendit, Inpari 30, Inpari, 32, dan lain-lain), teknik produksi benih, pemupukan (mengacu pada spesifik lokasi), sertifikasi, dan pendampingan. b) Penerapan Alsintan (40 ha) dengan dukungan teknologi alsintan (transplanter indo jarwo 2:1, power weeder, dan MICO Harvester), cara tanam Jarwo 2:1, benih VUB Padi kelas SS (Situbagendit/Logawa, Inpari 30 dan VUB lain), pemupukan (mengacu pada spesifik lokasi), dan pendampingan oleh PPL dan Babinsa. c) Adaptasi VUB Padi (10 ha), dengan dukungan teknologi benih VUB Padi (Inpari 23, Inpari 30, Inpari 31, Inpari 32, dan VUB lain), cara tanam legowo 2:1, pemupukan (mengacu pada spesifik lokasi), dan pendampingan. d) Demfarm PTT (20 ha) dengan dukungan teknologi cara tanam legowo 2:1, benih VUB Padi (Inpari 31, Inpari 32, Logawa, Situbagendit), pemupukan (mengacu pada spesifik lokasi), dan pendampingan. Kegiatan demfarm PTT menekankan pada penerapan PTT di tingkat petani.

Hasil ubinan dari masing-masing varietas di lokasi LLIP adalah sebagai berikut (t GKG/ha): Logawa= 10,36 ton/ha; Situ Bagendit= 9,62 ton/ha; Inpari 30= 9,36 ton/ha; Inpari 31= 9,31 ton/ha dan Inpari 32 HDB= 10,54 ton/ha. Sedangkan di lahan petani bukan peserta dgn var Logawa dan Situ Bagendit sekitar 7-8 t GKG/ha. Inpari 32 HDB sangat diminati petani dan menjanjikan sebagai pengganti Ciherang ke depan karena memiliki sifat lebih baik dari Ciherang antara lain provitas lebih tinggi dan tahan HDB, dll. "Saya sangat senang dengan para petani kita di Karang Tengah dan Pegandekan, bahwa sepanjang ada air mereka langsung tanam, jadi target pak Menteri untuk mencapai swasembada pangan kalo melihat pegandekan, Kemangkon, Purbalingga itu kami sangat yakin itu akan tercapai dan ter-maintenance untuk beberapa tahun kedepan" cetus Pak Ali Jamil saat menyampaikan sambutannya dihadapan ratusan petani Kemangkon. Perlu diketahui bahwa target produksi Kabupaten Purbalingga sebesar 252.965 ton GKG dengan luas panen 38.975 ha. Pemerintah Daerah melalui sambutan Bupati Purbalingga menyambut baik dengan adanya LLIP seluas 100 ha yang secara bersama-sama dilaksanakan panen dengan alat pananen Mico Harvester. Tentu penggunaan alat mesin pertanian ini perlu disosilasikan kepada para petani sehingga permasalahan tenaga kerja secara bertahap bisa diatasi.

Petani sangat senang karena walau dengan keterbatasan air di MK ini dan walau daerah irigasi namun karena posisinya di hilir maka sering tidak kebagian air dan kita bantu dengan membuatkan sumur dangkal dgn pompa dari masyarakat serta karena menanam Situ Bagendit (Amfibi) kita, Alhamdulillah petani bisa dapat hasil panen melebihi 9 t GKG/ha. Arahan utama dari Bapak Mentan yang disampaikan oleh Bapak Ka BPPSDMP antara lain adalah perlunya replikasi keberhasilan penerapan inovassi pertanian hasil litbang pada LLIP ini ke luar desa/kecamatan/Kabupaten dam bahkan ke Provinsi lain.

 

Foto terkait:

Panen Raya Padi di lokasi LLIP Purbalingga 15/9/2015

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi