Kunker Mentan di BB Padi

(Jumat, 20/11/2014) Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Sukamandi menerima kunjungan kerja Menteri Pertanian RI,  Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman MP, Presiden ke 5 Ibu Megawati Soekarnoputri, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan wakil Bupati Subang Imas Aryumningsih. Dalam kunjungan tersebut disambut langsung oleh Bapak Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Dr. Ali Jamil MP beserta seluruh karyawan dan karyawati. Kunjungan singkat  Menteri Pertanian RI beserta rombongan mendapatkan berbagai penjelasan hasil inovasi dalam hal ini berbagai varietas unggul baru (VUB) padi di pamerkan ruang lobi sekaligus melihat kesiapan logistik benih sumber di UPBS BB Padi serta melihat langsung ke gudang UPBS (Unit Pengadaan Benih Sumber) dari kelas benih BS (Benih Sumber) maupun FS (benih Dasar).
Menteri Pertanian RI menghimbau agar BB Padi diharapkan dapat menghasilkan 10 ton/ha gabah kering  giling (GKG) dan meningkat 20% dibanding dengan menanam padi Inbrida, Untuk mencapai target swasembada pangan.  Selanjutnya beliau menilai pencapaian pembungan pertanian sudah cukup baik, tinggal akselerasi saja.  Langkah yang dilakukan untuk menuju pembangunan pertanian, Amran akan mengakselerasikan program-program sebelumnya. "Kami akan melanjutkan program yang sudah ada. Kalau ada manfaatnya bagi negara kita lanjutnya,"katanya.  Dia mengakui, bahwa ke depan tantangan tantangan dalam pembangunan pertanian, terutama mencapai swasembada pangan luar biasa. Namun dengan potensi sumberdaya alam yang Indonesia miliki, menurut Mentan, untuk mencapai swasembada akan bisa tercapai.

Menurut Mentan, swasembada pangan, mutlak harus dicapai Indonesia.  Sebab, bangsa ini tidak boleh menjadi negara importir pangan terus.  Apalagi sumberdaya alam Indonesia sangat melimpah.  Untuk itu, semua program pembangunan pertanian harus saling terintegrasi. Mentan berharap, dengan adanya saling sinergi target swasembada lima komoditas yang diusung dapat dipertahankan, khususnya beras dan jagung.  Sedangkan kedelai dan gula diharapkan dapat tercapai dalam jangka waktu 2 - 3 tahun. Untuk mencapai target swasembada pangan, Mentan akan memprioritaskan perbaikan irigasi, bibit, pupuk dan jaminan pasar. "Fokus utama adalah irigasi. Air itu merupakan sumber kehidupan, selanjutnya disampaikan juga oleh Mentan, kurang lebih 3 juta ha irigasi di kita ini rusak.  Jadi target utama saya saat ini adalah memperbaiki jaringan irigasi, dan akan segera berkoordinasi dengan kementerian atau lembaga lainnya yang terkait","paparnya.  Tidak hanya itu, masalah pemasaran hasil pertanian dalam negeri pun menjadi target utama dalam program yang akan dijalankan dan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), diharapkan dapat mendukung program tercapainya target swasembada pangan.

Selanjutnya Dr. Amran Sulaiman bersama Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat) meninjau langsung ke lokasi irigasi Cijengkol Sukamandi-Subang untuk melihat langsung kondisi irigasi di wilayah jalur pantura Subang-Jabar.  Dalam kaitan ini bapak Mentan menyampaikan dan perlu perhatian dalam hal berbagai hambatan teknis yang selama ini menjadi kendala memacu produksi, di antaranya infrastruktur pengairan yang membuat lahan milik petani tidak bisa digarap optimal.

 

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini1078
Hari kemarin1782
Minggu ini2860
Bulan ini30880
Jumlah Pengunjung854778
Online sekarang
41

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Kunker Mentan di BB Padi

(Jumat, 20/11/2014) Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Sukamandi menerima kunjungan kerja Menteri Pertanian RI,  Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman MP, Presiden ke 5 Ibu Megawati Soekarnoputri, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan wakil Bupati Subang Imas Aryumningsih. Dalam kunjungan tersebut disambut langsung oleh Bapak Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Dr. Ali Jamil MP beserta seluruh karyawan dan karyawati. Kunjungan singkat  Menteri Pertanian RI beserta rombongan mendapatkan berbagai penjelasan hasil inovasi dalam hal ini berbagai varietas unggul baru (VUB) padi di pamerkan ruang lobi sekaligus melihat kesiapan logistik benih sumber di UPBS BB Padi serta melihat langsung ke gudang UPBS (Unit Pengadaan Benih Sumber) dari kelas benih BS (Benih Sumber) maupun FS (benih Dasar).
Menteri Pertanian RI menghimbau agar BB Padi diharapkan dapat menghasilkan 10 ton/ha gabah kering  giling (GKG) dan meningkat 20% dibanding dengan menanam padi Inbrida, Untuk mencapai target swasembada pangan.  Selanjutnya beliau menilai pencapaian pembungan pertanian sudah cukup baik, tinggal akselerasi saja.  Langkah yang dilakukan untuk menuju pembangunan pertanian, Amran akan mengakselerasikan program-program sebelumnya. "Kami akan melanjutkan program yang sudah ada. Kalau ada manfaatnya bagi negara kita lanjutnya,"katanya.  Dia mengakui, bahwa ke depan tantangan tantangan dalam pembangunan pertanian, terutama mencapai swasembada pangan luar biasa. Namun dengan potensi sumberdaya alam yang Indonesia miliki, menurut Mentan, untuk mencapai swasembada akan bisa tercapai.

Menurut Mentan, swasembada pangan, mutlak harus dicapai Indonesia.  Sebab, bangsa ini tidak boleh menjadi negara importir pangan terus.  Apalagi sumberdaya alam Indonesia sangat melimpah.  Untuk itu, semua program pembangunan pertanian harus saling terintegrasi. Mentan berharap, dengan adanya saling sinergi target swasembada lima komoditas yang diusung dapat dipertahankan, khususnya beras dan jagung.  Sedangkan kedelai dan gula diharapkan dapat tercapai dalam jangka waktu 2 - 3 tahun. Untuk mencapai target swasembada pangan, Mentan akan memprioritaskan perbaikan irigasi, bibit, pupuk dan jaminan pasar. "Fokus utama adalah irigasi. Air itu merupakan sumber kehidupan, selanjutnya disampaikan juga oleh Mentan, kurang lebih 3 juta ha irigasi di kita ini rusak.  Jadi target utama saya saat ini adalah memperbaiki jaringan irigasi, dan akan segera berkoordinasi dengan kementerian atau lembaga lainnya yang terkait","paparnya.  Tidak hanya itu, masalah pemasaran hasil pertanian dalam negeri pun menjadi target utama dalam program yang akan dijalankan dan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), diharapkan dapat mendukung program tercapainya target swasembada pangan.

Selanjutnya Dr. Amran Sulaiman bersama Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat) meninjau langsung ke lokasi irigasi Cijengkol Sukamandi-Subang untuk melihat langsung kondisi irigasi di wilayah jalur pantura Subang-Jabar.  Dalam kaitan ini bapak Mentan menyampaikan dan perlu perhatian dalam hal berbagai hambatan teknis yang selama ini menjadi kendala memacu produksi, di antaranya infrastruktur pengairan yang membuat lahan milik petani tidak bisa digarap optimal.

 

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi