Pembangunan Irigasi Tersier Dipercepat

Jakarta – Menteri pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, pembangunan dan perbaikan irigasi tersier akan dipercepat sehingga bisa rampung sebelum target. Langkah ini diambil antara lain untuk meminimalkan dampak kekeringan dan mewujudkan swasembada pangan.

Pemerintah sebelumnya menargetkan perbaikan saluran irigasi seluas 2 juta ha bisa rampung dalam tiga tahun. Namun, Presiden Joko Widodo mendorong kementrian, terkait memperbaiki 1 juta ha saluran irigasi dalam waktu satu tahun. “Ini pembangunan infrastruktur terbesar sepanjang sejarah,” ujar Amran di Jakarta, Minggu (30/8)

Sejauh ini, Amran mengatakan, pemerintah telah membangun dan memperbaiki saluran fisik irigasi tersier seluas 1,5 juta ha. Menurutnya, pemerintah akan mempercepat pembangunan dan perbaikan saluran irigasi lainnya supaya sebelum dua tahun sudah bisa mencapai 2 juta ha. Tidak hanya pembangunan fisik, Kementrian pertanian juga memberikan pupuk dan alat mesin pertanian (alsintan).

Amran menjelaskan, kementrian telah memberikan 40.000 unit traktor, 21.000 unit pompa, puput ke 300 kabupaten dan benih. “Tanpa tender sehingga semua dapat bergerak cepat,” ujar Amran. Pengadaan traktor, benih, dan pupuk yang dilakukan tanpa tender telah disampaikan ke presiden.

Sejauh ini, Amran mengatakan, pemberian bantuan pemerintah terhadap petani menyebabkan jumlah lahan yang kekeringan dan gagal panen tidak begitu meluas. “Sudah mencapai 80 persen yang (sawah) panen,” katanya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian, Gardjita Budi mengatakan terjadi peningkatan produksi sebesar 6 persen dari tahun lalu pada 2015. Berdasarkan ramalan Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi mencapai 75,5 juta ton.

Gardjita mengatakan, 182 tempat penggilingan padi di seluruh Indonesia siap menampung hasil padi dari petani. Menurut Gardjita, bila angka ramalan (aram) BPS tepat maka produksi beras di Tanah Air diperkirakan melimpah sebanyak 10,57 juta ton beras.

Pemerintah mengajak unit usaha Rice Milling Unit (RMU) bermitra dengan Badan Urusan Logistik atau Bulog. Dengan demikian, beras dijual ke Bulog, yang berdasarkan data komisi Pengawas Persaingan (KPPU) selama ini hanya mendapat pasok 20 persen dari total produksi beras secara nasional. (Ruhut Ambarita)

Sumber : Sinar Harapan

 

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini926
Hari kemarin1625
Minggu ini13345
Bulan ini29970
Jumlah Pengunjung1078317
Online sekarang
27

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Pembangunan Irigasi Tersier Dipercepat

Jakarta – Menteri pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, pembangunan dan perbaikan irigasi tersier akan dipercepat sehingga bisa rampung sebelum target. Langkah ini diambil antara lain untuk meminimalkan dampak kekeringan dan mewujudkan swasembada pangan.

Pemerintah sebelumnya menargetkan perbaikan saluran irigasi seluas 2 juta ha bisa rampung dalam tiga tahun. Namun, Presiden Joko Widodo mendorong kementrian, terkait memperbaiki 1 juta ha saluran irigasi dalam waktu satu tahun. “Ini pembangunan infrastruktur terbesar sepanjang sejarah,” ujar Amran di Jakarta, Minggu (30/8)

Sejauh ini, Amran mengatakan, pemerintah telah membangun dan memperbaiki saluran fisik irigasi tersier seluas 1,5 juta ha. Menurutnya, pemerintah akan mempercepat pembangunan dan perbaikan saluran irigasi lainnya supaya sebelum dua tahun sudah bisa mencapai 2 juta ha. Tidak hanya pembangunan fisik, Kementrian pertanian juga memberikan pupuk dan alat mesin pertanian (alsintan).

Amran menjelaskan, kementrian telah memberikan 40.000 unit traktor, 21.000 unit pompa, puput ke 300 kabupaten dan benih. “Tanpa tender sehingga semua dapat bergerak cepat,” ujar Amran. Pengadaan traktor, benih, dan pupuk yang dilakukan tanpa tender telah disampaikan ke presiden.

Sejauh ini, Amran mengatakan, pemberian bantuan pemerintah terhadap petani menyebabkan jumlah lahan yang kekeringan dan gagal panen tidak begitu meluas. “Sudah mencapai 80 persen yang (sawah) panen,” katanya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian, Gardjita Budi mengatakan terjadi peningkatan produksi sebesar 6 persen dari tahun lalu pada 2015. Berdasarkan ramalan Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi mencapai 75,5 juta ton.

Gardjita mengatakan, 182 tempat penggilingan padi di seluruh Indonesia siap menampung hasil padi dari petani. Menurut Gardjita, bila angka ramalan (aram) BPS tepat maka produksi beras di Tanah Air diperkirakan melimpah sebanyak 10,57 juta ton beras.

Pemerintah mengajak unit usaha Rice Milling Unit (RMU) bermitra dengan Badan Urusan Logistik atau Bulog. Dengan demikian, beras dijual ke Bulog, yang berdasarkan data komisi Pengawas Persaingan (KPPU) selama ini hanya mendapat pasok 20 persen dari total produksi beras secara nasional. (Ruhut Ambarita)

Sumber : Sinar Harapan

 

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi