Bulog Gandeng Usaha Penggilingan Padi

Langkah kompromi Kementerian Pertanian (Kemtan) dengan pengusaha sektor pangan berlanjut. Setelah duduk bersama dengan asosiasi pakar ternak, unggas, dan penggemukan sapi pekan lalu, kali ini giliran pengusaha penggilingan padi. Misi Kemtan kali ini adalah mendapatkan dukungan untuk mengamankan stok beras menghadapi ancaman kemarau panjang alias El Nino. Pengusaha penggilingan padi ini diminta untuk bekerjasama dengan Bulog untuk menyerap 1,4 juta ton beras dari petani di sisa panen pada tahun ini.

Kerjasama ini dituangkan dalam nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Bulog dan pengusaha penggilingan padi.

Djarot Kusumayakti, Direktur Utama Bulog mengatakan, dengan komitmen tambahan stok beras 1,4 juta ton pada September 2015, stok beras di gudang Bulog bulan depan mencapai 3 juta ton. Sebab saat ini, Bulog memiliki stok beras 1,62 juta ton. Sementara penyerapan Bulog sudah mencapai 1,82 juta ton. Kalau rata-rata penyaluran Bulog 250.000 ton per bulan, maka sisa stok Bulog per September sekitar 2,75 juta ton.

Di MoU ini, Bulog melakukan kerjasama dengan 3.829 pemilik usaha penggilingan padi di seluruh Indonesia. Diantaranya, 85 penggilingan besar, 391 penggilingan sedang, 2.153 penggilingan kecil dan 900 penerima atau penampung hasil penggilingan padi dengan total kemampuan produksi 1,43 juta ton beras. Rencananya hasil produksi ini yang akan disalurkan ke Bulog pada September 2015 mendatang. Djarot, mengatakan unutk memudahkan kerjasama tersebut, Bulog akan menyerap beras dari pengusaha penggilingan padi berdasarkan kualitas beras. Bulog juga akan membeli sesuai harga pasar. Selain itu, per hari Rabu (26/8) Bulog juga mengusulkan agar tidak dikenakan pajak penghasilan (PPH) saat membeli beras. Namun, hal ini masih menunggu keputusan Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

Sejumlah pengusaha penggilingan padi ini mengaku siap menyalurkan beras ke Bulog. Namun, pengusaha meminta agar Bulog tak lagi memilih milih beras yang dijual para penggiling padi ini.

Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian menyambut baik kerjasama tersebut dan akan mendorong pengadaan beras nasional untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dengan adanya komitmen ini, pasokan beras akan aman hingga akhir tahun.

Noverius Laoly

Sumber: Kontan

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini184
Hari kemarin2156
Minggu ini6995
Bulan ini23620
Jumlah Pengunjung1071967
Online sekarang
21

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Bulog Gandeng Usaha Penggilingan Padi

Langkah kompromi Kementerian Pertanian (Kemtan) dengan pengusaha sektor pangan berlanjut. Setelah duduk bersama dengan asosiasi pakar ternak, unggas, dan penggemukan sapi pekan lalu, kali ini giliran pengusaha penggilingan padi. Misi Kemtan kali ini adalah mendapatkan dukungan untuk mengamankan stok beras menghadapi ancaman kemarau panjang alias El Nino. Pengusaha penggilingan padi ini diminta untuk bekerjasama dengan Bulog untuk menyerap 1,4 juta ton beras dari petani di sisa panen pada tahun ini.

Kerjasama ini dituangkan dalam nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Bulog dan pengusaha penggilingan padi.

Djarot Kusumayakti, Direktur Utama Bulog mengatakan, dengan komitmen tambahan stok beras 1,4 juta ton pada September 2015, stok beras di gudang Bulog bulan depan mencapai 3 juta ton. Sebab saat ini, Bulog memiliki stok beras 1,62 juta ton. Sementara penyerapan Bulog sudah mencapai 1,82 juta ton. Kalau rata-rata penyaluran Bulog 250.000 ton per bulan, maka sisa stok Bulog per September sekitar 2,75 juta ton.

Di MoU ini, Bulog melakukan kerjasama dengan 3.829 pemilik usaha penggilingan padi di seluruh Indonesia. Diantaranya, 85 penggilingan besar, 391 penggilingan sedang, 2.153 penggilingan kecil dan 900 penerima atau penampung hasil penggilingan padi dengan total kemampuan produksi 1,43 juta ton beras. Rencananya hasil produksi ini yang akan disalurkan ke Bulog pada September 2015 mendatang. Djarot, mengatakan unutk memudahkan kerjasama tersebut, Bulog akan menyerap beras dari pengusaha penggilingan padi berdasarkan kualitas beras. Bulog juga akan membeli sesuai harga pasar. Selain itu, per hari Rabu (26/8) Bulog juga mengusulkan agar tidak dikenakan pajak penghasilan (PPH) saat membeli beras. Namun, hal ini masih menunggu keputusan Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

Sejumlah pengusaha penggilingan padi ini mengaku siap menyalurkan beras ke Bulog. Namun, pengusaha meminta agar Bulog tak lagi memilih milih beras yang dijual para penggiling padi ini.

Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian menyambut baik kerjasama tersebut dan akan mendorong pengadaan beras nasional untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dengan adanya komitmen ini, pasokan beras akan aman hingga akhir tahun.

Noverius Laoly

Sumber: Kontan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi