2 Juta Ha Lahan Siap Ditanami Padi

Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) menyatakan bahwa akan ada 2 juta hektare (ha) lahan siap ditanami padi pada Oktober tahun ini. Kelompok petani dan nelayan ini juga memastikan penanaman komoditas strategis di lahan tersebut dilakukan sesuai musim, meskipun kekeringan akibat El Nino masih mengancam.

"Dari 2 juta lahan tersebut, sekitar 1 juta ha tersebar di lokasi yang mengandalkan pengairan dari bendungan. Sedangkan 1 juta ha lainya merupakan lahan rawa lebak dan pasang surut" ujar Ketua Umum KTNA Winarno Tohir kepada Invertory Daily di Jakarta, Rabu (19/8).

Winarno menjelaskan, kekeringan akibat  El Nino bertepatan dengan musim panen gadu (gelombang kedua) tahun ini. Karena itu, gelombang panas tersebut hanya berdampak pada penurunan produktivitas meski tidak signifikan, yakni dari sebelumnya 5 ton per ha pada kondisi normal menjadi hanya 4 ton per ha dengan luas tanam 7,7 juta ha.

Dia juga menghimbau para petani supaya menunda untuk melakukan penanaman pascapanen untuk menghindari terjadinya kerugian. Pasalnya, hujan diprediksi baru akan turun pada Desember mendatang, sehingga sementara waktu lahan pertanian akan kering. "Setelah panen ini, sebaiknya jangan tanam dulu. Daripada merugi, karena kering, tidak bisa ditanami lagi. Tapi, ada sekitar 1 juta ha lahan yang bisa ditanami tepat waktu, yakni yang mengandalkan air dari bendungan, juga di lahan rawa lebak yang memang lebih dalam," jelas Winarno.

Menurut Winarno, dari total 147 bendungan di seluruh Indonesia, hanya 34 bendungan yang dalam kondisi normal. Sedangkan 44 bendungan lainya dalam kondisi kering dan 69 bendungan defisit, sehingga tidak bisa mengeluarkan air. "Bendungan-bendungan yang masih ada airnya itu menjangkau 1 juta  ha lahan yang tadi. Diantaranya ada di Jawa, Sumatera Selatan dan Makasar, "kata Winarno.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengklaim, akan ada tambahan luas tanam setidaknya 1 juta ha. Penambahan tersebut terjadi karena kekeringan membuat lahan rawa dan pasang surut di Sumatera dan Kalimantan menjadi produktif.

Amran mengungkapkan saat ini terdapat 379 ribu ha irigasi rawa di Sumatera dan 536 ribu ha di Kalimantan. Sedangkan lahan pasang surut tercatat mencapai 111 ribu ha di Sumatera dan 178 ribu ha di Kalimantan, sehingga dia optimis produksi beras 2015 akan bisa melampaui angka ramalan Badan Pusat Statistik. (eme)

Sumber: Invertory Daily

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Keunggulan Varietas Tarabas
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini513
Hari kemarin1993
Minggu ini15031
Bulan ini39863
Jumlah Pengunjung1206466
Online sekarang
20

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

2 Juta Ha Lahan Siap Ditanami Padi

Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) menyatakan bahwa akan ada 2 juta hektare (ha) lahan siap ditanami padi pada Oktober tahun ini. Kelompok petani dan nelayan ini juga memastikan penanaman komoditas strategis di lahan tersebut dilakukan sesuai musim, meskipun kekeringan akibat El Nino masih mengancam.

"Dari 2 juta lahan tersebut, sekitar 1 juta ha tersebar di lokasi yang mengandalkan pengairan dari bendungan. Sedangkan 1 juta ha lainya merupakan lahan rawa lebak dan pasang surut" ujar Ketua Umum KTNA Winarno Tohir kepada Invertory Daily di Jakarta, Rabu (19/8).

Winarno menjelaskan, kekeringan akibat  El Nino bertepatan dengan musim panen gadu (gelombang kedua) tahun ini. Karena itu, gelombang panas tersebut hanya berdampak pada penurunan produktivitas meski tidak signifikan, yakni dari sebelumnya 5 ton per ha pada kondisi normal menjadi hanya 4 ton per ha dengan luas tanam 7,7 juta ha.

Dia juga menghimbau para petani supaya menunda untuk melakukan penanaman pascapanen untuk menghindari terjadinya kerugian. Pasalnya, hujan diprediksi baru akan turun pada Desember mendatang, sehingga sementara waktu lahan pertanian akan kering. "Setelah panen ini, sebaiknya jangan tanam dulu. Daripada merugi, karena kering, tidak bisa ditanami lagi. Tapi, ada sekitar 1 juta ha lahan yang bisa ditanami tepat waktu, yakni yang mengandalkan air dari bendungan, juga di lahan rawa lebak yang memang lebih dalam," jelas Winarno.

Menurut Winarno, dari total 147 bendungan di seluruh Indonesia, hanya 34 bendungan yang dalam kondisi normal. Sedangkan 44 bendungan lainya dalam kondisi kering dan 69 bendungan defisit, sehingga tidak bisa mengeluarkan air. "Bendungan-bendungan yang masih ada airnya itu menjangkau 1 juta  ha lahan yang tadi. Diantaranya ada di Jawa, Sumatera Selatan dan Makasar, "kata Winarno.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengklaim, akan ada tambahan luas tanam setidaknya 1 juta ha. Penambahan tersebut terjadi karena kekeringan membuat lahan rawa dan pasang surut di Sumatera dan Kalimantan menjadi produktif.

Amran mengungkapkan saat ini terdapat 379 ribu ha irigasi rawa di Sumatera dan 536 ribu ha di Kalimantan. Sedangkan lahan pasang surut tercatat mencapai 111 ribu ha di Sumatera dan 178 ribu ha di Kalimantan, sehingga dia optimis produksi beras 2015 akan bisa melampaui angka ramalan Badan Pusat Statistik. (eme)

Sumber: Invertory Daily

Berita Terbaru

Dengan Inovasi, Lahan Kering Mampu Berproduksi Tinggi

Info Aktual | 01-02-2018 | Hits:619

Dengan Inovasi, Lahan Kering Mampu Berproduksi Tinggi

Padi Gogo Potensi Hasil Tinggi

Info Teknologi | 18-01-2018 | Hits:1260

Padi Gogo Potensi Hasil Tinggi

Padi  Lahan Kering Dataran Tinggi

Info Teknologi | 11-01-2018 | Hits:1256

Padi Lahan Kering Dataran Tinggi

Panen di Musim Paceklik

Berita Utama | 10-01-2018 | Hits:451

Panen di Musim Paceklik

Luas Panen Padi di Beberapa Wilayah

Berita Utama | 03-01-2018 | Hits:510

Luas Panen Padi di Beberapa Wilayah

Karakteristik Inpara 8 Agritan dan Inpara 9 Agritan

Info Teknologi | 02-01-2018 | Hits:536

Karakteristik Inpara 8 Agritan dan Inpara 9 Agritan

Inpara 8 dan Inpara 9, Dua Varietas Adaptif Rawa

Info Teknologi | 21-12-2017 | Hits:1021

Inpara 8 dan Inpara 9, Dua Varietas Adaptif Rawa

Menteri Pertanian Meluncurkan Varietas Unggul Baru

Info Aktual | 21-12-2017 | Hits:1327

Menteri Pertanian Meluncurkan Varietas Unggul Baru

Budidaya Organik dan Non-Organik Padi Terhadap Mutu

Info Teknologi | 16-12-2017 | Hits:963

Budidaya Organik dan Non-Organik Padi Terhadap Mutu

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi