Keunggulan dan Karakter yang berbeda pada INPARA

Badan Litbang Pertanian melalui BB Padi telah melepas sejumlah varietas unggul padi rawa seperti Tapus (untuk lahan rawa dengan genangan maksimum 150 cm), Banyuasin, Batanghari, Dendang, Indragiri, Punggur (untuk lahan potensial gambut dan sulfat masam), Martapura dan Margasari (untuk lahan pasang surut). Lebih lanjut, sejak tahun 2008 sampai akhir Desember 2014, Badan Litbang Pertanian telah melepas 7 varietas unggul padi rawa yaitu Inpara 1 hingga Inpara 7.

Potensi hasil varetas Inpara 1 yaitu 6,47 ton GKG/ha dengan keunggulan seperti tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri dan blas, serta agak tahan wereng coklat biotipe 1 dan 2. Varietas Inpara 1 menghasilkan nasi bertekstur pera, sehingga lebih sesuai dikembangkan di daerah rawa yang penduduknya menyukai nasi pera seperti di Sumatera dan Kalimantan. Potensi hasil Inpara 2 yaitu 6,08 ton GKG/ha dan memiliki ketahanan terhadap hawar daun bakteri, penyakit blas, dan wereng cokelat biotipe 2. Nasi Inpara 2 bertekstur pulen.

Varietas Inpara 3, Inpara 4, dan inpara 5 memiliki karakter tertentu yang berbeda dengan varietas padi rawa yang lainnya. Ketiga varietas tersebut dirakit untuk menghadapi cekaman banjir. Banjir 10 tahun terakhir telah melanda hampir 300 ribu ha lahan sawah dan sekitar 60 ribu ha di antaranya menyebabkan kerusakan total tanaman padi. Penurunan hasil yang disebabkan oleh banjir berkisar antara 30-60%. Inpara 3 mampu bertahan dan berproduksi setelah terendam selama 7 hari, sedangkan Inpara 4 dan Inpara 5 mampu bertahan rendaman selama 10-14 hari. Inpara cocok dikembangkan di lahan rawa lebak atau lahan sawah irigasi yang rawan banjir. Di lahan lebak Inpara 3 dapat berproduksi 5,60 ton GKG/ha. Varietas ini juga tahan terhadap penyakit blas dan tekstur nasinya tergolong pera. Inpara 1, 2 dan 3 sama-sama toleran terhadap keracunan besi (Fe) dan aluminium (Al) yang menjadi kendala penting dalam pengembangan tanaman padi di lahan pasang surut lebak.

Di lahan lebak Inpara 4 dan 5 dapat berproduksi 7,60 dan 7,20 ton GKG/ha. Inpara 4 juga agak tahan terhadap wereng batang cokelat biotipe 3 dan tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri strain IV dan VII serta tekstur nasinya tergolong pera dan sedang. Varietas Inpara cocok untuk dikembangkan di lahan rawa guna mendukung ketahanan pangan nasional. Inpara 8 dan Inpara 9 merupakan varietas baru yang dilepas tahun 2014 yang juga tahan terhadap rendaman selama 7-14 hari.

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini449
Hari kemarin2426
Minggu ini5104
Bulan ini21729
Jumlah Pengunjung1070076
Online sekarang
35

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Keunggulan dan Karakter yang berbeda pada INPARA

Badan Litbang Pertanian melalui BB Padi telah melepas sejumlah varietas unggul padi rawa seperti Tapus (untuk lahan rawa dengan genangan maksimum 150 cm), Banyuasin, Batanghari, Dendang, Indragiri, Punggur (untuk lahan potensial gambut dan sulfat masam), Martapura dan Margasari (untuk lahan pasang surut). Lebih lanjut, sejak tahun 2008 sampai akhir Desember 2014, Badan Litbang Pertanian telah melepas 7 varietas unggul padi rawa yaitu Inpara 1 hingga Inpara 7.

Potensi hasil varetas Inpara 1 yaitu 6,47 ton GKG/ha dengan keunggulan seperti tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri dan blas, serta agak tahan wereng coklat biotipe 1 dan 2. Varietas Inpara 1 menghasilkan nasi bertekstur pera, sehingga lebih sesuai dikembangkan di daerah rawa yang penduduknya menyukai nasi pera seperti di Sumatera dan Kalimantan. Potensi hasil Inpara 2 yaitu 6,08 ton GKG/ha dan memiliki ketahanan terhadap hawar daun bakteri, penyakit blas, dan wereng cokelat biotipe 2. Nasi Inpara 2 bertekstur pulen.

Varietas Inpara 3, Inpara 4, dan inpara 5 memiliki karakter tertentu yang berbeda dengan varietas padi rawa yang lainnya. Ketiga varietas tersebut dirakit untuk menghadapi cekaman banjir. Banjir 10 tahun terakhir telah melanda hampir 300 ribu ha lahan sawah dan sekitar 60 ribu ha di antaranya menyebabkan kerusakan total tanaman padi. Penurunan hasil yang disebabkan oleh banjir berkisar antara 30-60%. Inpara 3 mampu bertahan dan berproduksi setelah terendam selama 7 hari, sedangkan Inpara 4 dan Inpara 5 mampu bertahan rendaman selama 10-14 hari. Inpara cocok dikembangkan di lahan rawa lebak atau lahan sawah irigasi yang rawan banjir. Di lahan lebak Inpara 3 dapat berproduksi 5,60 ton GKG/ha. Varietas ini juga tahan terhadap penyakit blas dan tekstur nasinya tergolong pera. Inpara 1, 2 dan 3 sama-sama toleran terhadap keracunan besi (Fe) dan aluminium (Al) yang menjadi kendala penting dalam pengembangan tanaman padi di lahan pasang surut lebak.

Di lahan lebak Inpara 4 dan 5 dapat berproduksi 7,60 dan 7,20 ton GKG/ha. Inpara 4 juga agak tahan terhadap wereng batang cokelat biotipe 3 dan tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri strain IV dan VII serta tekstur nasinya tergolong pera dan sedang. Varietas Inpara cocok untuk dikembangkan di lahan rawa guna mendukung ketahanan pangan nasional. Inpara 8 dan Inpara 9 merupakan varietas baru yang dilepas tahun 2014 yang juga tahan terhadap rendaman selama 7-14 hari.

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi