Tekad dan Kesiapan Balitbangtan mendukung Pencapaian Swasembada Beras

Di tengah-tengah tantangan pemenuhan kebutuhan pangan domestik dan dunia khususnya beras, Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya akselerasi pencapaian swasembada dan swasembada pangan berkelanjutan. Untuk itu Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai upaya strategis antara lain melalui perbaikan jaringan irigasi, distribusi benih berbagai varietas unggul baru, distribusi pupuk, serta pengadaan alat pertanian. Program peningkatan produksi beras juga didukung oleh ketersediaan teknologi pertanian inovatif serta kegiatan pendampingan dalam penerapannya seperti dalam program Upaya Khusus Peningkatan Produktivitas Padi, Jagung, dan Kedelai (UPSUS PJK) yang sedang dilakukan secara nasional. Temu Teknologi Padi dan Seminar Nasional Padi dengan tema: Dukungan Inovasi Teknologi terhadap Peningkatan Produksi Padi dan Swasembada Beras Berkelanjutan, bermakna penting sebagai pernyataan tekad dan kesiapan Balitbangtan untuk terus mendukung upaya Pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan khususnya beras, dan mencapai swasembada berkelanjutan.

Padi/beras merupakan komoditas strategis, sehingga jika terjadi krisis beras tidak hanya akan berdampak terhadap masalah ekonomi, tetapi juga sosial dan politik pemerintah. Kondisi ini telah mendapat perhatian yang serius dari Presiden RI Bpk Joko Widodo seperti yang ditunjukkan dalam  pelaksanaan program Nawacitanya. Beberapa faktor penyebab krisis beras dan perlu diwaspadai oleh kita semua diantaranya adalah: 1) supplay yang cenderung terus berkurang, 2) produktivitas melandai,  3) semakin banyak negara yang mengkonsumsi beras, 4) harga minyak yang meningkat, berdampak pada meningkatnya harga agro-input seperti yang terjadi saat ini, 5) konversi lahan yang berlangsung cepat dan terjadinya degradasi kesuburan lahan, 6) lambannya perluasan areal dan 7) meningkatnya serangan OPT sebagai dampak dari pemanasan global.

Menyikapi situasi pangan dunia, dan khususnya dalam negeri saat ini, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian tengah berupaya keras mengamankan permintaan dan penyediaan pangan dalam negeri dengan program akselerasi peningkatan produksi dan stok beras melalui upaya khusus peningkatan produksi padi, jagung, dan kedeleai (UPSUS PJK). Dalam menghadapi krisis pangan dunia, Indonesia telah menanganinya dengan baik, seperti dapat terlihat dari produksi padi tiga tahun terakhir; 2013-2015 yang mencapai berturut-turut 71,28 t, 70,85 t dan 75,55 t dengan peningkatan masing 5.0%, 8.4% dan 6.6%.

Kontribusi Badan Litbang Pertanian terhadap pencapaian target produksi beras setiap tahunnya telah ditunjukkan dengan tersedianya berbagai inovasi teknologi padi antara lain varietas unggul  (inbrida dan hibrida) dengan penyediaan benih sumbernya, teknologi budidaya spesifik lokasi, panen dan pasca panen, serta komponen teknologi inovatif lainnya. Di lain pihak, secara berkesinambungan inovasi teknologi tersebut terus didiseminasikan kepada pengguna melalui Spectrum Diseminasi Multi Channel serta melalui pendampingan dalam penerapannya. Khusus dalam penyediaan VUB, dalam waktu lima tahun terakhir ini Badan Litbang Pertanian sudah melepas lebih dari 60 VUB; meliputi, Varietas INPARI (Inbrida Padi sawah Irigasi), INPAGO (Inbrida Padi Gogo), INPARA (Inbrida Padi Rawa), dan HIPA (Hibrida Padi). Dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan ketersediaan teknologi tersebut, lebih lanjut pemerintah melalui Ditjen Tanaman Pangan telah melakukan berbagai gerakan penerapan/alih teknologi antara lain melalui program SL-PTT, GP PTT dan program lainnya yang dari tahun ke tahun terus meningkat luasannya. Penerapan program tersebut tengah dikawal oleh para petugas, peneliti dan pengkaji di lapangan secara intensif dan telah menunjukkan keberhasilan khususnya dalam peningkatan produksi padi nasional seperti disebutkan di atas.

Untuk mendukung agenda nasional swasembada beras tersebut dibutuhkan integrasi dan sinergi dari berbagai berbagai pihak dan lembaga khususnya dalam penyediaan dan penerapan inovasi teknologi  unggulannya. Saat ini ketersediaan teknologi inovatif yang didukung dengan perkembangan teknologi informasi, dirasakan telah cukup banyak, namun demikian pada penerapannya masih terdapat kesenjangan diantara teknologi yang tersedia dengan teknologi yang diadopsi oleh pengguna khususnya petani. Melalui Temu Teknologi Padi ini diharapkan dapat mendiseminasikan berbagai inovasi dan teknologi inovatif serta terhimpunnya berbagai inovasi dan teknologi unggulan baru yang dapat dijadikan bahan rekomendasi dan atau kebijakan dalam mendukung pencapaian swasembada dan swasembada pangan berkelanjutan.

Semoga Balitbangtan dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan pertanian, khususnya dalam upaya meningkatkan produksi beras dan swasembada berkelanjutan serta mencapai kemadirian pangan. Memasuki era pangan yang tidak lagi murah di pasaran internasional, mandiri pangan disamping menghemat devisa negara diharapkan juga dapat menjaga stabilitas ekonomi dan politik pemerintahan saat ini.

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1
Laporan Tahunan 2014

Booklet, Leaflet, Poster

Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015
Poster Inpari 13
Poster Inpari 10

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia
Teknologi Jarwo Super untuk Kedaulatan Pangan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini576
Hari kemarin949
Minggu ini4687
Bulan ini25678
Jumlah Pengunjung775318
Online sekarang
18

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Tekad dan Kesiapan Balitbangtan mendukung Pencapaian Swasembada Beras

Di tengah-tengah tantangan pemenuhan kebutuhan pangan domestik dan dunia khususnya beras, Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya akselerasi pencapaian swasembada dan swasembada pangan berkelanjutan. Untuk itu Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai upaya strategis antara lain melalui perbaikan jaringan irigasi, distribusi benih berbagai varietas unggul baru, distribusi pupuk, serta pengadaan alat pertanian. Program peningkatan produksi beras juga didukung oleh ketersediaan teknologi pertanian inovatif serta kegiatan pendampingan dalam penerapannya seperti dalam program Upaya Khusus Peningkatan Produktivitas Padi, Jagung, dan Kedelai (UPSUS PJK) yang sedang dilakukan secara nasional. Temu Teknologi Padi dan Seminar Nasional Padi dengan tema: Dukungan Inovasi Teknologi terhadap Peningkatan Produksi Padi dan Swasembada Beras Berkelanjutan, bermakna penting sebagai pernyataan tekad dan kesiapan Balitbangtan untuk terus mendukung upaya Pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan khususnya beras, dan mencapai swasembada berkelanjutan.

Padi/beras merupakan komoditas strategis, sehingga jika terjadi krisis beras tidak hanya akan berdampak terhadap masalah ekonomi, tetapi juga sosial dan politik pemerintah. Kondisi ini telah mendapat perhatian yang serius dari Presiden RI Bpk Joko Widodo seperti yang ditunjukkan dalam  pelaksanaan program Nawacitanya. Beberapa faktor penyebab krisis beras dan perlu diwaspadai oleh kita semua diantaranya adalah: 1) supplay yang cenderung terus berkurang, 2) produktivitas melandai,  3) semakin banyak negara yang mengkonsumsi beras, 4) harga minyak yang meningkat, berdampak pada meningkatnya harga agro-input seperti yang terjadi saat ini, 5) konversi lahan yang berlangsung cepat dan terjadinya degradasi kesuburan lahan, 6) lambannya perluasan areal dan 7) meningkatnya serangan OPT sebagai dampak dari pemanasan global.

Menyikapi situasi pangan dunia, dan khususnya dalam negeri saat ini, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian tengah berupaya keras mengamankan permintaan dan penyediaan pangan dalam negeri dengan program akselerasi peningkatan produksi dan stok beras melalui upaya khusus peningkatan produksi padi, jagung, dan kedeleai (UPSUS PJK). Dalam menghadapi krisis pangan dunia, Indonesia telah menanganinya dengan baik, seperti dapat terlihat dari produksi padi tiga tahun terakhir; 2013-2015 yang mencapai berturut-turut 71,28 t, 70,85 t dan 75,55 t dengan peningkatan masing 5.0%, 8.4% dan 6.6%.

Kontribusi Badan Litbang Pertanian terhadap pencapaian target produksi beras setiap tahunnya telah ditunjukkan dengan tersedianya berbagai inovasi teknologi padi antara lain varietas unggul  (inbrida dan hibrida) dengan penyediaan benih sumbernya, teknologi budidaya spesifik lokasi, panen dan pasca panen, serta komponen teknologi inovatif lainnya. Di lain pihak, secara berkesinambungan inovasi teknologi tersebut terus didiseminasikan kepada pengguna melalui Spectrum Diseminasi Multi Channel serta melalui pendampingan dalam penerapannya. Khusus dalam penyediaan VUB, dalam waktu lima tahun terakhir ini Badan Litbang Pertanian sudah melepas lebih dari 60 VUB; meliputi, Varietas INPARI (Inbrida Padi sawah Irigasi), INPAGO (Inbrida Padi Gogo), INPARA (Inbrida Padi Rawa), dan HIPA (Hibrida Padi). Dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan ketersediaan teknologi tersebut, lebih lanjut pemerintah melalui Ditjen Tanaman Pangan telah melakukan berbagai gerakan penerapan/alih teknologi antara lain melalui program SL-PTT, GP PTT dan program lainnya yang dari tahun ke tahun terus meningkat luasannya. Penerapan program tersebut tengah dikawal oleh para petugas, peneliti dan pengkaji di lapangan secara intensif dan telah menunjukkan keberhasilan khususnya dalam peningkatan produksi padi nasional seperti disebutkan di atas.

Untuk mendukung agenda nasional swasembada beras tersebut dibutuhkan integrasi dan sinergi dari berbagai berbagai pihak dan lembaga khususnya dalam penyediaan dan penerapan inovasi teknologi  unggulannya. Saat ini ketersediaan teknologi inovatif yang didukung dengan perkembangan teknologi informasi, dirasakan telah cukup banyak, namun demikian pada penerapannya masih terdapat kesenjangan diantara teknologi yang tersedia dengan teknologi yang diadopsi oleh pengguna khususnya petani. Melalui Temu Teknologi Padi ini diharapkan dapat mendiseminasikan berbagai inovasi dan teknologi inovatif serta terhimpunnya berbagai inovasi dan teknologi unggulan baru yang dapat dijadikan bahan rekomendasi dan atau kebijakan dalam mendukung pencapaian swasembada dan swasembada pangan berkelanjutan.

Semoga Balitbangtan dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan pertanian, khususnya dalam upaya meningkatkan produksi beras dan swasembada berkelanjutan serta mencapai kemadirian pangan. Memasuki era pangan yang tidak lagi murah di pasaran internasional, mandiri pangan disamping menghemat devisa negara diharapkan juga dapat menjaga stabilitas ekonomi dan politik pemerintahan saat ini.

Berita Terbaru

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Info Teknologi | 21-06-2017 | Hits:172

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Info Teknologi | 20-06-2017 | Hits:175

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Type Ketahanan Tanaman

Info Teknologi | 29-05-2017 | Hits:831

Type Ketahanan Tanaman

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi