Berkah Dipenghujung Tahun 2014 Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Tingkatkan Produksi Padi, Gunakan Benih Unggul: Produksi di petani harus tidak jauh berbeda dari Balai Penelitian

Di Penghujung tahun 2014, Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. H. Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana didampingi Menteri Sekretaris Negara, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono melakukan kunjungan kerja di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) Sukamandi,  Subang (Jum’at, 26/12/2014).  Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, beberapa Anggota DPR RI, Kepala Balitbangtan Dr. Haryono, dan Kepala BB Padi Dr. Ali Jamil serta para peneliti BB Padi menyambut kedatangan Presiden dan rombongan di Lobi Sekretariat BB Padi.

Mengawali kunjungan kerjanya di BB Padi, Presiden meninjau kesiapan inovasi teknologi padi antara lain yang didisplaykan di Lobi gedung utama BB Padi seperti inverted botol berbagai varietas unggul (VU) padi spesifik lokasi (Inpari, Inpara, Inpago, dan Hipa) dan perangkat uji status hara tanah dan pupuk. Pada kesempatan ini Dr. Ali Jamil menjelaskan kesiapan Balitbangtan untuk menghadapi dampak perubahan iklim khususnya terkait dengan cekaman biotik dan abiotik seperti VUB Inpari 29 Rendaman dan Inpari 30 Ciherang Sub-1 yang keduanya toleran rendaman; Inpari 31, 32 HDB, dan 33 yang tahan wereng batang coklat, hawar daun bakteri (kresek) dan blas; Inpari 34 salin Agritan dan Inpari 35 salin Agritan toleran salin; termasuk padi Hibrida seperti Hipa 18 dan 19 dengan potensi hasil tinggi (>10 ton/ha). 

Di Stan display alsintan hasil inovasi terkini Balitbangtan seperti mesin tanam padi Indo Jarwo Transplanter 2:1, mesin panen padi Mini Indo Combine Harvester dan mesin penyiang gulma Power Weeder Presiden berharap dengan adanya alsin seperti ini kendala kekurangan tenaga kerja bisa teratasi dan susut hasil panen yang relatif masih tinggi akan bisa diturunkan sehingga pencapaian total produksi akan semakin meningkat.

Selanjutnya Presiden dan rombongan meninjau logistik benih sumber VU padi di Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) Padi Balitbangtan. Dalam penjelasananya Ka BB Padi menyampaikan kesiapan Balitbangtan mendukung program pemerintah untuk pencapaian swasembada pangan khususnya beras. Dukungan ini dibuktikan dengan tersedianya logistik Benih Sumber (BS, FS, dan SS) dengan total stok masing-masing sekitar 46; 15; dan 27 ton. Kontribusi VU padi Balitbangtan secara nasional adalah sekitar Rp 23,7-47,5 Triliun/tahun,  dengan asumsi sekitar 90% lahan petani (dari 13,2 juta ha) telah mengadopsi VU padi, produksi meningkat 0,5-1,0 ton/ha, dan pada harga gabah Rp 4 juta/ton.

Presiden Jokowi di lahan persawahan BB Padi menyerahkan 94 penghargaan Adikarya Pangan Nusantara  (APN) kepada para Kepala Daerah (Gubernur/Bupati/Walikota), kelompok masyarakat dan perseorangan yang telah berjasa dalam menciptakan kedaulatan pangan. Seluruh kategori penerima penghargaan yang terdiri atas 28 orang pembina, 5 orang pelopor ketahanan pangan, 14 orang pelayanan ketahanan pangan, 42 orang pelaku pembangunan ketahanan pangan, dan 5 orang pemangku ketahanan pangan. Selain kategori itu, diberikan pula penghargaan khusus pin emas kepada empat gubernur yang meraih Adhikarya secara berturut-turut, yaitu; Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Gubernur Nusa Tenggara Barat Zainul Majdi, Gubernur Jawa Timur Soekarwo.  . Pada kesempatan tersebut, Dr. Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa penghargaan APN diberikan sejak 1979 sebagai apresiasi pemerintah kepada petani dan nelayan. Pemberian penghargaan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena untuk pertama kalinya dilakukan di luar istana Negara saat memberikan laporan kegiatan dihadapan Presiden Jokowi. Amran juga meyakinkan Presiden bahwa swasembada beras dapat dicapai dalam tiga tahun ke depan.

Dalam pidato pengarahannya Presiden  menyampaikan bahwa perlu adanya pengawalan kepada para petani dalam budidaya tanaman padi. Secara khusus presiden menegaskan kembali keiinginannya untuk bekerja maksimal dan dalam waktu tiga tahun swasembada pangan harus tercapai. Hal tersebut beliau buktikan  antara lain dengan penyerahan bantuan 1.099 traktor untuk seluruh kelompok tani di Jawa Barat, penyediaan pupuk bersubsidi, perbaikan jaringan irigasi dan pengembangan Desa Berdaulat Benih di seluruh Indonesia. Untuk kesiapan benih VU  padi, presiden secara khusus menjelaskan kembali bahwa BB Padi sudah banyak menyediakan VU padi jenis Inpari (maksudnya Inbrida Padi Sawah Irigasi) yang produktivitasnya lebih dari 8 ton/ha. Beliau sangat mengharapkan agar ketersediaan varietas dan benih sumbernya dapat dimanfaatkan oleh seluruh  petani.

Kunjungan kerja Presiden di BB Padi berakhir pukul 10.30 usai menyerahkan penghargaan APN.  Presiden melanjutkan kunjungan kerjanya  ke Desa Bojong Jaya, Kecamatan Pusaka Jaya untuk menyerahkan 1.099 unit hand tractor kepada 19 kelompok TNI dan sembilan perwakilan kelompok tani.

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini424
Hari kemarin2426
Minggu ini5079
Bulan ini21704
Jumlah Pengunjung1070051
Online sekarang
36

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Berkah Dipenghujung Tahun 2014 Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Tingkatkan Produksi Padi, Gunakan Benih Unggul: Produksi di petani harus tidak jauh berbeda dari Balai Penelitian

Di Penghujung tahun 2014, Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. H. Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana didampingi Menteri Sekretaris Negara, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono melakukan kunjungan kerja di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) Sukamandi,  Subang (Jum’at, 26/12/2014).  Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, beberapa Anggota DPR RI, Kepala Balitbangtan Dr. Haryono, dan Kepala BB Padi Dr. Ali Jamil serta para peneliti BB Padi menyambut kedatangan Presiden dan rombongan di Lobi Sekretariat BB Padi.

Mengawali kunjungan kerjanya di BB Padi, Presiden meninjau kesiapan inovasi teknologi padi antara lain yang didisplaykan di Lobi gedung utama BB Padi seperti inverted botol berbagai varietas unggul (VU) padi spesifik lokasi (Inpari, Inpara, Inpago, dan Hipa) dan perangkat uji status hara tanah dan pupuk. Pada kesempatan ini Dr. Ali Jamil menjelaskan kesiapan Balitbangtan untuk menghadapi dampak perubahan iklim khususnya terkait dengan cekaman biotik dan abiotik seperti VUB Inpari 29 Rendaman dan Inpari 30 Ciherang Sub-1 yang keduanya toleran rendaman; Inpari 31, 32 HDB, dan 33 yang tahan wereng batang coklat, hawar daun bakteri (kresek) dan blas; Inpari 34 salin Agritan dan Inpari 35 salin Agritan toleran salin; termasuk padi Hibrida seperti Hipa 18 dan 19 dengan potensi hasil tinggi (>10 ton/ha). 

Di Stan display alsintan hasil inovasi terkini Balitbangtan seperti mesin tanam padi Indo Jarwo Transplanter 2:1, mesin panen padi Mini Indo Combine Harvester dan mesin penyiang gulma Power Weeder Presiden berharap dengan adanya alsin seperti ini kendala kekurangan tenaga kerja bisa teratasi dan susut hasil panen yang relatif masih tinggi akan bisa diturunkan sehingga pencapaian total produksi akan semakin meningkat.

Selanjutnya Presiden dan rombongan meninjau logistik benih sumber VU padi di Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) Padi Balitbangtan. Dalam penjelasananya Ka BB Padi menyampaikan kesiapan Balitbangtan mendukung program pemerintah untuk pencapaian swasembada pangan khususnya beras. Dukungan ini dibuktikan dengan tersedianya logistik Benih Sumber (BS, FS, dan SS) dengan total stok masing-masing sekitar 46; 15; dan 27 ton. Kontribusi VU padi Balitbangtan secara nasional adalah sekitar Rp 23,7-47,5 Triliun/tahun,  dengan asumsi sekitar 90% lahan petani (dari 13,2 juta ha) telah mengadopsi VU padi, produksi meningkat 0,5-1,0 ton/ha, dan pada harga gabah Rp 4 juta/ton.

Presiden Jokowi di lahan persawahan BB Padi menyerahkan 94 penghargaan Adikarya Pangan Nusantara  (APN) kepada para Kepala Daerah (Gubernur/Bupati/Walikota), kelompok masyarakat dan perseorangan yang telah berjasa dalam menciptakan kedaulatan pangan. Seluruh kategori penerima penghargaan yang terdiri atas 28 orang pembina, 5 orang pelopor ketahanan pangan, 14 orang pelayanan ketahanan pangan, 42 orang pelaku pembangunan ketahanan pangan, dan 5 orang pemangku ketahanan pangan. Selain kategori itu, diberikan pula penghargaan khusus pin emas kepada empat gubernur yang meraih Adhikarya secara berturut-turut, yaitu; Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Gubernur Nusa Tenggara Barat Zainul Majdi, Gubernur Jawa Timur Soekarwo.  . Pada kesempatan tersebut, Dr. Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa penghargaan APN diberikan sejak 1979 sebagai apresiasi pemerintah kepada petani dan nelayan. Pemberian penghargaan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena untuk pertama kalinya dilakukan di luar istana Negara saat memberikan laporan kegiatan dihadapan Presiden Jokowi. Amran juga meyakinkan Presiden bahwa swasembada beras dapat dicapai dalam tiga tahun ke depan.

Dalam pidato pengarahannya Presiden  menyampaikan bahwa perlu adanya pengawalan kepada para petani dalam budidaya tanaman padi. Secara khusus presiden menegaskan kembali keiinginannya untuk bekerja maksimal dan dalam waktu tiga tahun swasembada pangan harus tercapai. Hal tersebut beliau buktikan  antara lain dengan penyerahan bantuan 1.099 traktor untuk seluruh kelompok tani di Jawa Barat, penyediaan pupuk bersubsidi, perbaikan jaringan irigasi dan pengembangan Desa Berdaulat Benih di seluruh Indonesia. Untuk kesiapan benih VU  padi, presiden secara khusus menjelaskan kembali bahwa BB Padi sudah banyak menyediakan VU padi jenis Inpari (maksudnya Inbrida Padi Sawah Irigasi) yang produktivitasnya lebih dari 8 ton/ha. Beliau sangat mengharapkan agar ketersediaan varietas dan benih sumbernya dapat dimanfaatkan oleh seluruh  petani.

Kunjungan kerja Presiden di BB Padi berakhir pukul 10.30 usai menyerahkan penghargaan APN.  Presiden melanjutkan kunjungan kerjanya  ke Desa Bojong Jaya, Kecamatan Pusaka Jaya untuk menyerahkan 1.099 unit hand tractor kepada 19 kelompok TNI dan sembilan perwakilan kelompok tani.

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi