Tumpangsari Padi Gogo: Tingkatkan Pendapatan Petani Sekitar Hutan

Tanaman tumpangsari padi gogo dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar hutan, karena petani mendapat hasil padi sebelum tanaman pokok hutan menutup kanopinya. Bila setelah panen padi gogo diikuti oleh  tanaman palawija yang lebih tahan kering, maka produktivitas lahan lebih meningkat dan pendapatan petani juga meningkat. Pola tanam yang dianjurkan adalah padi gogo diikuti kacang tanah atau kedelai atau kacang hijau dan selanjutnya bila masih ada hujan dapat diiikuti oleh penanaman kacang tunggak atau kacang uci. Penerapan pola tanam berbasis padi gogo yang intensif seperti tersebut, dapat berfungsi sebagai  tindakan konservasi tanah secara vegetatif. Kontak langsung air hujan secara fisik dengan permukaan tanah akan berkurang karena tertahan oleh daun dan ranting tanaman. Selanjutnya penyerapan air secara perkolasi melalui akar tanaman akan meningkat, sehingga aliran permukaan berkurang dan erosi tanah dapat diminimalkan.

Keuntungan lain dari tanaman tumpangsari adalah; a) tenaga kerja untuk persiapan tanam dan pemeliharaan tanaman pokok menjadi berkurang, b) residu pupuk yang diberikan pada tanaman pangan yang diusahakan dapat dimanfaatkan oleh tanaman pokok hutan, c) terjadi penambahan bahan organik dari sisa atau limbah tanaman pangan, d) tegakan tanaman pokok hutan menjadi lebih baik, e) mengurangi penjarahan tanaman hutan, f). pengembalaan ternak bebas dapat dikurangi (ternak perlu dikandangkan agar tidak merusak tanaman pangan yang diusahakan dan pemeliharaan g) ternak menjadi lebih intensif), serta pupuk organik atau pupuk kandang dapat digunakan sebagai substitusi pupuk anorganik atau sebagai sumber pendapat lain bilamana dijual.

Usaha untuk meningkatan produktivitas lahan dan sekaligus pendapatan petani adalah dengan penerapan pola tanam yang intensif. Bila dilihat dari sebaran pola hujan yang ada, sebetulnya pada areal sekitar KPH Indramayu dapat diusahakan  minimal 2 kali pertanaman setahun. Adapun komoditas yang biasa ditanam setelah padi gogo adalah kacang tanah atau kedelai. Pada beberapa lokasi ada yang bertanam sayuran (kacang panjang atau mentimun) dan ada juga yang bertanam jagung. Sedangkan pada musim ketiga masih dapat ditanami kacang tunggak yang lebih tahan kering tanpa olah tanah. Dengan pengaturan pola tanam yang intensif, permukaan tanah akan tertutup tanaman sepanjang tahun yang dapat berfungsi sebagai tindakan konservasi tanah secara vegetatif. Keuntungan lain adalah dengan adanya pertanaman sepanjang tahun, lahan tidak akan digembalakan ternak, pertumbuhan gulma akan berkurang dan dengan semakin banyaknya sisa tanaman (jerami) akan menambah kandungan bahan organik tanah. Tindakan peningkatan kandungan bahan organik tanah merupakan kunci keberhasilan pengelolaan lahan kering dalam jangka panjang.

 

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 1
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Keunggulan Varietas Tarabas
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini1585
Hari kemarin2275
Minggu ini1585
Bulan ini64677
Jumlah Pengunjung1390589
Online sekarang
43

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Tumpangsari Padi Gogo: Tingkatkan Pendapatan Petani Sekitar Hutan

Tanaman tumpangsari padi gogo dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar hutan, karena petani mendapat hasil padi sebelum tanaman pokok hutan menutup kanopinya. Bila setelah panen padi gogo diikuti oleh  tanaman palawija yang lebih tahan kering, maka produktivitas lahan lebih meningkat dan pendapatan petani juga meningkat. Pola tanam yang dianjurkan adalah padi gogo diikuti kacang tanah atau kedelai atau kacang hijau dan selanjutnya bila masih ada hujan dapat diiikuti oleh penanaman kacang tunggak atau kacang uci. Penerapan pola tanam berbasis padi gogo yang intensif seperti tersebut, dapat berfungsi sebagai  tindakan konservasi tanah secara vegetatif. Kontak langsung air hujan secara fisik dengan permukaan tanah akan berkurang karena tertahan oleh daun dan ranting tanaman. Selanjutnya penyerapan air secara perkolasi melalui akar tanaman akan meningkat, sehingga aliran permukaan berkurang dan erosi tanah dapat diminimalkan.

Keuntungan lain dari tanaman tumpangsari adalah; a) tenaga kerja untuk persiapan tanam dan pemeliharaan tanaman pokok menjadi berkurang, b) residu pupuk yang diberikan pada tanaman pangan yang diusahakan dapat dimanfaatkan oleh tanaman pokok hutan, c) terjadi penambahan bahan organik dari sisa atau limbah tanaman pangan, d) tegakan tanaman pokok hutan menjadi lebih baik, e) mengurangi penjarahan tanaman hutan, f). pengembalaan ternak bebas dapat dikurangi (ternak perlu dikandangkan agar tidak merusak tanaman pangan yang diusahakan dan pemeliharaan g) ternak menjadi lebih intensif), serta pupuk organik atau pupuk kandang dapat digunakan sebagai substitusi pupuk anorganik atau sebagai sumber pendapat lain bilamana dijual.

Usaha untuk meningkatan produktivitas lahan dan sekaligus pendapatan petani adalah dengan penerapan pola tanam yang intensif. Bila dilihat dari sebaran pola hujan yang ada, sebetulnya pada areal sekitar KPH Indramayu dapat diusahakan  minimal 2 kali pertanaman setahun. Adapun komoditas yang biasa ditanam setelah padi gogo adalah kacang tanah atau kedelai. Pada beberapa lokasi ada yang bertanam sayuran (kacang panjang atau mentimun) dan ada juga yang bertanam jagung. Sedangkan pada musim ketiga masih dapat ditanami kacang tunggak yang lebih tahan kering tanpa olah tanah. Dengan pengaturan pola tanam yang intensif, permukaan tanah akan tertutup tanaman sepanjang tahun yang dapat berfungsi sebagai tindakan konservasi tanah secara vegetatif. Keuntungan lain adalah dengan adanya pertanaman sepanjang tahun, lahan tidak akan digembalakan ternak, pertumbuhan gulma akan berkurang dan dengan semakin banyaknya sisa tanaman (jerami) akan menambah kandungan bahan organik tanah. Tindakan peningkatan kandungan bahan organik tanah merupakan kunci keberhasilan pengelolaan lahan kering dalam jangka panjang.

 

Berita Terbaru

Sensor Tanah Proximal: Uji Tanah Cepat, Tepat, dan Murah

Info Teknologi | 11-04-2018 | Hits:465

Sensor Tanah Proximal: Uji Tanah Cepat, Tepat, dan Murah

Sekam Padi, Dari Limbah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Info Teknologi | 02-04-2018 | Hits:405

Sekam Padi, Dari Limbah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Mengenal Padi Sejak Usia Dini

Berita Utama | 15-03-2018 | Hits:620

Mengenal Padi Sejak Usia Dini

Launching Inovasi Baru Lahan Kering

Berita Utama | 13-02-2018 | Hits:1150

Launching Inovasi Baru Lahan Kering

Dengan Inovasi, Lahan Kering Mampu Berproduksi Tinggi

Info Aktual | 01-02-2018 | Hits:3337

Dengan Inovasi, Lahan Kering Mampu Berproduksi Tinggi

Padi Gogo Potensi Hasil Tinggi

Info Teknologi | 18-01-2018 | Hits:3806

Padi Gogo Potensi Hasil Tinggi

Padi  Lahan Kering Dataran Tinggi

Info Teknologi | 11-01-2018 | Hits:3720

Padi Lahan Kering Dataran Tinggi

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi