Varietas Unggul Baru untuk Agroekosistem Tertentu

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi menyelenggarakan Seminar Nasional Padi 2017 dengan tema “Dukungan Inovasi Teknologi Padi untuk Mewujudkan Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”.

Serangkaian acara yang dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan tersebut meliputi kegiatan Temu Informasi Teknologi, penyerahan benih bantuan kepada petani/penangkar, display beberapa varietas unggul BB-Padi, launching serta demonstrasi mesin-mesin pertanian antara lain riding rice transplanter, power weeder dan bulldozer untuk pengolahan tanah.

Penyelenggaraan gelar inovasi teknologi Balitbangtan ini bertujuan untuk menyampaikan informasi teknologi terkini kepada pengguna dan petani, sekaligus menghimpun berbagai gagasan, ide dan hasil-hasil penelitian terbaru untuk melahirkan inovasi teknologi padi yang mampu menunjang kesuksesan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dan dihadiri para pejabat eselon II dari jajaran Kementerian Pertanian. Peserta yang hadir terdiri dari 250 peserta Seminar Nasional Padi 2017 yang berasal dari instansi pemerintah, universitas, perwakilan dari dinas pertanian tanaman pangan, pengambil kebijakan, penyuluh pertanian, pelaku agribisnis; serta 500 petani peserta temu informasi teknologi.

Beberapa varietas unggul baru padi yang dilaunching bersamaan dengan acara tersebut terdiri dari varietas yang khusus dikembangkan untuk kondisi agroekosistem tertentu, seperti varietas Inpago-12 Agritan sesuai untuk lahan kering masam. Varietas Rindang-1 dan Rindang-2 yang toleran terhadap naungan dikhususkan untuk pengembangan padi sebagai tanaman sela atau tumpangsari.

Untuk daerah pasang surut, varietas Inpara 8 dan Inpara 9 yang tahan terhadap keracunan Fe dan rendaman. Di samping itu, ada beberapa varietas unggul seperti Luhur-1 dan Luhur-2 yang sesuai untuk lahan kering/gogo dataran tinggi diatas 750 mdpl.

Rindang 1 Agritan disetujui untuk dilepas pada tahun 2017, sebagai varietas toleran naungan, berespon moderat terhadap kekeringan. Sementara itu untuk Rindang 2 Agritan berespon moderat terhadap naungan, sangat toleran terhadap keracunan aluminium (Al).

Luhur 1 dan  Luhur 2 mampu beradaptasi dilahan kering dataran menengah dan dataran tinggi (700-1000mdpl). Varietas Inpago 12 Agritan padi gogo potensi hasil tinggi dengan potensi hasil 10,2 t/ha, anjuran tanam lahan kering subur dan lahan kering masam dataran rendah sampai 700 m dpl.

Selain varietas unggul padi gogo, Badan Litbang Pertanian bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2017 dan telah berhasil mengembangkan varietas unggul baru padi yang memiliki mutu beras japonica premium dengan nama varietas Tarabas. Tarabas yang merupakan varietas unggul padi tipe Japonica, memiliki mutu beras premium dan tekstur nasi sangat pulen dan lengket (sticky rice).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Dr. Moh. Syakir menyambut baik dan sangat mengapresiasi launching delapan varietas yang dihasilkan para peneliti Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Dalam sambutannya Kepala Badan menegaskan bahwa “Kontribusi peneliti dan pakar-pakar padi Indonesia sangat besar dan siapa lagi sumber mata air kalau bukan dari balai”, demikain ungkap M. Syakir.

Lebih lanjut Ia mengatakan “Pemerintah tetap memperhatikan konsentrasi ekstensifikasi untuk memastikan swasembada secara permanen, jangan bertumpu pada  luas lahan yang 8,1 jt ha saja yang didalamnya 4,6 jt ha sawah irigasi, tadah hujan, dan lain-lain,  tapi  di luar agroekosistem masih ada lahan yang potensi untuk perlu dikembangkan. Potensi pengembangan lahan tadah hujan, lahan kering perlu dioptimalkan termasuk sumberdaya dan varietas untuk lahan rawa.

Respon yang cepat dari peneliti memberikan solusi untuk melepas varietas 4 agroekosistem diluar dari agroekosistem eksisting.  Peningkatan produktivitas bukan semata-mata hanya dari penggunaan varietas saja tetapi target utama adalah peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani dengan penggunaan alsintan.

Badan Litbang Pertanian tidak berhenti menghasilkan inovasi untuk kesejahteraan rakyat, Litbang Pertanian tidak berdiri sendiri dan selalu membuka lebar-lebar kerjasama dengan berbagai pihak. Hasil inovasi yang dihasilkan bukanlah akhir dalam suatu kerjasama tetapi awal untuk sama-sama mewujudkan dan mengembangkan sinergisme inovasi-inovasi kedepan.

Kecepatan menghasilkan inovasi harus cepat tetapi dengan presisi tinggi dan sinergi dengan petani karena petani adalah pahlawan dan ujung tombak keberhasilan pertanian Indonesia. Pertanian maju berbasis saintifik merupakan kompas kita untuk menghasilkan sesuatu dengan akurasi tinggi dan kecepatan tinggi. (Shr)

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini965
Hari kemarin1625
Minggu ini13384
Bulan ini30009
Jumlah Pengunjung1078356
Online sekarang
24

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Varietas Unggul Baru untuk Agroekosistem Tertentu

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi menyelenggarakan Seminar Nasional Padi 2017 dengan tema “Dukungan Inovasi Teknologi Padi untuk Mewujudkan Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”.

Serangkaian acara yang dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan tersebut meliputi kegiatan Temu Informasi Teknologi, penyerahan benih bantuan kepada petani/penangkar, display beberapa varietas unggul BB-Padi, launching serta demonstrasi mesin-mesin pertanian antara lain riding rice transplanter, power weeder dan bulldozer untuk pengolahan tanah.

Penyelenggaraan gelar inovasi teknologi Balitbangtan ini bertujuan untuk menyampaikan informasi teknologi terkini kepada pengguna dan petani, sekaligus menghimpun berbagai gagasan, ide dan hasil-hasil penelitian terbaru untuk melahirkan inovasi teknologi padi yang mampu menunjang kesuksesan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dan dihadiri para pejabat eselon II dari jajaran Kementerian Pertanian. Peserta yang hadir terdiri dari 250 peserta Seminar Nasional Padi 2017 yang berasal dari instansi pemerintah, universitas, perwakilan dari dinas pertanian tanaman pangan, pengambil kebijakan, penyuluh pertanian, pelaku agribisnis; serta 500 petani peserta temu informasi teknologi.

Beberapa varietas unggul baru padi yang dilaunching bersamaan dengan acara tersebut terdiri dari varietas yang khusus dikembangkan untuk kondisi agroekosistem tertentu, seperti varietas Inpago-12 Agritan sesuai untuk lahan kering masam. Varietas Rindang-1 dan Rindang-2 yang toleran terhadap naungan dikhususkan untuk pengembangan padi sebagai tanaman sela atau tumpangsari.

Untuk daerah pasang surut, varietas Inpara 8 dan Inpara 9 yang tahan terhadap keracunan Fe dan rendaman. Di samping itu, ada beberapa varietas unggul seperti Luhur-1 dan Luhur-2 yang sesuai untuk lahan kering/gogo dataran tinggi diatas 750 mdpl.

Rindang 1 Agritan disetujui untuk dilepas pada tahun 2017, sebagai varietas toleran naungan, berespon moderat terhadap kekeringan. Sementara itu untuk Rindang 2 Agritan berespon moderat terhadap naungan, sangat toleran terhadap keracunan aluminium (Al).

Luhur 1 dan  Luhur 2 mampu beradaptasi dilahan kering dataran menengah dan dataran tinggi (700-1000mdpl). Varietas Inpago 12 Agritan padi gogo potensi hasil tinggi dengan potensi hasil 10,2 t/ha, anjuran tanam lahan kering subur dan lahan kering masam dataran rendah sampai 700 m dpl.

Selain varietas unggul padi gogo, Badan Litbang Pertanian bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2017 dan telah berhasil mengembangkan varietas unggul baru padi yang memiliki mutu beras japonica premium dengan nama varietas Tarabas. Tarabas yang merupakan varietas unggul padi tipe Japonica, memiliki mutu beras premium dan tekstur nasi sangat pulen dan lengket (sticky rice).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Dr. Moh. Syakir menyambut baik dan sangat mengapresiasi launching delapan varietas yang dihasilkan para peneliti Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Dalam sambutannya Kepala Badan menegaskan bahwa “Kontribusi peneliti dan pakar-pakar padi Indonesia sangat besar dan siapa lagi sumber mata air kalau bukan dari balai”, demikain ungkap M. Syakir.

Lebih lanjut Ia mengatakan “Pemerintah tetap memperhatikan konsentrasi ekstensifikasi untuk memastikan swasembada secara permanen, jangan bertumpu pada  luas lahan yang 8,1 jt ha saja yang didalamnya 4,6 jt ha sawah irigasi, tadah hujan, dan lain-lain,  tapi  di luar agroekosistem masih ada lahan yang potensi untuk perlu dikembangkan. Potensi pengembangan lahan tadah hujan, lahan kering perlu dioptimalkan termasuk sumberdaya dan varietas untuk lahan rawa.

Respon yang cepat dari peneliti memberikan solusi untuk melepas varietas 4 agroekosistem diluar dari agroekosistem eksisting.  Peningkatan produktivitas bukan semata-mata hanya dari penggunaan varietas saja tetapi target utama adalah peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani dengan penggunaan alsintan.

Badan Litbang Pertanian tidak berhenti menghasilkan inovasi untuk kesejahteraan rakyat, Litbang Pertanian tidak berdiri sendiri dan selalu membuka lebar-lebar kerjasama dengan berbagai pihak. Hasil inovasi yang dihasilkan bukanlah akhir dalam suatu kerjasama tetapi awal untuk sama-sama mewujudkan dan mengembangkan sinergisme inovasi-inovasi kedepan.

Kecepatan menghasilkan inovasi harus cepat tetapi dengan presisi tinggi dan sinergi dengan petani karena petani adalah pahlawan dan ujung tombak keberhasilan pertanian Indonesia. Pertanian maju berbasis saintifik merupakan kompas kita untuk menghasilkan sesuatu dengan akurasi tinggi dan kecepatan tinggi. (Shr)

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi