Mengenal Padi Sejak Usia Dini

Pagi itu, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi menerima kunjungan yang lain dari biasanya. Kali ini murid kelas I SDIT An Naba Sukamanadi Ciasem.

Sebanyak 25 murid berkunjung ke lahan pertanaman padi siap panen di kebun percobaan BB Padi. Kunjungan diawali dengan pengenalan BB Padi dilanjutkan dengan pengenalan dasar tanaman padi.

Niat baik para guru pengajar  di SD patut ditiru sekolah-sekolah lain dalam rangka menumbuh kembangkan cinta dan mengenal pertanian sejak dini.

Selama berkeliling dilahan sawah hampir semua siswa terlihat aktif dan antusias untuk tahu banyak informasi tentang segala hal yang dilihat langsung oleh para murid yang didampingi gurunya.

Kepolosan anak-anak peserta kunjungan juga membawa warna tersendiri dalam mengutarakan pertanyaan-pertanyaan ringan tentang tanaman padi.

“Umi, ini pohon apa? cetus murid yang bertanya kepada gurunya. Ibu guru menjawab “itu pohon padi yang hasilnya jadi nasi yang kalian makan tiap hari. Demikian, salah satu cuplikan pertanyaan anak yang masih polos dari calon generasi penerus kita.

Daya tarik alam pertanian BB Padi mengundang banyak siswa untuk menjelajah setiap tempat sampai ke taman burung, hingga mereka menyadari pada akhirnya bahwa mereka sudah lelah berjalan.

Dalam kunjungan tersebut, Wulan salah satu peneliti Budidaya Padi yang turut serta mendampingi kunjungan tersebut mencoba menuangkan cerita dibalik kunjungan tersebut.

“Alhamdulillah kenyang” begitulah ucapan yang sering kita dengar setelah makan nasi. Disadari atau tidak, terkadang kita tidak mikir panjang sisa nasi yang tersisa dipiring dibuang sia-sia. Bersyukur saat kita dan setiap anggota keluarga kita mampu menghargai hingga butir nasi terakhir dalam setiap piring kita, namun demikian situasi di atas tidak jarang bahkan sering kita temui.

Nasi, bagi kita, keberadaannya terasa hambar tanpa teman nasi seperti lauk pauk, sayur mayur dll. Tapi, tidak demikian bagi para petani yang menghabiskan setiap siangnya di sawah-sawah garapannya di bawah terik matahari. Keringat mereka bercucuran seiring dengan kerasnya tanah sawah dan beratnya mencabut gulma – gulma (baca : rerumputan), demi melihat padi tumbuh dan memberikan hasil yang baik. Dari sanalah, setiap butir nasi kita berasal..

Disisi lain, pemerintah sedang berupaya keras supaya bangsa ini mencapai kedaulatan pangan. Berdiri di atas kaki sendiri tanpa mengemis impor dari negara lain pada 4 komoditi pangan utama : beras, gula, jagung, dan kedelai (http://www.presidenri.go.id/). Pemerintah berupaya keras melalui kementerian pertanian dan jajarannya termasuk dalam riset dan direktorat operasional terkait, sementara itu kitapun mempunyai tugas yang tidak kalah berat yaitu bagaimana menumbuhkan kesadaran dini pada setiap anggota keluarga bagaimana menghargai sebutir nasi di atas piring kita.

Bagi anak-anak, hal ini tidak mudah dimengerti tanpa teladan dan pemberian pengetahuan yang mencukupi mengapa nasi tak baik bersisa. Mari menumbuhkan aktivitas lapangan untuk menambah belak pengetahuan bagi anak-anak kita. SDIT An Naba Sukamandi telah mengajak anak-anak didik kelas 1 berkunjung ke Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPadi) untuk menikmati outing class sambil menghirup segarnya udara pagi dan persawahan. Anak-anak belajar memanen malai padi, merontok gabah, dan menemukan bahwa di dalam sebutir gabah diperoleh beras seperti yang ada di rumah. Anak-anak belajar mengerti bahwa untuk menghasilkan sebutir beras bukanlah sebuah proses yang mudah.

Pemahaman sejak anak-anak dari rumah kecil kita semoga dapat membantu bangsa ini untuk lebih mandiri pangan (baca:beras). Target produksi nasional dihitung berdasarkan konsumsi beras per kapita dan jumlah penduduk Indonesia. Harapannya ke depan tidak hanya berapa kebutuhan tidak hanya seberapa banyak beras yang dapat dihasilkan dari sepetak sawah petani, namun seberapa banyak kebutuhan beras setiap keluarga dalam satu bulan dapat diefisienkan untuk menekan konsumsi beras. (Shr/Dw)

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 1
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Keunggulan Varietas Tarabas
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini19
Hari kemarin2246
Minggu ini17292
Bulan ini60836
Jumlah Pengunjung1386748
Online sekarang
16

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Mengenal Padi Sejak Usia Dini

Pagi itu, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi menerima kunjungan yang lain dari biasanya. Kali ini murid kelas I SDIT An Naba Sukamanadi Ciasem.

Sebanyak 25 murid berkunjung ke lahan pertanaman padi siap panen di kebun percobaan BB Padi. Kunjungan diawali dengan pengenalan BB Padi dilanjutkan dengan pengenalan dasar tanaman padi.

Niat baik para guru pengajar  di SD patut ditiru sekolah-sekolah lain dalam rangka menumbuh kembangkan cinta dan mengenal pertanian sejak dini.

Selama berkeliling dilahan sawah hampir semua siswa terlihat aktif dan antusias untuk tahu banyak informasi tentang segala hal yang dilihat langsung oleh para murid yang didampingi gurunya.

Kepolosan anak-anak peserta kunjungan juga membawa warna tersendiri dalam mengutarakan pertanyaan-pertanyaan ringan tentang tanaman padi.

“Umi, ini pohon apa? cetus murid yang bertanya kepada gurunya. Ibu guru menjawab “itu pohon padi yang hasilnya jadi nasi yang kalian makan tiap hari. Demikian, salah satu cuplikan pertanyaan anak yang masih polos dari calon generasi penerus kita.

Daya tarik alam pertanian BB Padi mengundang banyak siswa untuk menjelajah setiap tempat sampai ke taman burung, hingga mereka menyadari pada akhirnya bahwa mereka sudah lelah berjalan.

Dalam kunjungan tersebut, Wulan salah satu peneliti Budidaya Padi yang turut serta mendampingi kunjungan tersebut mencoba menuangkan cerita dibalik kunjungan tersebut.

“Alhamdulillah kenyang” begitulah ucapan yang sering kita dengar setelah makan nasi. Disadari atau tidak, terkadang kita tidak mikir panjang sisa nasi yang tersisa dipiring dibuang sia-sia. Bersyukur saat kita dan setiap anggota keluarga kita mampu menghargai hingga butir nasi terakhir dalam setiap piring kita, namun demikian situasi di atas tidak jarang bahkan sering kita temui.

Nasi, bagi kita, keberadaannya terasa hambar tanpa teman nasi seperti lauk pauk, sayur mayur dll. Tapi, tidak demikian bagi para petani yang menghabiskan setiap siangnya di sawah-sawah garapannya di bawah terik matahari. Keringat mereka bercucuran seiring dengan kerasnya tanah sawah dan beratnya mencabut gulma – gulma (baca : rerumputan), demi melihat padi tumbuh dan memberikan hasil yang baik. Dari sanalah, setiap butir nasi kita berasal..

Disisi lain, pemerintah sedang berupaya keras supaya bangsa ini mencapai kedaulatan pangan. Berdiri di atas kaki sendiri tanpa mengemis impor dari negara lain pada 4 komoditi pangan utama : beras, gula, jagung, dan kedelai (http://www.presidenri.go.id/). Pemerintah berupaya keras melalui kementerian pertanian dan jajarannya termasuk dalam riset dan direktorat operasional terkait, sementara itu kitapun mempunyai tugas yang tidak kalah berat yaitu bagaimana menumbuhkan kesadaran dini pada setiap anggota keluarga bagaimana menghargai sebutir nasi di atas piring kita.

Bagi anak-anak, hal ini tidak mudah dimengerti tanpa teladan dan pemberian pengetahuan yang mencukupi mengapa nasi tak baik bersisa. Mari menumbuhkan aktivitas lapangan untuk menambah belak pengetahuan bagi anak-anak kita. SDIT An Naba Sukamandi telah mengajak anak-anak didik kelas 1 berkunjung ke Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPadi) untuk menikmati outing class sambil menghirup segarnya udara pagi dan persawahan. Anak-anak belajar memanen malai padi, merontok gabah, dan menemukan bahwa di dalam sebutir gabah diperoleh beras seperti yang ada di rumah. Anak-anak belajar mengerti bahwa untuk menghasilkan sebutir beras bukanlah sebuah proses yang mudah.

Pemahaman sejak anak-anak dari rumah kecil kita semoga dapat membantu bangsa ini untuk lebih mandiri pangan (baca:beras). Target produksi nasional dihitung berdasarkan konsumsi beras per kapita dan jumlah penduduk Indonesia. Harapannya ke depan tidak hanya berapa kebutuhan tidak hanya seberapa banyak beras yang dapat dihasilkan dari sepetak sawah petani, namun seberapa banyak kebutuhan beras setiap keluarga dalam satu bulan dapat diefisienkan untuk menekan konsumsi beras. (Shr/Dw)

Berita Terbaru

Sensor Tanah Proximal: Uji Tanah Cepat, Tepat, dan Murah

Info Teknologi | 11-04-2018 | Hits:438

Sensor Tanah Proximal: Uji Tanah Cepat, Tepat, dan Murah

Sekam Padi, Dari Limbah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Info Teknologi | 02-04-2018 | Hits:387

Sekam Padi, Dari Limbah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Mengenal Padi Sejak Usia Dini

Berita Utama | 15-03-2018 | Hits:610

Mengenal Padi Sejak Usia Dini

Launching Inovasi Baru Lahan Kering

Berita Utama | 13-02-2018 | Hits:1134

Launching Inovasi Baru Lahan Kering

Dengan Inovasi, Lahan Kering Mampu Berproduksi Tinggi

Info Aktual | 01-02-2018 | Hits:3292

Dengan Inovasi, Lahan Kering Mampu Berproduksi Tinggi

Padi Gogo Potensi Hasil Tinggi

Info Teknologi | 18-01-2018 | Hits:3758

Padi Gogo Potensi Hasil Tinggi

Padi  Lahan Kering Dataran Tinggi

Info Teknologi | 11-01-2018 | Hits:3666

Padi Lahan Kering Dataran Tinggi

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi