Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
HIPA | Hibrida Padi
Persilangan antara dua tetua padi yang berbeda secara genetik, hibrida turunannya akan memiliki hasil yang lebih tinggi dari pada tetuanya
INPAGO | Inbrida Padi Gogo
Varietas Padi untuk lahan kering dengan curah hujan rendah, daerah berlereng yang kurang mampu menampung air relatif lama
INPARA | Inbrida Padi Rawa
Varietas padi yang tahan terhadap genangan air, untuk daerah rawa, daerah yang sering tergenangi air atau sering terendam air
INPARI | Inbrida Padi Sawah Irigasi
Varietas yang dikembangkan dari satu tanaman melalui penyerbukan sendiri sehingga memliki tingkat kemurnian atau homozigositas yang tinggi.
Anda berada disini:Beranda»BBPADI - Beranda

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi didirikan tahun 1972 dengan visi menjadi lembaga penelitian tanaman padi terkemuka penghasil teknologi dan inovasi tanaman padi modern untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan Petani

selengkapnya

Varietas Unggul Baru Padi

    • Tahun Dilepas
      2017
    • SK Menteri Pertanian
      332/Kpts/TP.030/5/2017
    • Asal Persilangan
      Seleksi varietas lokal Tarabas
    • Golongan
      Japonica
    • Umur Tanaman
      131 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      122 cm
    • Daun Bendera
      Agak Tegak
    • Bentuk Gabah
      Agak bulat
    • Warna Gabah
      Kuning Jerami
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Sedang
    • Tekstur Nasi
      Sangat pulen
    • Kadar Amilosa
      17,73 %
    • Berat 1000 Butir
      26,4 gram
    • Rata Rata Hasil
      4,10 ton/ha
    • Potensi Hasil
      5,38 ton/ha
    • Hama
      • Peka terhadap wereng coklat biotipe 1
    • Penyakit
      • Rentan terhadap hawar daun bakteri strain III
      • Sangat rentan hawar daun bakteri strain IV dan VIII
      • Agak tahan penyakit tungro inokulum Purwakarta
      • Rentan terhadap penyakit inokulum Garut
      • Agak tahan blas ras 033 dan 073
      • Tahan blas ras 133 dan 173.
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada sawah irigasi pada dataran rendah sampai menengah

    • Pemulia
      • Aan A. Daradjat
      • Sudibyo TWU
      • Asep Maolana
    • Tahun Dilepas
      2019
    • SK Menteri Pertanian
      164/HK.540/C/01/2019
    • Asal Persilangan
      IR64*2/0, rofipogon 102186
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 112 hari
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 97 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning jerami
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Toleran
    • Tekstur Nasi
      Pulen
    • Kadar Amilosa
      18,6%
    • Berat 1000 Butir
      ± 26,35 gram
    • Rata Rata Hasil
      ± 6,73 ton/ha
    • Potensi Hasil
      ± 11,91 ton/ha
    • Hama
      • Agak tahan WBC biotipe 1
      • Agak rentan WBC biotipe 2 dan 3
    • Penyakit
      • Agak tahan HDB kelompok III, IV dan VIII
      • Tahan blas ras 033
      • Agak tahan blas ras 133, 073 dan 173
      • Tahan tungro
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam untuk lahan sawah irigasi pada ketinggian 0-600 mdpl

    • Pemulia
      • Buang Abdullah
      • Heni Safitri
      • Sularjo
      • Cahyono
      • Titin Suhartini
    • Tahun Dilepas
      2019
    • SK Menteri Pertanian
      81/HK.540/C/02/2019
    • Asal Persilangan
      Bio 12/RHS412-1CX-20X-02H
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 116 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 120 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Agak tahan
    • Tekstur Nasi
      Pulen
    • Kadar Amilosa
      12,68%
    • Berat 1000 Butir
      ± 27,2 gram
    • Rata Rata Hasil
      ± 7,2 ton/ha
    • Potensi Hasil
      ± 9,1 ton/ha
    • Hama
      • Agak tahan WBC biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Tahan HDB patotipe III dan VIII
      • Agak rentan HDB patotipe IV
      • Rentan blas ras 033, 073, 133, dan 173
      • Agak tahan tungro inokulasi Garut dan Purwakarta
    • Pemulia
      • Satoto
      • Sudibyo TW Utomo
      • R Noviadi Prabowo
      • Bayu P Wibowo
      • Indrastuti A Rumanti
      • Nita Kartina
      • Yuni Widyastuti

Berita Terbaru

Info Teknologi

  • Kementerian Pertanian terus berupaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas hasil pertanian. Untuk mempercepat target tersebut perlu modernisasi pertanian yang salah satu cara adalah melalui penerapan Teknologi 4.0 di bidang pertanian.…
    31.08.2019
    551
  • Nasi merupakan makanan pokok penduduk Indonesia yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat. Seiring perkembangan ilmu dan teknologi, kini fungsi nasi sudah bergeser menjadi makanan dengan fungsi khusus terutama untuk kesehatan.…
    09.08.2019
    772
  • Salah satu alternatif untuk tetap dapat meningkatkan produksi pangan khususnya padi di lahan naungan adalah dengan pengembangan padi gogo ekosistim lahan kering. Selama ini padi gogo banyak dibudidayakan petani pada…
    19.07.2019
    938
  • Musim kemarau menyebabkan sejumlah wilayah di Indonesia mengalami kekeringan sejak dua bulan terakhir. Akibatnya, banyak lahan persawahan mengalami kekeringan hingga terancam puso (gagal panen) pada musim tanam kedua ini. Dalam…
    16.07.2019
    490
  • Sejak tahun 2018 Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPadi) menginisiasi kembali kerjasama program minapadi. Dimulai dari program INTAN-AP PANDU (Inovasi Teknologi Adaptif Perikanan Minapadi Air Payau Padi Udang Windu) dengan…
    11.07.2019
    586

Tahukah Anda ?

  • Proksimat beras adalah suatu cara untuk mengestimasi kadar komponen tertentu pada beras, antara lain kadar air, abu, lemak, protein dan karbohidrat. Beras sebagai bahan pangan disusun oleh pati, protein dan unsur lain seperti lemak, serat kasar, mineral, vitamin dan air. Analisis terhadap susunan kimia beras dan fraksi gilingnya menunjukkan bahwa distribusi penyusunnya tidak merata. Lapisan terluar beras kaya akan komponen non pati seperti protein, lemak, serat, abu, pentosan, dan lignin, sedangkan bagian endosperm kaya akan pati
  • Kandungan amilosanya beras atau nasi dibagi menjadi 4 golongan yaitu beras dengan kadar amilosa tinggi 25-33%, beras dengan kadar amilosa sedang 20-25%, beras dengan kadar amilosa rendah 9-20%, dan beras dengan kadar amilosa sangat rendah kurang dari 9%. Beras dengan kadar amilosa sedang mempunyai sifat nasi yang pulen, tidak terlalu basah dan kering. Sedangkan beras berkadar amilosa tinggi mempunyai sifat nasi yang keras, kering dan pera. Beras ketan memiliki kadar amilosa yang sangat sedikit (1-2%), sedangkan beras yang mengandung amilosa lebih dari 2 % disebut beras biasa atau beras bukan ketan.
  • Lahan Potensial adalah lahan yang masalahnya paling sedikit, terutama karena lapisan pirit (FeS) berada pada kedalaman lebih dari 50 cm
  • Lahan Sulfat Masam dibedakan menjadi: Lahan Sulfat Masam Potensial (lapisan piritnya belum teroksidasi). Lahan Sulfat Masam Aktual (lapisan piritnya telah teroksidasi yang dicirikan oleh adanya horizon sulfidik dengan pH < 3,5)
  • Lahan sulfatmasam adalah lahan yang memiliki kadar lapisan pirit atau sulfidik > 2% pada kedalaman < 50 cm

Artikel Ilmiah

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini275
Hari Kemarin1405
Minggu ini1680
Bulan ini26210
Total Pengunjung2698018
Online saat ini
13

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi