Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»BBPADI - Beranda

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi didirikan tahun 1972 dengan visi menjadi lembaga penelitian tanaman padi terkemuka penghasil teknologi dan inovasi tanaman padi modern untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan Petani

selengkapnya

Berita Terbaru

  • Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), Dr. Priatna Sasmita, hari ini (28/5/2020) melakukan Halal Bi Halal Idul Fitri 1441 H., bersama seluruh jajaran BB Padi secara virtual. Turut…
    28.05.2020
    288
  • Benih adalah tunas harapan, pertaruhan nasib untuk petani. Benih yang sehat dan bermutu menjadi tumpuan harapan untuk berproduksi baik pada saat panen nanti. Menjaga mutu benih menjadi tantangan untuk para…
    18.05.2020
    453
  • Menyikapi perkembangan Pandemi Covid-19, sekaligus sebagai tindak lanjut arahan Presiden, Gubernur Jawa Barat dan Bupati Subang, Manajemen Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) sejak dua bulan yang lalu tepatnya…
    17.05.2020
    1234
  • Di bidang pertanian, berbagai varietas unggul baru yang berkembang saat ini merupakan cerminan keragaman hayati. Sedangkan lahan pertanian yang tersebar di Indonesia menjadi bukti keragaman agroekosistem. Kondisi ini tentu memerlukan…
    15.05.2020
    389
  • Bimbingan teknis (bimtek) secara virtual melalui video conference tentang teknologi pengendalian hama Wereng Batang Coklat (WBC) yang diselenggarakan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), di Sukamandi, Subang (8/05/2020) berlangsung…
    08.05.2020
    348

Info Teknologi

  • Perhatian masyarakat terhadap pola hidup sehat kian meningkat bahkan ada sumber yang menyebutkan bahwa konsumsi masyarakat telah bergeser dari beras medium ke beras premium, termasuk beras-beras kesehatan. Sesungguhnya istilah beras…
    21.05.2020
    250
  • Pada tahun 2019 Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian telah melepas varietas padi khusus dengan kandungan pigmen yang tinggi, yaitu, Jeliteng, Pamelen dan Pamera. Dari ketiga varietas diatas, dua…
    21.04.2020
    784
  • Cara yang paling efektif, murah dan ramah lingkungan dalam pengendalian penyakit blas adalah menggunakan varietas tahan. Penggunaan varietas tahan harus disesuaikan dengan sebaran ras yang ada di suatu daerah. Upaya…
    15.04.2020
    1281
  • Ditengah pandemi virus Corona yang terjadi akhir-akhir ini, konsumsi nasi yang memenuhi kebutuhan karbohidrat dan kaya antosianin sangat dibutuhkan untuk imun tubuh. Seiring perkembangan ilmu dan teknologi, kini fungsi nasi…
    08.04.2020
    594
  • Siapa yang tidak kenal kutu beras? Yup hampir semua orang menyebut hama kecil dan hitam di tumpukan beras sebagai kutu beras. Padahal secara taksonomi hama tersebut bukan dari ordo kutu-kutuan…
    21.11.2019
    2278

Tahukah Anda ?

  • Beras memiliki beberapa warna, yaitu beras putih (yang biasa dikonsumsi), beras merah, dan beras hitam. Pigmen warna pada beras menunjukkan adanya zat antioksidan yang dinamakan antosianin. Beras merah mengandung satu jenis antosianin, sedangkan beras hitam mengandung dua jenis antosianin. Umumnya, semakin gelap warna beras menandakan kemampuan antioksidan yang semakin tinggi. Selain sebagai anti-aging, antosianin bermanfaat untuk mencegah kanker, penyakit jantung, diabetes, dan obesitas. Banyaknya manfaat tersebut membuktikan bahwa kesehatan dapat dimulai dari pilihan warna beras.
  • Proksimat beras adalah suatu cara untuk mengestimasi kadar komponen tertentu pada beras, antara lain kadar air, abu, lemak, protein dan karbohidrat. Beras sebagai bahan pangan disusun oleh pati, protein dan unsur lain seperti lemak, serat kasar, mineral, vitamin dan air. Analisis terhadap susunan kimia beras dan fraksi gilingnya menunjukkan bahwa distribusi penyusunnya tidak merata. Lapisan terluar beras kaya akan komponen non pati seperti protein, lemak, serat, abu, pentosan, dan lignin, sedangkan bagian endosperm kaya akan pati
  • Kandungan amilosanya beras atau nasi dibagi menjadi 4 golongan yaitu beras dengan kadar amilosa tinggi 25-33%, beras dengan kadar amilosa sedang 20-25%, beras dengan kadar amilosa rendah 9-20%, dan beras dengan kadar amilosa sangat rendah kurang dari 9%. Beras dengan kadar amilosa sedang mempunyai sifat nasi yang pulen, tidak terlalu basah dan kering. Sedangkan beras berkadar amilosa tinggi mempunyai sifat nasi yang keras, kering dan pera. Beras ketan memiliki kadar amilosa yang sangat sedikit (1-2%), sedangkan beras yang mengandung amilosa lebih dari 2 % disebut beras biasa atau beras bukan ketan.
  • Lahan Potensial adalah lahan yang masalahnya paling sedikit, terutama karena lapisan pirit (FeS) berada pada kedalaman lebih dari 50 cm
  • Lahan Sulfat Masam dibedakan menjadi: Lahan Sulfat Masam Potensial (lapisan piritnya belum teroksidasi). Lahan Sulfat Masam Aktual (lapisan piritnya telah teroksidasi yang dicirikan oleh adanya horizon sulfidik dengan pH < 3,5)

Artikel Ilmiah

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini1314
Hari Kemarin1512
Minggu ini8466
Bulan ini49308
Online saat ini
31

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi