Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
HIPA | Hibrida Padi
Persilangan antara dua tetua padi yang berbeda secara genetik, hibrida turunannya akan memiliki hasil yang lebih tinggi dari pada tetuanya
INPAGO | Inbrida Padi Gogo
Varietas Padi untuk lahan kering dengan curah hujan rendah, daerah berlereng yang kurang mampu menampung air relatif lama
INPARA | Inbrida Padi Rawa
Varietas padi yang tahan terhadap genangan air, untuk daerah rawa, daerah yang sering tergenangi air atau sering terendam air
INPARI | Inbrida Padi Sawah Irigasi
Varietas yang dikembangkan dari satu tanaman melalui penyerbukan sendiri sehingga memliki tingkat kemurnian atau homozigositas yang tinggi.
Anda berada disini:Beranda»BBPADI - Beranda

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi didirikan tahun 1972 dengan visi menjadi lembaga penelitian tanaman padi terkemuka penghasil teknologi dan inovasi tanaman padi modern untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan Petani

selengkapnya

Varietas Unggul Baru Padi

    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      324/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      TDK1-Sub1-MR-1-2(IR07F289)
    • Asal Persilangan
      Introduksi dari IRRI (TDKI/IR40931//3*TDK1)
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 121 hari
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 105 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning Jerami
    • Warna Beras
      Coklat Muda
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Ketan
    • Kadar Amilosa
      3,8 %
    • Berat 1000 Butir
      ± 28,8 gram
    • Rata Rata Hasil
      4,9 ton/ha
    • Potensi Hasil
      6,7 ton/ha
    • Hama
      • Agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Agak tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri patotipe III pada fase vegetatif
      • Tahan terhadap penyakit HDB patotipe II pada generatif
      • Agak rentan HDB patotipe IV dan VIII
      • Tahan terhadap penyakit blas ras 001, 041, 061, 133
      • Agak tahan ras 033, 003, 073, 213
      • Rentan ras 173 dan 211
      • Rentan terhadap penyakit tungro
    • Cekaman Abiotik
      • Agak toleran terhadap keracunan Fe
      • Agak toleran terhadap cekaman salinitas fase vegetatif
      • Agak toleran genangan pada fase vegetatif
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan rawa pasang surut dan lebak

    • Pemulia
      • D. J. Mackill
      • A.M. Pamplona
      • E.M. Septiningsih
      • Indrastuti A. Rumanti
      • Rina Hapsari Wening
      • Suwarno
      • Supartopo
      • Yudisthira Nugroho
    • Tahun Dilepas
      2019
    • SK Menteri Pertanian
      167/HK.540/C/01/2019
    • Asal Persilangan
      Ketan Hitam / Pandan Wangi Cianjur
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 113 hari
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 106 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning jerami
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan rebah
    • Tekstur Nasi
      Pulen
    • Kadar Amilosa
      19,6%
    • Berat 1000 Butir
      ± 24,4 gram
    • Rata Rata Hasil
      ± 6,18 ton/ha
    • Potensi Hasil
      ± 9,87 ton/ha
    • Hama
      • Agak tahan WBC 1
      • Agak rentan WBC 2 dan 3
    • Penyakit
      • Tahan HDB IV
      • Agak tahan HDB III dan VIII
      • Tahan blas ras 033 dan 073
      • Agak tahan blas ras 133 dan 073
      • Rentan tungro
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam untuk lahan sawah irigasi  pada ketinggian 0-600 mdpl

    • Pemulia
      • Heni Safitri
      • Buang Abdullah
      • Sularjo
      • Cahyono
    • Tahun Dilepas
      2019
    • SK Menteri Pertanian
      81/HK.540/C/02/2019
    • Asal Persilangan
      Bio 12/RHS412-1CX-20X-02H
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 116 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 120 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Agak tahan
    • Tekstur Nasi
      Pulen
    • Kadar Amilosa
      12,68%
    • Berat 1000 Butir
      ± 27,2 gram
    • Rata Rata Hasil
      ± 7,2 ton/ha
    • Potensi Hasil
      ± 9,1 ton/ha
    • Hama
      • Agak tahan WBC biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Tahan HDB patotipe III dan VIII
      • Agak rentan HDB patotipe IV
      • Rentan blas ras 033, 073, 133, dan 173
      • Agak tahan tungro inokulasi Garut dan Purwakarta
    • Pemulia
      • Satoto
      • Sudibyo TW Utomo
      • R Noviadi Prabowo
      • Bayu P Wibowo
      • Indrastuti A Rumanti
      • Nita Kartina
      • Yuni Widyastuti

Berita Terbaru

Info Teknologi

  • Kementerian Pertanian terus berupaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas hasil pertanian. Untuk mempercepat target tersebut perlu modernisasi pertanian yang salah satu cara adalah melalui penerapan Teknologi 4.0 di bidang pertanian.…
    31.08.2019
    369
  • Nasi merupakan makanan pokok penduduk Indonesia yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat. Seiring perkembangan ilmu dan teknologi, kini fungsi nasi sudah bergeser menjadi makanan dengan fungsi khusus terutama untuk kesehatan.…
    09.08.2019
    328
  • Salah satu alternatif untuk tetap dapat meningkatkan produksi pangan khususnya padi di lahan naungan adalah dengan pengembangan padi gogo ekosistim lahan kering. Selama ini padi gogo banyak dibudidayakan petani pada…
    19.07.2019
    789
  • Musim kemarau menyebabkan sejumlah wilayah di Indonesia mengalami kekeringan sejak dua bulan terakhir. Akibatnya, banyak lahan persawahan mengalami kekeringan hingga terancam puso (gagal panen) pada musim tanam kedua ini. Dalam…
    16.07.2019
    394
  • Sejak tahun 2018 Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPadi) menginisiasi kembali kerjasama program minapadi. Dimulai dari program INTAN-AP PANDU (Inovasi Teknologi Adaptif Perikanan Minapadi Air Payau Padi Udang Windu) dengan…
    11.07.2019
    468

Tahukah Anda ?

  • Proksimat beras adalah suatu cara untuk mengestimasi kadar komponen tertentu pada beras, antara lain kadar air, abu, lemak, protein dan karbohidrat. Beras sebagai bahan pangan disusun oleh pati, protein dan unsur lain seperti lemak, serat kasar, mineral, vitamin dan air. Analisis terhadap susunan kimia beras dan fraksi gilingnya menunjukkan bahwa distribusi penyusunnya tidak merata. Lapisan terluar beras kaya akan komponen non pati seperti protein, lemak, serat, abu, pentosan, dan lignin, sedangkan bagian endosperm kaya akan pati
  • Kandungan amilosanya beras atau nasi dibagi menjadi 4 golongan yaitu beras dengan kadar amilosa tinggi 25-33%, beras dengan kadar amilosa sedang 20-25%, beras dengan kadar amilosa rendah 9-20%, dan beras dengan kadar amilosa sangat rendah kurang dari 9%. Beras dengan kadar amilosa sedang mempunyai sifat nasi yang pulen, tidak terlalu basah dan kering. Sedangkan beras berkadar amilosa tinggi mempunyai sifat nasi yang keras, kering dan pera. Beras ketan memiliki kadar amilosa yang sangat sedikit (1-2%), sedangkan beras yang mengandung amilosa lebih dari 2 % disebut beras biasa atau beras bukan ketan.
  • Lahan Potensial adalah lahan yang masalahnya paling sedikit, terutama karena lapisan pirit (FeS) berada pada kedalaman lebih dari 50 cm
  • Lahan Sulfat Masam dibedakan menjadi: Lahan Sulfat Masam Potensial (lapisan piritnya belum teroksidasi). Lahan Sulfat Masam Aktual (lapisan piritnya telah teroksidasi yang dicirikan oleh adanya horizon sulfidik dengan pH < 3,5)
  • Lahan sulfatmasam adalah lahan yang memiliki kadar lapisan pirit atau sulfidik > 2% pada kedalaman < 50 cm

Artikel Ilmiah

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini588
Hari Kemarin1105
Minggu ini1693
Bulan ini17077
Total Pengunjung2626080
Online saat ini
10

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi