Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
HIPA | Hibrida Padi
Persilangan antara dua tetua padi yang berbeda secara genetik, hibrida turunannya akan memiliki hasil yang lebih tinggi dari pada tetuanya
INPAGO | Inbrida Padi Gogo
Varietas Padi untuk lahan kering dengan curah hujan rendah, daerah berlereng yang kurang mampu menampung air relatif lama
INPARA | Inbrida Padi Rawa
Varietas padi yang tahan terhadap genangan air, untuk daerah rawa, daerah yang sering tergenangi air atau sering terendam air
INPARI | Inbrida Padi Sawah Irigasi
Varietas yang dikembangkan dari satu tanaman melalui penyerbukan sendiri sehingga memliki tingkat kemurnian atau homozigositas yang tinggi.
Anda berada disini:Beranda»BBPADI - Beranda

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi didirikan tahun 1972 dengan visi menjadi lembaga penelitian tanaman padi terkemuka penghasil teknologi dan inovasi tanaman padi modern untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan Petani

selengkapnya

Berita Terbaru

Info Teknologi

  • Bila membaca maupun mendengar tentang tanah sulfat masam, maka asosiasi kita akan mengarah kepada lahan dengan 1001 masalah terutama kaitannya dengan kegiatan budidaya tanaman pangan. Paradigma ini telah terpecahkan dengan…
    17.10.2019
    172
  • Kementerian Pertanian terus berupaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas hasil pertanian. Untuk mempercepat target tersebut perlu modernisasi pertanian yang salah satu cara adalah melalui penerapan Teknologi 4.0 di bidang pertanian.…
    31.08.2019
    602
  • Nasi merupakan makanan pokok penduduk Indonesia yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat. Seiring perkembangan ilmu dan teknologi, kini fungsi nasi sudah bergeser menjadi makanan dengan fungsi khusus terutama untuk kesehatan.…
    09.08.2019
    935
  • Salah satu alternatif untuk tetap dapat meningkatkan produksi pangan khususnya padi di lahan naungan adalah dengan pengembangan padi gogo ekosistim lahan kering. Selama ini padi gogo banyak dibudidayakan petani pada…
    19.07.2019
    991
  • Musim kemarau menyebabkan sejumlah wilayah di Indonesia mengalami kekeringan sejak dua bulan terakhir. Akibatnya, banyak lahan persawahan mengalami kekeringan hingga terancam puso (gagal panen) pada musim tanam kedua ini. Dalam…
    16.07.2019
    524

Tahukah Anda ?

  • Proksimat beras adalah suatu cara untuk mengestimasi kadar komponen tertentu pada beras, antara lain kadar air, abu, lemak, protein dan karbohidrat. Beras sebagai bahan pangan disusun oleh pati, protein dan unsur lain seperti lemak, serat kasar, mineral, vitamin dan air. Analisis terhadap susunan kimia beras dan fraksi gilingnya menunjukkan bahwa distribusi penyusunnya tidak merata. Lapisan terluar beras kaya akan komponen non pati seperti protein, lemak, serat, abu, pentosan, dan lignin, sedangkan bagian endosperm kaya akan pati
  • Kandungan amilosanya beras atau nasi dibagi menjadi 4 golongan yaitu beras dengan kadar amilosa tinggi 25-33%, beras dengan kadar amilosa sedang 20-25%, beras dengan kadar amilosa rendah 9-20%, dan beras dengan kadar amilosa sangat rendah kurang dari 9%. Beras dengan kadar amilosa sedang mempunyai sifat nasi yang pulen, tidak terlalu basah dan kering. Sedangkan beras berkadar amilosa tinggi mempunyai sifat nasi yang keras, kering dan pera. Beras ketan memiliki kadar amilosa yang sangat sedikit (1-2%), sedangkan beras yang mengandung amilosa lebih dari 2 % disebut beras biasa atau beras bukan ketan.
  • Lahan Potensial adalah lahan yang masalahnya paling sedikit, terutama karena lapisan pirit (FeS) berada pada kedalaman lebih dari 50 cm
  • Lahan Sulfat Masam dibedakan menjadi: Lahan Sulfat Masam Potensial (lapisan piritnya belum teroksidasi). Lahan Sulfat Masam Aktual (lapisan piritnya telah teroksidasi yang dicirikan oleh adanya horizon sulfidik dengan pH < 3,5)
  • Lahan sulfatmasam adalah lahan yang memiliki kadar lapisan pirit atau sulfidik > 2% pada kedalaman < 50 cm

Artikel Ilmiah

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini10
Hari Kemarin1619
Minggu ini3258
Bulan ini37663
Total Pengunjung2709471
Online saat ini
5

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi