Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»BBPADI - Beranda

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi didirikan tahun 1972 dengan visi menjadi lembaga penelitian tanaman padi terkemuka penghasil teknologi dan inovasi tanaman padi modern untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan Petani

selengkapnya

Berita Terbaru

Info Teknologi

  • Beras patah dan menir memiliki nilai gizi yang sama dengan beras kepala, hanya bentuknya yang berbeda. Agar nilai ekonominya meningkat, beras patah dan menir diproses lebih lanjut menjadi produk pangan…
    09.07.2020
    254
  • Beras merupakan bahan pokok utama yang tidak bisa lepas dari kebutuhan dasar masyarakat Indonesia. Tanaman padi yang sering kita jumpai di lahan-lahan sawah di pedesaan dan sentra-sentra produksi padi di…
    24.06.2020
    1913
  • Perubahan iklim dapat mengubah hubungan hama - tanaman menghasilkan dampak yang memperparah kejadian dan serangan yang terjadi dalam kurun waktu tertentu. Variasi latar belakang tetua untuk ketahanan terhadap hama penyakit…
    04.06.2020
    1926
  • Tren urban farming kian menjadi idola dikalangan masyarakat perkotaan bahkan sudah menjadi gaya hidup urban. Awalnya kegiatan cocok tanam di lingkungan rumah perkotaan ini terbatas pada sayur-sayuran atau tanaman buah…
    03.06.2020
    1516
  • Perhatian masyarakat terhadap pola hidup sehat kian meningkat bahkan ada sumber yang menyebutkan bahwa konsumsi masyarakat telah bergeser dari beras medium ke beras premium, termasuk beras-beras kesehatan. Sesungguhnya istilah beras…
    21.05.2020
    536

Tahukah Anda ?

  • Beras memiliki beberapa warna, yaitu beras putih (yang biasa dikonsumsi), beras merah, dan beras hitam. Pigmen warna pada beras menunjukkan adanya zat antioksidan yang dinamakan antosianin. Beras merah mengandung satu jenis antosianin, sedangkan beras hitam mengandung dua jenis antosianin. Umumnya, semakin gelap warna beras menandakan kemampuan antioksidan yang semakin tinggi. Selain sebagai anti-aging, antosianin bermanfaat untuk mencegah kanker, penyakit jantung, diabetes, dan obesitas. Banyaknya manfaat tersebut membuktikan bahwa kesehatan dapat dimulai dari pilihan warna beras.
  • Proksimat beras adalah suatu cara untuk mengestimasi kadar komponen tertentu pada beras, antara lain kadar air, abu, lemak, protein dan karbohidrat. Beras sebagai bahan pangan disusun oleh pati, protein dan unsur lain seperti lemak, serat kasar, mineral, vitamin dan air. Analisis terhadap susunan kimia beras dan fraksi gilingnya menunjukkan bahwa distribusi penyusunnya tidak merata. Lapisan terluar beras kaya akan komponen non pati seperti protein, lemak, serat, abu, pentosan, dan lignin, sedangkan bagian endosperm kaya akan pati
  • Kandungan amilosanya beras atau nasi dibagi menjadi 4 golongan yaitu beras dengan kadar amilosa tinggi 25-33%, beras dengan kadar amilosa sedang 20-25%, beras dengan kadar amilosa rendah 9-20%, dan beras dengan kadar amilosa sangat rendah kurang dari 9%. Beras dengan kadar amilosa sedang mempunyai sifat nasi yang pulen, tidak terlalu basah dan kering. Sedangkan beras berkadar amilosa tinggi mempunyai sifat nasi yang keras, kering dan pera. Beras ketan memiliki kadar amilosa yang sangat sedikit (1-2%), sedangkan beras yang mengandung amilosa lebih dari 2 % disebut beras biasa atau beras bukan ketan.
  • Lahan Potensial adalah lahan yang masalahnya paling sedikit, terutama karena lapisan pirit (FeS) berada pada kedalaman lebih dari 50 cm
  • Lahan Sulfat Masam dibedakan menjadi: Lahan Sulfat Masam Potensial (lapisan piritnya belum teroksidasi). Lahan Sulfat Masam Aktual (lapisan piritnya telah teroksidasi yang dicirikan oleh adanya horizon sulfidik dengan pH < 3,5)

Artikel Ilmiah

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini1585
Hari Kemarin1845
Minggu ini7066
Bulan ini9978
Online saat ini
21

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi